Jumat, November 6, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

4 Profesor Baru UB Malang Hadirkan Inovasi Pertanian, Energi Hidrogen, dan Ketahanan Pangan

M Ulul Azmy by M Ulul Azmy
November 6, 2026 6:03 pm
in Pendidikan
4 Profesor Baru UB Malang Hadirkan Inovasi Pertanian, Energi Hidrogen, dan Ketahanan Pangan

Empat dari sembilan profesor baru UB yang akan dikukuhkan saat memaparkan gagasan ilmiahnya. Foto: Azmy.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter
Malang, Tugumalang.id – 4 Profesor Baru UB Malang membawa inovasi penelitian strategis di berbagai bidang, mulai dari rekayasa mikroba pertanian, teknologi energi hidrogen, pemuliaan tanaman, hingga adaptasi ekonomi sistem pangan. Mereka menjadi bagian dari sembilan profesor baru yang akan dikukuhkan Universitas Brawijaya (UB) sepanjang 2026.

Pengukuhan profesor baru ini menambah deretan pakar dan akademisi UB dalam menjawab tantangan perubahan iklim, krisis energi, dan ketahanan pangan nasional.

Salah satunya Prof. Luqman Qurata Aini, S.P., M.Si., Ph.D. yang dikukuhkan sebagai Profesor bidang Bakteriologi pada Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan. Ia menjadi profesor aktif ke-25 di fakultas tersebut, profesor aktif ke-261 di UB, dan profesor ke-461 sepanjang sejarah UB.

READ ALSO

Tim Dosen Polinema Kembangkan Timbangan Digital untuk Memantau Bobot Ikan Lele di Peternakan

Gelar Meet To The Expert Blok Kedokteran Haji 2026, FK Unisma Hadirkan Petugas Haji Indonesia

Dalam paparan ilmiahnya, ia memperkenalkan gagasan COMUSTO-PGPB (Consortium of Multi-Stress Tolerance Plant Growth-Promoting Bacteria). Gagasan ini memanfaatkan konsorsium bakteri indigenous (lokal) yang mampu memacu pertumbuhan tanaman sekaligus bertahan terhadap tekanan lingkungan.

”Dari eksplorasi di kawasan UB Forest Malang, Prof. Luqman menemukan 7 isolat bakteri unggulan yang terbukti bertahan pada pH 5–6, salinitas 5–15%, suhu ekstrem hingga 60°C, serta kondisi kekeringan simulasi PEG 15%,” ungkapnya.

Baca juga: 4 Profesor Baru UB Malang akan Dikukuhkan, Teliti Tahu hingga Teknologi Harvesting Energi Alternatif

Pengujian pada tanaman selada hidroponik menunjukkan peningkatan pertumbuhan dan kemampuan pertahanan tanaman terhadap serangan hama trips. Hasil tersebut terutama terlihat pada isolat UB-53 dan UB-54.4 Profesor Baru UB Malang Hadirkan Inovasi Pertanian, Energi Hidrogen, dan Ketahanan Pangan

Melalui pendekatan metagenomik dan metabolomik, penelitian itu juga mengidentifikasi 58 metabolit yang mengalami perubahan. Temuan tersebut menunjukkan potensi bakteri lokal dalam mendukung pertanian yang lebih sehat.

Inovasi ini menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat ketahanan tanaman melalui rekayasa ekologi agroekosistem. Penelitian tersebut berangkat dari tantangan pertanian, mulai perubahan iklim hingga penggunaan pupuk dan pestisida sintetis yang berpotensi mengganggu keseimbangan mikroorganisme tanah.

Temuan itu memberikan gambaran bahwa bakteri tidak hanya berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman, tetapi juga berkaitan dengan mekanisme metabolisme dan pertahanan tanaman dalam menghadapi tekanan lingkungan.

”Memang pengembangan ini masih memerlukan pengujian keamanan hayati, kompatibilitas antarbakteri, stabilitas formulasi, dan validasi di berbagai lokasi sebelum dapat diterapkan secara lebih luas,” pungkasnya.

