Tugumalang.id – Investasi emas kini semakin mudah dijangkau masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa dan generasi muda. Melalui layanan Tabungan Emas, Pegadaian memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mulai memiliki emas dengan nominal terjangkau, bahkan cukup menyisihkan uang Rp10 ribu.
Kemudahan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengenalkan investasi sejak dini, terutama kepada generasi muda yang mulai memiliki kesadaran mengelola keuangan. Tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar, masyarakat bisa mengumpulkan emas secara bertahap sesuai kemampuan finansial.
Kepala Pegadaian Cabang Malang, Mulyono Edy Susanto, mengatakan Tabungan Emas menjadi salah satu layanan yang banyak diminati anak muda. Terlebih, karakter generasi saat ini cenderung menyukai layanan keuangan berbasis digital yang praktis dan fleksibel.
Baca Juga: Program Cicilan Emas dan Tabungan Emas Pegadaian Cabang Blimbing Dapat Antusiasme Tinggi dari Masyarakat
Menurutnya, pendekatan edukasi investasi juga perlu menyesuaikan karakter masing masing kelompok masyarakat. Jika kalangan tertentu lebih tertarik memiliki emas secara fisik, mahasiswa umumnya lebih menyukai kemudahan transaksi digital melalui Tring by Pegadaian untuk mengakses layanan Tabungan Emas.
“Kalau mahasiswa, sukanya kan digital itu, kan ada tabungan emas itu. Jadi memang banyak yang buka tabungab emas lewat aplikasi Tring by Pegadaian,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Pegadaian Malang memiliki produk tabungan emas yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki emas batangan bersertifikat resmi melalui skema cicilan yang lebih ringan. Ukurannya beragam, mulai dari 10 gram, 50 gram, 100 gram, 500 gram hingga 1.000 gram.
Nasabah juga dapat menyesuaikan tenor cicilan sesuai kemampuan dengan pilihan mulai 6 hingga 60 bulan. Untuk mempermudah pelayanan, transaksinya juga dapat dilakukan melalui aplikasi Tring by Pegadaian ataupun outlet Pegadaian di Malang.
Tak hanya menabung secara bertahap, Pegadaian juga menyediakan skema pembiayaan Tabungan Emas yang memungkinkan nasabah memiliki target gramasi tertentu melalui pembayaran uang muka dan angsuran. Skema ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin merencanakan kepemilikan emas tanpa harus membayar seluruh nilainya di awal.
Baca Juga: Trend Tabungan Emas di BRIMO Semakin Diminati
Mulyono mencontohkan, seseorang yang ingin memiliki emas sebanyak 100 gram dapat memanfaatkan skema cicilan dengan membayar uang muka sebesar 15 persen. Setelah memenuhi ketentuan transaksi, kepemilikan emas sesuai gramasi yang disepakati sudah tercatat dalam rekening, sementara sisa pembayarannya dilunasi melalui angsuran.
“Seandainya saya ingin memiliki tabungan dengan nominal gramasi 100 gram, saya harus bayar DP 15 persen, dan hari ini juga itu sudah ada di rekening 100 gram. Padahal saya enggak beli tunai ini, saya cicil, bayar DP 15 persen, sisanya ini saya saya angsur,” jelasnya.
Menurutnya, skema tersebut bisa menjadi alternatif bagi mahasiswa yang ingin berinvestasi dengan pola pembayaran berkala. Namun, masyarakat tetap perlu memahami ketentuan cicilan, kewajiban angsuran, serta kemampuan keuangan sebelum memilih skema tersebut.
Minat generasi muda terhadap Tabungan Emas di Malang pun disebut mengalami peningkatan signifikan. Salah satu faktor pendorongnya adalah kegiatan literasi yang rutin dilakukan Pegadaian, termasuk menyasar lingkungan kampus dan mahasiswa baru.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada konsep investasi emas, mekanisme menabung, hingga kemudahan layanan yang tersedia. Edukasi ini sekaligus membuka wawasan bahwa investasi tidak selalu identik dengan modal besar.
“Ya banyak yang tabungan emas, dia suka,” ungkap Mulyono saat menjelaskan kecenderungan mahasiswa memilih layanan tersebut.
Ia menambahkan, tidak sedikit mahasiswa yang awalnya belum mengetahui keberadaan Tabungan Emas akhirnya tertarik setelah mengikuti sesi edukasi dan tanya jawab. Bahkan, untuk mulai menabung secara reguler, masyarakat tidak harus menggunakan skema cicilan karena setoran mulai Rp 10 ribu sudah dapat dikonversikan menjadi saldo emas.
“Jadi dengan Rp 10 ribu, masyarakat bisa berkesempatan memiliki emas,” ujarnya.
Dengan nominal awal yang terjangkau, Tabungan Emas dapat menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda untuk membangun kebiasaan menyisihkan uang dan mengenal investasi sejak dini. Meski demikian, calon nasabah tetap perlu memahami biaya transaksi, ketentuan layanan, serta risiko perubahan harga emas sebelum memutuskan berinvestasi.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil XII Surabaya Ahmad Zaenudin menekankan bahwa perencanaan keuangan yang baik akan membantu finansial yang stabil ke depannya.
“Perencanaan yang baik dalam mengelola uang akan memberikan kestabilan finansial di masa depan,” katanya.
Sebagai informasi, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy yakni Deputy bisnis area Surabaya 1, Deputy bisnis area Surabaya 2, Deputy bisnis area Pemekasan, Deputy Bisnis area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember. Total, ada 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A





































