Tugumalang.id Di era digital, produk yang hebat tidak cukup hanya berkualitas. Ia harus dikenal, dipercaya, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Berangkat dari semangat tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Malang menghadirkan program DWP Berdaya melalui Pelatihan Digital Marketing untuk Penguatan Kewirausahaan Pondok Pesantren, Kamis (29/10/2026), di Pondok Pesantren Al Hayatul Islamiyah, Kedungkandang, Kota Malang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan HUT DWP ke-27 dan Hari Ibu ke-98, sekaligus wujud nyata komitmen DWP dalam memperkuat kapasitas perempuan dan mendorong kemandirian ekonomi berbasis pesantren.
Baca Juga: FEB UB Gelar Open House 2026, Sambut Mahasiswa Baru dengan Alumni Inspiratif
Pelatihan diikuti oleh pengurus dan anggota DWP UIN Malang serta para santri Pondok Pesantren Al Hayatul Islamiyah.
Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas pemasaran, memperkuat promosi produk, dan mengembangkan potensi kewirausahaan pesantren.
Ketua DWP UIN Maliki Malang, Ny. Layyinah Basri, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberdayaan harus diwujudkan melalui keterampilan, pengetahuan, dan aksi nyata.

“Perempuan yang berdaya melahirkan perubahan. Generasi yang sehat dan cerdas menentukan masa depan. Dan perubahan besar selalu dimulai dari langkah nyata hari ini,” kata Ny. Layyinah Basri.
Menurutnya, pondok pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mengembangkan kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan.
Baca Juga: Mahasiswa UIN Malang Raih Juara 2 Kompetisi Gemerlap 2026
Penguasaan digital marketing menjadi salah satu langkah strategis agar produk dan usaha yang dikembangkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh materi mengenai strategi pemasaran digital, pembuatan konten, fotografi produk, penulisan caption promosi, serta pengelolaan media sosial. Materi tersebut diharapkan menjadi bekal praktis bagi peserta untuk memperkenalkan produk secara lebih kreatif, efektif, dan kompetitif.
Kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara DWP, lingkungan pesantren, dan mitra terkait dalam menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, penguatan kapasitas perempuan dan pengembangan potensi ekonomi pesantren diharapkan dapat berjalan beriringan.
DWP Berdaya bukan sekadar pelatihan, melainkan langkah untuk mengubah potensi menjadi peluang dan keterampilan menjadi kemandirian.
Semangat ini menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital.
Melalui rangkaian peringatan HUT DWP ke-27, DWP UIN Maliki Malang terus mendorong lahirnya perempuan yang berkarakter, berdaya, dan inspiratif.
Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diterapkan dalam aktivitas kewirausahaan sehingga memberikan manfaat nyata bagi pesantren, keluarga, dan masyarakat.
Dari pesantren, potensi dikembangkan. Melalui teknologi, peluang diperluas. Bersama DWP Berdaya, kemandirian ekonomi diwujudkan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis DWP UIN Maliki Malang
Editor: Herlianto. A






































