Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Peringati Haul RM Iman Sudjono, Pesarean Gunung Kawi Gelar Kirab Sesaji dan Penyekaran

Redaksi by Redaksi
Agustus 10, 2022 8:43 am
in Asli Malang
Rombongan keluarga dan masyarakat menuju pesarean Eyang Jugo di lereng gunung kawi

Rombongan keluarga dan warga berjalan menuju Padepokan RM Iman Sudjono. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG | TuguMalang.id – Setiap tanggal 12 Sura dalam penanggalan Jawa, area Pesarean Gunung Kawi selalu diramaikan oleh keluarga besar keturunan Raden Mas (RM) Iman Sudjono dan warga sekitar. Mereka semua memperingati hari kematian RM Iman Sudjono, salah seorang tokoh yang dimakamkan di Pesarean Gunung Kawi.

 

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Rombongan keluarga dan warga berjalan menuju Padepokan RM Iman Sudjono. Foto: Aisyah Nawangsari

RM Iman Sudjono dan gurunya, Kyai Zakaria II (Eyang Djugo) merupakan pengikut Pangeran Diponegoro yang melanjutkan hidup mereka di Jawa Timur setelah kalah dari Belanda. Sebelum meninggal, Eyang Djugo berpesan untuk dimakamkan di lereng Gunung Kawi. Permintaan ini pun dituruti oleh RM Iman Sudjono. Eyang Djugo wafat pada 1 Selo tahun 1799 dal atau 22 Januari 1871. Ia dimakamkan di Pesarean Gunung Kawi yang terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Lima tahun kemudian, RM Iman Sudjono wafat, tepatnya pada 12 Sura tahun 1805 dal atau 8 Februari 1876. Ia kemudian dimakamkan di satu liang lahat dengan Eyang Djugo.

Rombongan memasuki pendopo tempat RM Iman Sudjono dan Eyang Djugo dimakamkan. Foto: Aisyah Nawangsari

Setiap tahunnya, kematian kedua tokoh ini diperingati dengan kirab sesaji dan penyekaran. Sesuai dengan tanggal kematiannya, peringatan ini dilakukan setiap 1 Selo dan 12 Sura.

Kirab sesaji dan penyekaran memperingati Haul RM Iman Sudjono tahun ini jatuh pada Selasa (9/8/2022). Menjelang acara, kios-kios di sekitar Pesarean Gunung Kawi tutup karena pemiliknya mengikuti kirab sesaji dan penyekaran ini.

Sekitar 400 orang yang terdiri dari keluarga keturunan RM Iman Sudjono, tamu, dan warga sekitar mengikuti prosesi kirab sesaji dan penyekaran ini dari awal hingga akhir.

Mereka semua mengenakan baju adat jawa berwarna hitam lengkap dengan aksesorisnya. Menjelang ashar, mereka berbaris dan membawa sesaji sesuai dengan posisi dan peran masing-masing.

Dengan perlahan, rombongan ini berjalan dari depan gapura Pesarean Gunung Kawi menuju ke Padepokan RM Iman Sudjono yang terletak beberapa ratus meter di sebelah selatan.

Di padepokan tersebut, mereka membacakan tahlil dan doa bagi RM Iman Sudjono. Setelahnya, mereka mengajak juru kunci padepokan untuk bersama-sama beriringan menuju Pesarean Gunung Kawi, tempat jasad RM Iman Sudjono dikebumikan.

Sesampainya di makam RM Iman Sudjono dan Eyang Djugo, mereka duduk dan membaca tahlil serta doa dengan khidmat.

Rombongan keluarga dan warga tiba di Pesarean Gunung Kawi. Foto: Aisyah Nawangsari

Juru Kunci Pesarean Gunung Kawi sekaligus Ketua Yayasan Ngesti Gondo, Tjandra Jana mengatakan kirab sesaji dan penyekaran merupakan ritual yang diadakan setiap tahun sejak Eyang Djugo wafat.

“Ini acara khusus yang ada di Gunung Kawi. Ini sudah kami laksanakan mulai dari Eyang Djugo wafat dan diteruskan secara turun temurun. Sudah 5 generasi yang melaksanakan acara ini,” kata Tjandra.

Sebelum kirab sesaji, mereka telah mengadakan acara lain seperti biodo sinoman dan pagelaran wayang.

Menurut Tjandra, sesaji yang disiapkan berupa buah-buahan, hasil bumi, tumpeng, serta daging dan jeroan dari seekor sapi rambon.

“Sapi rambon itu adalah sapi jawa yang digunakan untuk sesajen. Sapi ini khusus dan harganya memang agak mahal,” imbuh Tjandra.

Salah satu tujuan diadakannya ritual ini adalah untuk menghormati RM Iman Sudjono beserta Eyang Djugo yang merupakan pahlawan pejuang kemerdekaan dan penyebar agama Islam.

“Kami berupaya menginformasikan bahwa di Gunung Kawi ini juga ada ritual budaya yang tujuannya untuk menghormati beliau berdua yang merupakan pahlawan yang ikut berjuang bersama Pangeran Diponegoro. Beliau berdua juga turut menyebarkan agama Islam,” kata Tjandra.

 

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: 1 surogunung kawihaulpesarean eyang jugo

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Tangkal hoax

Tangkal Hoax, Asosiasi Kades Kabupaten Malang Akan Bentuk Media Center

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.