Sabtu, September 26, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

4 Tragedi HAM di Bulan September, Termasuk Pembunuhan Munir

Redaksi by Redaksi
September 13, 2022 4:34 pm
in News
Ilustrasi pita hitam sebagai simbol berkabung di bulan September Hitam.

Ilustrasi pita hitam sebagai simbol berkabung di bulan September Hitam. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – ‘September hitam’ merupakan sebutan untuk mengingat berbagai peristiwa kelam atau tragedi HAM yang terjadi di Indonesia di bulan September. Peristiwa kelam tersebut termasuk tragedi penculikan jenderal, kerusuhan, penembakan mahasiswa, pembunuhan berencana, hingga pembunuhan aktivis HAM Munir. Apa sajakah 4 tragedi tersebut? Berikut ulasannya.

1. G30S/PKI

G30S/PKI merupakan peristiwa penculikan dan pembunuhan 6 jenderal dan 1 letnan TNI AD yang terjadi 30 September 1965. Gerakan ini disebut-sebut didalangi oleh pemimpin terakhir PKI, Dipa Nusantara Aidit.

READ ALSO

Alun-Alun Kepanjen di Stadion Kanjuruhan Masih Dikaji, Ini Pertimbangannya

Profil Guruh Soekarnoputra, Putra Bungsu Soekarno yang Wafat di Usia 73 Tahun

Tujuan pembunuhan itu didasari oleh keinginan untuk mengudeta pemerintahan Presiden Soekarno dan mendesak pergantian sistem pemerintahan.

Operasi penculikan dan pembunuhan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung ini dimulai menjelang pergantian hari. Letkol Untung bersama Pasukan Cakrabirawa menyusup dan menculik para jenderal di kediaman mereka. 3 jenderal yaitu Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono, dan Mayor Jenderal Donald Isaac Pandjaitan dieksekusi langsung di kediaman mereka.

Sedangkan Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal Siswondo Parman dan Mayor Jenderal Sutoyo diculik hidup-hidup kemudian dibunuh. Sementara Jenderal Abdul Harris Nasution berhasil lolos dari pasukan Cakrabirawa dengan cara melompat pagar rumahnya.

Sayangnya, anak bungsu Jenderal A. H. Nasution bernama Ade Irma Suryani Nasution yang kala itu masih berumur 5 tahun menjadi korban tertembak karena berusaha menjadi tameng ayahnya. Salah satu ajudannya, Letnan Satu Pierre Andreas Tendean, turut tewas dalam tragedi itu.

6 jenderal dan 1 letnan yang menjadi korban kekejaman Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia.
6 jenderal dan 1 letnan yang menjadi korban kekejaman Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia. (Foto: Pinterest)

2. Tragedi Tanjung Priok

12 September 2022 yang baru berlalu kemarin merupakan peringatan 38 tahun terjadinya Tragedi Tanjung Priok. Tragedi ini terjadi di era pemerintahan Orde Baru pada tahun 1984, yang melibatkan massa Islam dengan aparat pemerintah.

Akar permasalahan tragedi ini bermula dari diterapkannya Pancasila sebagai asas tunggal negara sejak awal tahun 80-an. Jika tidak mematuhi, siapapun akan dianggap anti-Pancasila.

Dilansir dari Tempo.co, seorang ulama bernama Abdul Qadir Djaelani dan beberapa pemuka agama ditangkap karena dituduh kerap menyebarkan ceramah yang bertentangan dengan Pancasila.

Kemudian, pada 8 September 1984, dua Bintara Pembina Desa (Babinsa) itu mendatangi Mushola As-Sa’dah untuk mencabut pamflet yang dianggap berisik kritik dan kebencian pada pemerintah.

Namun, kedua Babinsa itu memasuki musala tanpa membuka sepatu dan menyiram tempat ibadah tersebut dengan air got. Hal itu menyulut amarah warga Islam, sehingga motor milik Babinsa tersebut dibakar. Warga semakin tidak terima dengan penangkapan 4 warga yang berniat melerai pertikaian antar dua kubu itu.

Dipimpin oleh Amir Biki, massa berjumlah 1.500 orang memulai demonstrasi ke Kodim dan Polres Jakarta Utara, menuntut agar 4 warga mereka dibebaskan. Namun, aparat keamanan tidak merespons baik demonstrasi massa Islam.

Mereka pun dikepung oleh aparat kepolisian maupun TNI dan ditembak membabi buta. Berdasarkan data Komnas HAM melalui KontraS, total 79 orang menjadi korban, di mana 23 orang tewas dan 55 orang mengalami luka-luka, sementara ratusan orang ditahan tanpa diproses sesuai hukum dan beberapa orang menghilang begitu saja.

Sampai detik ini, masih belum ada keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan, karena 12 terdakwa atas tragedi kelam itu dinyatakan bebas setelah melalui proses kasasi.

Ilustrasi demonstrasi dan bentrok saat Tragedi Tanjung Priok. (Foto: Pinterest)

3. Tragedi Semanggi II

Tragedi Semaggi II telah menggambarkan kebebasan berekspresi rakyat dan mahasiswa yang tidak diindahkan. Pada 24 September 1999, para mahasiswa, aktivis, buruh, dan masyarakat sipil di berbagai wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Lampung, Medan, dan lainnya turun ke jalan.