Profesor kedua yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Ir. Purnami, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., dari Fakultas Teknik. Ia dikukuhkan sebagai Profesor bidang Energi Hidrogen. Prof. Purnami menjadi profesor aktif ke-36 di Fakultas Teknik, profesor aktif ke-262 di UB, serta profesor ke-462 sepanjang sejarah UB.

Dalam gagasan ilmiahnya, ia memperkenalkan kerangka AMI (Adaptive Multiphysics Intelligence). Inovasi ini dikembangkan untuk mendukung elektrolisis air, yakni proses pemisahan molekul air menjadi hidrogen sebagai sumber energi bersih masa depan.

Kerangka AMI menggabungkan medan magnet dinamis, fenomena fisik-mekanik, material berbasis karbon biomassa seperti sekam padi, serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) berbasis Double Deep Q-Network (DDQN).

“Dalam eksperimen kami, penggunaan medan magnet dinamis mampu menghasilkan produksi hidrogen hingga 23,1 mililiter H₂, meningkat signifikan dibanding medan magnet statis yang mencatatkan 12,1 mililiter H₂. Integrasi AI membantu sistem mempelajari penyesuaian operasi secara adaptif,” jelas Prof. Purnami.

Baca juga: Teliti Energi Baru hingga Taktik Perangi Mafia Kartel, 4 Profesor di UB Malang Dikukuhkan

Profesor ketiga berasal dari Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan, yakni Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc. Ia dikukuhkan sebagai Profesor bidang Pemuliaan Tanaman Pangan dan Semusim. Ia menjadi profesor aktif ke-263 di UB sekaligus profesor ke-463 sepanjang sejarah universitas tersebut.

Dalam paparan ilmiahnya, ia menawarkan solusi untuk menjawab ancaman perubahan iklim terhadap sektor pertanian. Ia merumuskan model SIGAP (Seleksi agro-morfo-fisiologis, Introgresi gen, Genostabilitas multisifat, Autentikasi molekuler, dan Penargetan lingkungan).

Model SIGAP mampu memangkas waktu siklus pemuliaan tanaman dengan memadukan pendekatan pemuliaan klasik dan genomik berbasis DNA.

Penerapan model tersebut pada tanaman melon menghasilkan tiga varietas hibrida (Gambar 3.3) yang telah memperoleh hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).

“Melalui model SIGAP, kami berhasil mengembangkan hibrida melon yang mampu beradaptasi di lingkungan dataran tinggi bersuhu rendah. Tiga varietas hibrida hasil riset ini telah mengantongi hak paten Perlindungan Varietas Tanaman (PVT),” terang Prof. Afifuddin.

Ke depan, model SIGAP berpotensi mempercepat kemajuan genetik dan mengarahkannya secara tepat ke lingkungan target yang terus berubah. Model ini juga diharapkan mendukung penyaluran varietas hingga ke petani.

Dengan demikian, SIGAP mempercepat proses dari pemanfaatan marka molekuler menuju varietas yang dilindungi dan benih yang dapat digunakan petani.

Profesor keempat adalah Prof. Hery Toiba, S.P., M.P., Ph.D. Ia dikukuhkan sebagai Profesor bidang Ekonomi Sistem Pangan pada Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan.

Ia menjadi profesor aktif ke-27 di fakultas tersebut, profesor aktif ke-264 di UB, serta profesor ke-464 sepanjang sejarah UB.

Dalam penelitiannya, Prof. Hery memaparkan gagasan Model SiMPaTI (SIsteM PAngan adapTIf) untuk membangun ketahanan pangan di tengah tantangan cuaca ekstrem dan gejolak harga pasar.

Menurut dia, selama ini kebijakan pangan masih bertumpu pada swasembada dan peningkatan produksi.

