Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

KKN Universitas Negeri Malang Hidupkan Kembali Edu Wisata Taman Toga di Desa Sumberdem

Redaksi by Redaksi
Juli 27, 2022 11:01 am
in Pendidikan
Universitas negeri malang (UM)

Universitas Negeri Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG | TuguMalang.id  – Setelah lama terbengkalai, Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Desa Sumberdem, Kabupaten Malang dihidupkan dengan nama Edu Wisata Taman Toga, Kamis (22/6/2022). Program ini merupakan inisiatif mahasiswa KKN reguler model blok, Universitas Negeri Malang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan seluruh anggota KKN UM dibawah bimbingan Andika Bagus Nur Rahma Putra SPd MPd. Sedangkan, sebagai penanggung jawab kegiatan yakni Claryan Ramadhan Witjaksono dibantu oleh Moh Nauval Alfarizi dan Silvia Lia Handoyo.

READ ALSO

Insentif Guru Swasta dan MI Kabupaten Malang Naik Jadi Rp1 Juta pada 2027?

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam

Sebab itu, turut dihadiri oleh kepala dusun Duren Gede, dusun di mana Taman Toga ini berdiri, untuk memberi arahan dan bimbingan dalam pelaksanaan program kerja.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilaksanakan secara berkala untuk memastikan tanaman Toga terawat dengan baik.

Mahasiswa KKN melakukan serangkaian proses perawatan mulai dari pemotongan rumput-rumput liar, penyiangan tanaman, penataan taman, dan pemupukan.

Pupuk yang digunakan merupakan pupuk organik yang didapat dari peternak kambing di Desa Sumberdem. Selain perkebunan dan pertanian, Desa Sumberdem memang juga banyak mengembangkan sektor peternakan.

“Program ini bertujuan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa dalam bidang pelestarian lingkungan dan peningkatan potensi desa. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan taman Toga, perawatan, dan pemupukan tanaman Toga,” ujar Andika Bagus.

Terdapat 40 jenis tanaman Toga yang ada di taman ini. Tak hanya ditanam dengan penataan yang baik, tapi juga dilengkapi dengan papan nama dan barcode yang menunjukkan identitasnya.

Sehingga dapat dijadikan sebagai pusat edukasi dan pembelajaran mengenai tanaman Toga. Di sana, pengunjung dapat mempelajari karakteristik tiap-tiap jenis tanaman Toga serta mengetahui khasiat-khasiatnya.

Diketahui, Toga sendiri merupakan tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan dan dikelola oleh keluarga untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan tradisional/herbal yang dapat dibuat sendiri.

Beberapa contoh dari tanaman Toga antara lain mengkudu, kunyit, temulawak, kencur, jahe, jinten hitam, kapulaga, lidah buaya, sereh, sirih, dan lain-lain.

Meski memiliki khasiat yang besar, tanaman Toga sering kali tumbuh sebagai tanaman liar. Padahal, tanaman ini berpotensi membawa manfaat besar bagi kesehatan apabila dikonsumsi.

Misalnya, tanaman mengkudu diklaim dapat membantu menurunkan kolesterol, menurunkan kadar gula darah, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Selain itu, tanaman kapulaga diyakini memiliki kadar antioksidan tinggi yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, menghangatkan badan, serta mencegah sembelit.

Temulawak bahkan telah diteliti dapat membantu pengobatan kanker, memiliki sifat antibakteri dan antijamur, serta membantu menjaga kesehatan hati, serta masih ada banyak khasiat yang dimiliki oleh tanaman Toga lainnya.

Terlebih, selain sebagai tanaman pelengkap obat-obatan, tanaman Toga juga dapat dijadikan tanaman hias. Keindahan tanaman ini berasal dari ragam bentuk dan warnanya, baik pada bagian daun, batang, maupun buah.

Sebab, fungsi estetikanya, tanaman Toga sering dimanfaatkan untuk memperindah pekarangan rumah serta membuatnya menjadi lebih asri. Maka, adanya taman ini memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin mencari informasi mengenai tanaman Toga.

