Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

5 Aktivitas yang Berpotensi Merusak Pendengaran Jangka Panjang, Dihitung dari Skala Desibel

Redaksi by Redaksi
Agustus 14, 2022 8:58 am
in Tugu Sehat
pendengaran

ilustrasi: telinga. foto/pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id – Pendengaran merupakan salah satu aset penting yang selayaknya kita jaga. Namun, tanpa disadari beberapa aktivitas sehari-hari manusia ternyata memiliki besaran suara yang tidak dapat diterima dalam jangka panjang.

Dilansir dari noiseawareness, paparan terus menerus terhadap kebisingan di atas 70 dB, dari waktu ke waktu akan menyebabkan gangguan pendengaran. Untuk diketahui, Desibel (dB) adalah satuan yang digunakan untuk mengukur intensitas suara.

READ ALSO

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Maka dari itu, apa saja sih kegiatan yang dapat mempengaruhi kesehatan pendengaran kita berdasarkan tingkat besaran desibel yang dihasilkan, catat baik-baik ya!

1. Bioskop

Sebagian besar sistem suara teater memiliki kalibrasi standar 85 dB (dalam adegan percakapan), namun bisa mencapai lebih dari itu tergantung pada sekuel yang ditampilkan seperti mungkin suara ledakan dan efek lain yang dapat menaikkan desibel hingga 98-100 dB.

Maka dari itu usahakan untuk tidak mengajak buah hati Anda yang berada dibawah usia 2 tahun, karena menurut American Academy of Pediatrics, tingkat kebisingan yang melebihi 45 desibel saja sudah berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran pada bayi.

2. Mendengarkan headphone

Pasti banyak dari kalian yang sering menggunakan headphone. Beberapa orang mungkin melakukan hal ini agar tidak mendistraksi orang lain terhadap apa yang mereka dengarkan. Suara yang dihasilkan oleh aktivitas ini biasanya berkisar pada 100 dB atau bahkan lebih.

Maka dari itu, tidak disarankan untuk menaikkan setinggi itu selama lebih dari sepuluh menit. Namun untuk memungkinkan Anda dapat mendengarkan musik favorit lebih lama, sebaiknya lakukan dalam tingkatan 50 persen dari volume maksimum perangkat Anda.

3. Menggunakan alat-alat listrik

Peralatan listrik merupakan penyumbang kebisingan lain yang paling dekat dengan kita. Bor genggam dan gergaji sendiri dapat menghasilkan tingkat kebisingan lebih dari 100 dB, yang mana akan sangat beresiko jika didengarkan dalam intensitas waktu yang lama.

Tak heran, alat penutup telinga menjadi atribut yang berperan penting untuk meredam kebisingan yang dihasilkan, di samping perlengkapan pelindung yang lain oleh para pekerja.

4. Hiburan umum

Tempat hiburan menempati posisi besaran desibel tertinggi selanjutnya. Klub dan konser sendiri tingkat kebisingannya mencapai 100 dB namun tentunya akan bisa lebih dari itu seperti pada kasus konser musik rock.

Selain dua hiburan umum tersebut, puncak tertinggi diduduki oleh stadion olahraga yang berada di level 130 dB. Masuk ke dalam Guinness World Records, Turk Telecom Arena memegang rekor stadion sepak bola paling keras di dunia dengan 131,76 dB.

5. Aktivitas eksplosif

Puncak level tertinggi ditempati oleh aktivitas eksplosif. Beberapa sumber yang menghasilkan suara destruktif ini adalah kembang api dan latihan tembak dengan level 160dB yang diklaim cukup untuk menyebabkan rasa sakit fisik dan kehilangan pendengaran seketika.

Namun untuk diketahui, dilansir zmescience, suara ledakan yang paling dahsyat sepanjang sejarah adalah peristiwa letusan Krakatau pada 1883 yang berada di Lampung, Indonesia. Diperkirakan letusan Krakatau mencapai 310 dB yang merupakan bukti kekuatan destruktif tingkat tinggi yang dilepaskan alam.

 

Penulis: Fonda Imelia Pradinitama
editor: jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: kebisinganpendengaran

Related Posts

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti
Tugu Sehat

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Kamis, 16 Jul 2026
jamu sinom
Tugu Sehat

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Kamis, 16 Jul 2026
Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?
Tugu Sehat

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

Jumat, 10 Jul 2026
5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Senin, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Minggu, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
orang tua lindungi bayi dari sengatan matahari

Bagaimana Cara Melindungi Bayi dari Bahaya Sinar Matahari? Orang Tua Wajib Simak Penjelasannya

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.