Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Gejala dan Cara Penanganan Cacar Monyet yang Mulai Mewabah

Redaksi by Redaksi
Agustus 2, 2022 4:52 pm
in Tugu Sehat
cacar monyet

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Dr dr Dhelya Widasmara SpKK (K). Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Wabah cacar monyet belakangan tengah ramai diperbincangkan hingga di beberapa negara. Penyakit yang berasal dari infeksi virus ini, disebabkan oleh virus langka dari hewan dengan gejala umum yang hampir mirip dengan penyakit cacar.

Organisasi kesehatan dunia, World Health Organization bahkan menyatakan tanggal 23 Juli 2022 sebagai global health emergency terhadap wabah yang juga disebut monkeypox ini.

READ ALSO

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Dr dr Dhelya Widasmara SpKK (K) mengatakan bahwa monkeypox merupakan penyakit bergejala ringan dengan tingkat kematian sangat rendah.

Gejala-gejala penyakit pada umumnya dari monkepox dapat diobati dan dapat sembuh dengan sendirinya, tergantung imunitas penderita.

“Yang membedakan (dengan cacar biasa) adalah pada cacar monyet didapatkan pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati),” jelasnya.

Ditambahkan oleh dokter kulit yang berfokus pada infeksi tropik ini, tanda dan gejala cacar monyet yang muncul bergantung pada fase penyakitnya. Fase pertama yakni prodromal atau yang menunjukkan gejala.

Di mana Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Kemenkes RI, gejala awal pada fase prodromal antara lain penderita akan mengalami demam yang disertai dengan sakit kepala yang terkadang terasa hebat.

Kemudian, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati yang dirasakan di leher, ketiak, atau di area selangkangan. Serta badan panas dingin bahkan kelelahan dan lemas.

Sedangkan pada fase erupsi, jelas dia, terjadi saat 1-3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah fase prodromal. Pada fase erupsi timbul ruam atau lesi pada kulit. Biasanya, ruam atau lesi ini dimulai dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap.

“Kemudian ruam atau lesi pada kulit ini akan berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (maculopapular), lepuh yang berisi cairan bening atau nanah, lalu mengeras atau keropeng hingga akhirnya rontok. Gejala cacar monyet akan berlangsung selama 2−4 minggu sampai periode lesi atau ruam kulit tersebut menghilang,” jelasnya.

“Penularan virus monkeypox terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan hewan, manusia, atau bahan yang terjangkit atau terkontaminasi virus,” kata dia.

Kemudian, virus masuk ke dalam tubuh melalui mikrolesi pada kulit atau luka yang sangat kecil walaupun tidak terlihat, saluran pernapasan, atau selaput lendir seperti pada mata, hidung, atau mulut.

“Sedangkan penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran, kontak langsung dengan cairan tubuh atau material dari lesi (seperti darah), atau kontak tidak langsung, seperti melalui alas yang terkontaminasi”, terang dia.

Penularan antar manusia, imbuhnya, diperkirakan bisa terjadi, terutama melalui droplet atau percikan pernapasan.

“Percikan droplet tidak dapat bertahan lama dan terbang jauh, maka diperlukan kontak tatap muka yang lama. Metode penularan dari manusia ke manusia lainnya termasuk kontak langsung dengan cairan tubuh atau material dari lesi, dan kontak tidak langsung dengan material lesi, seperti melalui pakaian atau linen yang terkontaminasi,” terangnya.

Lebih jauh, dr Lala, sapaannya, menyampaikan bahwa hingga saat ini, belum ada pengobatan yang spesifik untuk infeksi virus monkeypox sehingga pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul.

Maka, penanganan awal yang dapat dilakukan di rumah apabila muncul tanda dan gejala serta terdapat riwayat kontak dengan penderita monkeypox antara lain:
• Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi
• Istirahat total (bed rest)
• Makan makanan yang bergizi, maksimalkan asupan cairan (banyak minum air putih)
• Bila demam dapat diberikan obat penurun panas
• Bila muncul ruam seperti lentingan berisi air, jangan digaruk atau dipecah. Untuk mengurangi rasa gatal, dapat dikompres dengan kassa dan cairan infus serta mengkonsumsi obat antihistamin

Sedangkan orang yang harus dipertimbangkan untuk perawatan lebih lanjut yaitu orang dengan gejala berat/parah, misalnya sepsis, ensefalitis, atau kondisi lain yang memerlukan rawat inap.

Sebab itu, meski saat ini belum ada laporan monkeypox di Indonesia. Namun, dr Lala juga tak menampik adanya kemungkinan virus ini lolos ke Malang Raya.

Sehingga, ia juga berpesan agar masyarakat tak perlu panik dan tetap waspada. “Pastikan anak kita telah mendapatkan vaksinasi, dalam hal ini vaksin program pemberantasan cacar (smallpox) yang dapat memberikan perlindungan terhadap monkeypox. Selalu jaga daya tahan tubuh yang kuat dengan istirahat yang cukup, pola hidup sehat, dan kurangi stress,” pesannya.

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: gejala cacar monyetHeadlinekota malanguniversitas brawijaya

Related Posts

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
tugu malang

Jurnalis Tugu Malang, Lizya Kristanti Terpilih Jadi Peserta Residensi Antikorupsi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.