“Dengan fungsi praktis dan fungsi estetikanya, Taman Toga Desa Sumberdem hadir sebagai pusat pembudidayaan tanaman Toga,” sambung Andika Bagus.

Lebih jaug, tak hanya sebagai obat-obatan, masyarakat desa Sumberdem telah mengembangkan pemanfaatan tanaman yang ada di taman Toga ini menjadi produk-produk olahan inovatif.

Misalnya, terdapat tanaman jahe yang diolah menjadi permen herbal. Selain itu, bunga rosella juga telah diolah menjadi produk teh, dodol, dan cemilan stick rosella oleh salah satu UMKM Desa Sumberdem yang sudah mempunyai skala produksi besar.

Pengembangan kreatif olahan tanaman Toga ini tentu saja dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar serta menambah nilai daya guna dari Taman Toga yang ada di Desa Sumberdem.

Melihat potensi besar yang dimiliki Taman Toga di Desa Sumberdem ini, akan sangat disayangkan jika Taman Toga yang sudah ada dibiarkan tidak terawat begitu saja.

“Taman Toga ini memang sudah lama gak terawat, Mas. Tamannya dulu aktif kalau memang sedang ada lomba atau ada pengunjung yang pesan mau lihat-lihat ke Taman Toga saja. Selebihnya ya seperti yang sampean lihat ini, tanamannya gak terawat. Kalau adik-adik KKN mau membersihkan, membenahi, ya alhamdulillah supaya tamannya jadi rapih dan bagus lagi,” tambah salah seorang pengurus Taman Toga di Desa Sumberdem.

Program pembersihan dan pemupukan tanaman Toga ini disambut baik oleh warga di Dusun Duren Gede. Pada pelaksanaannya, mahasiswa KKN mendapat bantuan dari penduduk setempat. Perlengkapan yang dibutuhkan pun juga banyak dipinjam dari warga sekitar.

Di tengah-tengah kegiatan, mahasiswa KKN bahkan mendapatkan kesempatan untuk mencicipi olahan tanaman Toga berupa teh daun mint yang dibuatkan oleh penduduk sekitar. Kegiatan berjalan dengan lancar dan Taman Toga pun menjadi lebih bersih, indah, dan rapi.

Usai program ini berakhir, diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh masyarakat setempat, khususnya warga dusun Duren Gede, agar lebih menyadari pentingnya kebersihan, perawatan, dan kelestarian Taman Toga.

Harapannya, masyarakat dapat melanjutkan kegiatan perawatan Taman Toga secara rutin dan berkala. Koleksi tanaman yang ada di Taman Togajuga dapat ditambah untuk membuat taman ini lebih menarik dan meningkatkan potensinya.

Termasuk, agar kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN UM ini dapat memberi manfaat bagi warga sekitar, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan, serta menginspirasi penduduk setempat untuk memelihara potensi desanya.

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: kkn umTanaman togaUMUniversitas Negeri Malang

Related Posts

Insentif Guru Swasta dan MI Kabupaten Malang Naik Jadi Rp1 Juta pada 2027?
Pendidikan

Insentif Guru Swasta dan MI Kabupaten Malang Naik Jadi Rp1 Juta pada 2027?

Sabtu, 17 Okt 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam
Advertorial

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam

Sabtu, 17 Okt 2026
Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda
Advertorial

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Jumat, 16 Okt 2026
UIN Malang - Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset
Advertorial

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Jumat, 16 Okt 2026
Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning

Jumat, 16 Okt 2026
Reuni Akbar UIN Malang tahun 2026 dilanjutkan dan pelantikan katan alumin. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

Reuni Akbar UIN Malang 2026, Merajut Ukhuwah Mengukir Inspirasi

Kamis, 15 Okt 2026
Next Post
imun tubuh

Kiat Kuatkan Imun Tubuh di Tengah Munculnya Berbagai Pandemi Baru

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.