Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Guntur Purwoko: Jenazah Anak dan 2 Cucu Saya Membiru, Mungkin Karena Gas Air Mata

Redaksi by Redaksi
Oktober 5, 2022 2:46 pm
in Peristiwa
Guntur Purwoko, 57, saat ditemui di rumah duka di Wajak, Kabupaten Malang.

Guntur Purwoko, 57, saat ditemui di rumah duka di Wajak, Kabupaten Malang. Foto/Rubianto

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Guntur Purwoko, 57 tahun, kehilangan satu anak kandung yakni Debi Asta Putri Purwoko, 34 tahun, dan dua cucunya yakni Naila Deby Anggraini,13 tahun, dan Natasya Deby Ramadhani,16 tahun.

Ketiganya meninggal dunia usai peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Hingga kini, setidaknya sudah 131 warga yang meninggal dunia dalam tragedi berdarah tersebut.

READ ALSO

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Guntur Purwoko sangat terpukul. Debi adalah anak pertamanya dan merupakan anak kesayanannya. Dia adalah pribadi yang tomboy. Bahkan, dia bisa menyopir truck. ”Dia melakukan kesalahan apa saja, saya tidak bisa marah,” katanya saat ditemui di rumah duka di Wajak, Kabupaten Malang.

Sedangkan Natasya adalah cucu pertama dia. Natasya dan Naila adalah cucu kesayangannya. ”Sejak kecil mereka bersama saya, saya dipanggil mereka sebagai bapak,” kata pria yang tinggal di Krebet, Kabupaten Malang ini.

Debi Asta Putri Purwoko,34 tahun, semasa hidupnya.
Debi Asta Putri Purwoko, 34 tahun, semasa hidupnya. Foto/Rubianto.

Dia bercerita, hampir setiap hari, dua cucunya itu mampir ke rumahnya usai sekolah. Biasanya, Naila yang sekolah di SMPN 2 Krebet, Kabupaten Malang, datang terlebih dahulu.

Lalu, Natasya yang sekolah di SMKN 1 Malang datang. Termasuk pada hari Sabtu sebelum kejadian, keduanya sempat mampir ke rumahnya. ”Dari siang, baru magrib pulang katanya mau nonton Arema bersama keluarga,” katanya.

Dia tidak punya firasat apa-apa. Dia juga tidak menonton Arema FC, sekalipun dari layar televisi. ”Sekitar jam 8 malam, saya tidur,” katanya.

Baru sekitar setengah tiga dini hari, dia terbangun. ”Adik saya bangunin, katanya cucu saya wafat di Kanjuruhan,” katanya.

Dia menuju Kepanjen, belum sampai Kepanjen, anaknya yang dikabarkan meninggal dunia. ”Jenazah katanya sudah berangkat, hingga saya putar balik ke Wajak,” imbuhnya.

Sebelum dimakamkan, dia sempat melihat jenazah tiga orang yang dia sayangi itu. Setengah badan mereka, yakni dari dada ke atas, membiru. ”Mungkin karena gas air mata itu, dan kehabisan oksigen, saya tidak tahu kenapa membiru,” kata pensiunan pabrik tebu Krebet ini.

Dia mengaku ikhlas atas tragedi yang menimpa anak dan dua cucunya itu. ”Saya ikhlas, semoga menjadi yang terakhir,” pungkasnya.

Reporter: Irham Thoriq

Editor: Herlianto. A

Tags: Kesaksian Korban KanjuruhanKorban Tragedi KanjuruhanStadion Kanjuruhan

Related Posts

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai
Peristiwa

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Rabu, 14 Okt 2026
Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Kamis, 1 Okt 2026
Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat bersama jajaran saat sidak ke TPS Pesanggrahan. Foto: Azmy
Peristiwa

Sekda Kota Batu Sidak Dugaan Pembakaran Sampah secara Liar di TPS Pesanggrahan

Rabu, 30 Sep 2026
Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi
Peristiwa

Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Presiden Jokowi saat press conference di depan IGD RSSA Malang.

Jokowi Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.