Malang, Tugumalang.id – Rentetan hasil kurang memuaskan yang diterima Arema FC di beberapa laga kompetisi BRI Super League 2026/2027. Membuat manajemen tim berlogo singa mengepal itu mengambil keputusan untuk berpisah dengan sang pelatih, Marcos Santos.
Kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta di laga terakhir ditengarai menjadi alasan manajemen tim untuk mengevaluasi kinerja tim.
Langkah tegas ini diambil manajemen guna menyelamatkan arah perjalanan klub dan mengembalikan performa tim di musim ini.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menjelaskan bahwa keputusan yang diambil oleh manajemen tim dilakukan secara profesional dan demi merespons dinamika tim, serta memberikan penyegaran taktis secepatnya.
“Keputusan ini tentu tidak mudah, apalagi ini merupakan musim kedua bagi Coach Marcos Santos yang sebenarnya dinilai sangat mengenal karakter sepak bola Indonesia,” kata Yusrinal dilansir dari laman resmi klub, Sabtu (24/10/2026).
“Namun, lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang refreshment baru. Manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan sekaligus mengakhiri kerja sama secara profesional demi kebaikan bersama” imbuhnya.
Baca juga: Arema FC Kalah Telak dari Persija, Marcos Santos Minta Maaf ke Suporter
Berikut ini beberapa fakta menarik seputar Marcos Santos yang resmi mengakhiri kebersamaannya bersama tim berjuluk Singo Edan di kompetisi BRI Super League 2026/2027.
Fakta Menarik Marcos Santos
1. Kekalahan Telak dari Persija
Pada pertandingan terakhir, Arema FC menerima kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta dalam lanjutan pekan ke-6 BRI Super League 2026/2027. Kekalahan tersebut memperpanjang catatan minor Arema yang tak pernah menang di lima laga terakhir, sekaligus menjadi kekalahan kedua musim ini.
Hasil buruk tersebut membuat manajemen tim bergerak mengambil langkah cepat dengan mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos. Keputusan ini diambil untuk mendongkrak performa tim di sisa kompetisi musim ini.
2. Tren Negatif Lima Laga Tanpa Kemenangan
Sempat tampil meyakinkan saat menggilas tim promosi, Isen Mulang Kalteng FC dengan skor 4-0. Perlahan penampilan Arema FC justru jauh dari harapan. Alih-alih meramaikan persaingan di papan atas, Johan Alfarizi dkk justru hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan dua kekalahan.
Imbas dari performa buruk tersebut, Marcos Santos mendapat sorotan dan kritikan tajam dari suporter dan diminta untuk segera mundur dari kursi pelatih kepala tim.
3. Pelatih Keempat yang diberhentikan
Marcos Santos menjadi pelatih keempat yang harus meninggalkan posisinya di BRI Super League 2026/2027 yang belum memasuki pertengahan musim. Sebelum Marcos ada beberapa pelatih yang sudah lebih dulu didepak oleh timnya.
Beberapa pelatih yang mengalami pemecatan di awal musim ini yakni Juan Cortes dan Mario Lemos yang sama-sama diberhentikan Persijap Jepara. Kemudian ada nama Jean Paul van Gastel yang harus mengakhiri kerja sama dengan PSIM Yogyakarta di musim keduanya.
Baca juga: Telan Kekalahan, Marcos Santos Sebut Lini Pertahanan Arema FC Hilang Fokus
4. Pengalaman Panjang di Sepak Bola Brasil
Sebelum menangani Arema FC sejak musim lalu, pelatih bernama lengkap Marquinhos Santos itu memiliki rekam jejak kepelatihan yang cukup panjang di Brasil. Ia tercatat pernah menukangi klub-klub elite Brasil, seperti Coritiba, Chapecoense, Ceará SC, hingga Juventude.
5. Manajemen Tunjuk Andre Caldas sebagai Pelatih Interim
Untuk mengisi kekosongan posisi pelatih kepala sembari berburu juru taktik anyar, manajemen Arema FC menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim. Sebelumnya ia merupakan asisten Marcos dan kini dipercaya memimpin dan meracik strategi tim.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































