Tugumalang.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) kembali dipercaya pemerintah pusat untuk menggarap penataan ruang wilayah daerah.
Lewat bantuan teknis (Bantek) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), tim ahli dari kampus teknik terkemuka di Jawa Timur ini diterjunkan langsung untuk menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di dua kabupaten di Pulau Madura, yaitu Sumenep dan Pamekasan.

Pekerjaan maraton ini diawali lewat gelaran Konsultasi Publik 1 dan Focus Group Discussion (FGD) 1 di Sumenep dan berlanjut untuk wilayah Pamekasan pada pertengahan Oktober 2026 lalu.
Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Gandeng ITN Malang Susun RDTR Kabupaten Kuningan
Forum ini digelar untuk menyepakati deliniasi wilayah perencanaan sekaligus memetakan isu-isu pembangunan berkelanjutan yang paling mendesak di kawasan pesisir Madura.
Ketua Tim Penyusun RDTR ITN Malang, Dr. Ir. Ibnu Sasongko, MT., menjelaskan, proyek Bantek tahun ini memang terbilang menantang karena tenggat waktu yang terhitung singkat. Timnya hanya memiliki durasi tiga bulan untuk menuntaskan paket komplit dokumen perencanaan tersebut.
“Bisa dibilang ini paket komplit, dari mulai menyusun tata ruangnya, penyesuaian peta dengan arahan Badan Informasi Geospasial (BIG), sampai penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Karena waktunya cukup mepet, target tahun ini kami kejar sampai draft materi teknis, rancangan peraturan daerah, dan dokumen rekomendasi KLHS,” tutur Ibnu saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Dosen dan Alumni PWK ITN Malang Dilibatkan KKP Kawal Evaluasi Tata Ruang Teluk Bone dan Sulsel
Empat kecamatan di pesisir Madura menjadi fokus perhatian tim ahli ITN Malang. Untuk Kabupaten Sumenep, penataan difokuskan pada Kecamatan Batang-Batang dan Talango. Sementara di Kabupaten Pamekasan, wilayah yang digarap mencakup Kecamatan Tlanakan dan Pasean.
Menurut Ibnu, keempat wilayah tersebut mempunyai karakteristik unik sebagai kawasan pesisir yang menyimpan potensi ekonomi besar, mulai dari sektor perikanan, tambak udang, hingga pariwisata bahari.
“Wilayah seperti Batang-Batang kita arahkan untuk menopang pengembangan kawasan utara Sumenep. Sementara Talango, yang letaknya menyeberangi Kalianget, diproyeksikan jadi pusat pertumbuhan baru yang melayani kebutuhan satu pulau penuh. Apalagi di dekatnya ada destinasi wisata Gili Labak yang lagi hits, jadi tata ruangnya harus benar-benar siap menampung lonjakan kunjungan,” jelas dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S-1 ITN Malang ini.
Sedangkan di Pamekasan, kawasan Tlanakan dan Pasean difokuskan untuk pengembangan sektor perikanan tangkap serta penyiapan lahan industri baru agar potensi pesisir selatan dan utara daerah tersebut bisa terolah maksimal.
Diungkapkan Ibnu, saat ini progres pekerjaan tim sudah menembus angka 40 persen. Proses survei lapangan dan pengumpulan data primer telah rampung, lalu berlanjut ke tahap klarifikasi, sistematika data, serta analisis perkembangan wilayah.
Mengingat waktu pengerjaan yang serba cepat, ITN Malang membentuk tim lintas disiplin yang melibatkan pakar dari PWK, Arsitektur untuk desain kawasan, Teknik Geodesi untuk pemetaan GIS dan verifikasi data spasial, serta Teknik Lingkungan dan Teknik Sipil. Pengerjaan di lapangan juga diperkuat oleh para alumni lintas angkatan serta tenaga lokal dari dinas setempat.
“Kami tidak menerjunkan mahasiswa untuk survei kali ini. Jadi kami maksimalkan tenaga ahli kampus, alumni, dan dibantu rekan-rekan lokal di PUPR Pemda setempat yang paham betul seluk-beluk medannya,” kata Ibnu.
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah daerah setempat. Pembukaan FGD di Sumenep dihadiri langsung oleh Asisten 2 dan jajaran Dinas PUPR, sementara di Pamekasan dibuka resmi oleh Kepala Dinas PUPR beserta jajaran kabid dan kasi.
Langkah nyata ITN Malang ini menjadi bukti bagaimana peran kampus berdampak hadir memberi solusi riil bagi pembangunan daerah.
“Harapan kami tentu bisa menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu dengan kualitas dokumen yang memuaskan. Ini sekaligus bukti keahlian akademis kampus ITN yang sanggup bersinergi dan bersaing sehat dengan perguruan tinggi besar lainnya di Jawa Timur,” pungkas Ibnu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
Editor: Herlinto. A






































