Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Kamis (5/11/2026) itu menghadirkan CEO JANZZ Ltd Stefan Winzenried dari Zurich, Swiss, bersama Direktur PT JANZZ Teknologi Indonesia Hesti Aryani. UIN Maliki Malang diwakili Kepala Pusat Pengembangan Karier (CDC) Ahmad Ghozi.
Salah satu implementasi kerja sama tersebut adalah program CV Coaching dengan memanfaatkan platform digital berbasis AI yang dikembangkan JANZZ Ltd. Teknologi ini membantu memetakan dan mencocokkan profil keterampilan, kualifikasi, serta pengalaman kandidat dengan persyaratan pekerjaan yang tersedia.
Melalui pendekatan tersebut, CDC tidak hanya membantu mahasiswa menyusun CV secara profesional, tetapi juga mendorong mereka mengenali potensi diri dan menemukan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, kompetensi, serta aspirasi karier.
Teknologi AI untuk Pengembangan Karier Mahasiswa
Rangkaian kegiatan juga diisi workshop pengembangan karier yang diikuti sekitar 160 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UIN Maliki Malang.
Dalam sesi tersebut, Stefan Winzenried dan Hesti Aryani berbagi wawasan mengenai peluang kerja di dalam dan luar negeri. Mereka juga membahas pentingnya kemampuan bahasa dan etika profesional dalam menghadapi persaingan pasar kerja global.
Baca juga: Gerakan Sedekah Pohon Warnai FRESH 2.0 dan WALK UIN Maliki Malang
Para peserta memperoleh fasilitas registrasi gratis pada platform JANZZ serta sertifikat keikutsertaan workshop yang ditandatangani langsung CEO JANZZ Ltd Stefan Winzenried.
Selain itu, Lina Yulianti dari tim JANZZ memberikan coaching CV secara langsung kepada mahasiswa. Pendampingan tersebut meliputi penyusunan CV dan strategi menampilkan kompetensi agar lebih relevan dengan kebutuhan rekrutmen.
CDC Dampingi Mahasiswa hingga Dunia Profesional
Kepala CDC UIN Maliki Malang Ahmad Ghozi menegaskan, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen universitas untuk menghadirkan layanan karier yang lebih konkret bagi mahasiswa, khususnya mereka yang berada pada tingkat akhir perkuliahan.
CDC berupaya memastikan pendampingan mahasiswa tidak berhenti pada penyelesaian studi, tetapi berlanjut hingga mereka memasuki dunia profesional.
Baca juga: Ta’aruf Qur’ani ke-24 Diikuti 646 Mahasiswa UIN Maliki Malang
Melalui kemitraan ini, UIN Maliki Malang mendorong transformasi layanan karier yang lebih adaptif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada kebutuhan industri.
Harapannya, kesesuaian antara profil lulusan dan pekerjaan yang diminati semakin baik. Dengan demikian, proses transisi dari bangku kuliah menuju dunia kerja dapat berlangsung lebih cepat dan terarah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis UIN Maliki Malang
editor: jatmiko




