”Seolah-olah iklim selalu normal dan pelaku pangan hanya menunggu arahan. Jika dibiarkan, setiap guncangan iklim akan menggerus pendapatan, memperburuk gizi anak, dan menambah keluarga rentan,” bebernya.

Model tersebut bertumpu pada tiga pilar utama, yakni ketangguhan (resilience), kapasitas adaptif, dan agensi atau kebebasan memilih.

Gagasan utamanya adalah ketangguhan sistem pangan tidak hanya dibangun dari atas, tetapi juga tumbuh dari bawah melalui jutaan keputusan adaptif yang diambil pelaku pangan setiap hari.

Secara filosofis, model ini memandang ketangguhan sebagai hasil pilihan manusia, bukan semata-mata teknologi (ontologi). Pengetahuannya dibangun dari bukti lapangan yang diuji secara kausal (epistemologi), sedangkan manfaatnya diarahkan pada gizi dan kesejahteraan masyarakat (aksiologi).

Melalui model ini, ia ingin menggeser paradigma ketahanan pangan yang selama ini berfokus pada pendekatan top-down, seperti swasembada dan angka produksi, menjadi bottom-up. Pendekatan tersebut menitikberatkan kapasitas adaptif pelaku di lapangan, seperti petani, nelayan, dan peternak.

“Nama SiMPaTI dipilih dari kepedulian terhadap manusia di balik angka produksi. Ketangguhan sistem pangan tumbuh dari jutaan keputusan adaptif harian pelaku pangan, baik saat menggeser jadwal tanam atau menyesuaikan mata pencaharian,” kata dia.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

redaktur: jatmiko

 

Tags: bakteri lokalenergi hidrogenketahanan panganmalangpemuliaan tanamanpenelitian UBprofesor baru UBUB Malanguniversitas brawijaya

Related Posts

Tim Dosen Polinema Kembangkan Timbangan Digital untuk Memantau Bobot Ikan Lele di Peternakan
Pendidikan

Tim Dosen Polinema Kembangkan Timbangan Digital untuk Memantau Bobot Ikan Lele di Peternakan

Jumat, 6 Nov 2026
Gelar Meet To The Expert Blok Kedokteran Haji 2026, FK Unisma Hadirkan Petugas Haji Indonesia
Pendidikan

Gelar Meet To The Expert Blok Kedokteran Haji 2026, FK Unisma Hadirkan Petugas Haji Indonesia

Jumat, 6 Nov 2026
UIN Maliki Malang Bangun Jejaring Strategis dengan Para Duta Besar Negara Sahabat
Pendidikan

UIN Malang Bangun Jejaring Strategis dengan Para Duta Besar Negara Sahabat

Jumat, 6 Nov 2026
Dorong Transformasi Pengajaran Bahasa Inggris Lewat Teknologi dan Eco-ELT, Unisma Gelar ICON-ELT 2026
Pendidikan

Dorong Transformasi Pengajaran Bahasa Inggris Lewat Teknologi dan Eco-ELT, Unisma Gelar ICON-ELT 2026

Kamis, 5 Nov 2026
Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si apresiasi prestasi UIN Malang tembus posisi tiga terbaik PTKIN terbaik di Indonesia versi QS WUR 2027 untuk kategori Rank by Indicator. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

UIN Malang Tembus Tiga Besar PTKIN Terbaik Nasional Versi QS WUR 2027, Prof. Ilfi: Amanah Terus Bertumbuh

Kamis, 5 Nov 2026
Perkuat Kerja Sama, Fakultas Psikologi UIN Malang Tandatangani MoA bersama Dinas Psikologi TNI AL
Pendidikan

Perkuat Kerja Sama, Fakultas Psikologi UIN Malang Tandatangani MoA bersama Dinas Psikologi TNI AL

Kamis, 5 Nov 2026
Next Post
Revitalisasi Bendungan Sutami Disiapkan Hadapi Krisis Iklim Ekstrem

Revitalisasi Bendungan Sutami Disiapkan Hadapi Krisis Iklim Ekstrem

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.