Mereka melakukan protes terhadap DPR karena telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB). Hal ini ditentang karena regulasinya mengancam hak-hak rakyat.

Aksi demonstrasi ini berujung bentrok dengan aparat keamanan. Timah panas dilepaskan, gas air mata membumbung tinggi, dan pertumpahan darah terjadi. Dilaporkan dari KontraS, total 11 orang tewas dalam bentrok ini.

Mereka adalah Yap Yun Hap, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Zainal Abidin, Teja Sukmana, M Nuh Ichsan, Salim Jumadoi, Fadly, Deny Julian, Yusuf Rizal, para mahasiswa dari Universitas Lampung, serta Saidatul Fitria dan Meyer Ardiansyah dari Universitas IBA Palembnag. Selain itu, 217 orang dilaporkan luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Sebelumnya, tragedi ini sudah pernah terjadi setahun sebelumnya, disebut dengan nama ‘Tragedi Semanggi I’. Pada tanggal 11-13 November 1998, massa menggelar demonstrasi untuk memprotes BJ Habibie yang akan ditunjuk sebagai presiden ketiga.

BJ Habibie dianggap akan melanjutkan pemerintahan Orde Baru dari Presiden Soeharto. Sebanyak 17 orang tewas dan 109 orang lainnya luka-luka dalam tragedi ini.

Demonstrasi mahasiswa terhadap Tragedi Semanggi. (Foto: Pinterest)

4. Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir

Berita menghebohkan mendera Indonesia pada tanggal 7 September 2004. Aktivis HAM Munir Said Thalib tewas diracun saat akan melanjutkan pendidikannya ke University of Utrecht, Belanda.

Pria kelahiran Batu, Malang ini diracun saat dalam perjalanan dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-974.

Setelah pesawat transit di Singapura, Munir merasa mual dan sering bolak-balik ke toilet. Ia sempat diperiksa dokter, namun dua jam sebelum tiba di tujuannya, ia meninggal dunia sekitar pukul 08.10 waktu setempat. Munir tutup usia di umur 39 tahun.

Dua bulan kemudian, Kepolisian Belanda mengungkap kematian Munir karena diracun dengan senyawa arsenik dengan dosis fatal. Diduga, racun itu dimasukkan ke dalam makanan yang dilahap Munir. Hasil otopsi menunjukkan urin, darah, dan jantungnya mengandung arsenik dengan kadar normal.

Sementara itu, Pilot Garuda Indonesia, Pollycarpus Budihari Priyanto diduga kuat sebagai pelaku dibalik pembunuhan berencana Munir dan Deputi Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi Purwoprandjono sebagai otak dari pembunuhan berencana tersebut.

Pollycarpus dianggap terbukti melakukan pembunuhan berencana dan menggunakan dokumen palsu, dan dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 1 Desember 2005.

Kemudian pada 27 Maret 2006, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Pollycarpus dengan hukuman 14 tahun penjara. Sedangkan Muchdi dibebaskan setelah terbukti tidak terlibat dalam kasus ini.

(Sosok Munir, aktivis HAM yang dibunuh dengan cara diracun saat perjalanan dari Jakarta menuju Belanda di pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Pinterest)

Reporter: Nurukhfi Mega Hapsari

Editor: Herlianto. A

Tags: G30S/PKIPembunuhan MunirTragedi HAM di Bulan SeptemberTragedi Semanggi IITragedi Tanjung Priok

Related Posts

Alun-Alun Kepanjen di Stadion Kanjuruhan Masih Dikaji, Ini Pertimbangannya
News

Alun-Alun Kepanjen di Stadion Kanjuruhan Masih Dikaji, Ini Pertimbangannya

Sabtu, 26 Sep 2026
Profil Guruh Soekarnoputra, Putra Bungsu Soekarno yang Wafat di Usia 73 Tahun
News

Profil Guruh Soekarnoputra, Putra Bungsu Soekarno yang Wafat di Usia 73 Tahun

Sabtu, 26 Sep 2026
80 Pembudidaya Ikan Bendungan Sutami Direlokasi Terdampak PLTS
News

80 Pembudidaya Ikan Bendungan Sutami Direlokasi Terdampak PLTS

Sabtu, 26 Sep 2026
7 Videotron Pemkab Malang Didorong Jadi Sumber PAD
News

7 Videotron Pemkab Malang Didorong Jadi Sumber PAD

Sabtu, 26 Sep 2026
UB dan BRIN Soroti Ancaman Krisis Air DAS Brantas di Malang Raya
News

UB dan BRIN Soroti Ancaman Krisis Air DAS Brantas di Malang Raya

Jumat, 25 Sep 2026
Kepala SMPN 18 Kota Malang Dilaporkan ke Polisi soal Dugaan Kekerasan Siswa
News

Kepala SMPN 18 Kota Malang Dilaporkan ke Polisi soal Dugaan Kekerasan Siswa

Jumat, 25 Sep 2026
Next Post
Demo pembuatan lulur aromatik khas nusantara.

Dosen dan Mahasiswa Kimia UM Ajari Warga Buat Lulur Aromatik Khas Nusantara Berbahan Hayati Lokal 

BERITA POPULER

  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.