Malang, Tugumalang.id – Terminal Arjosari Tipe C dinilai strategis menjadi titik keberangkatan dan tujuan (origin destination/OD) Bus Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya. Selain memudahkan akses penumpang dari berbagai daerah, terminal tersebut berpotensi menjadi simpul integrasi transportasi di Kota Malang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, Terminal Arjosari merupakan kawasan strategis karena memiliki terminal Tipe A yang melayani angkutan antarkota dan antarprovinsi. Selain itu, terdapat Terminal Arjosari Tipe C yang memfasilitasi operasional angkutan umum dalam kota.
“Terminal Arjosari merupakan pusat atau hub penghubung untuk seluruh moda transportasi. Ini menjadi ideal sebagai origin destination (OD) bus Trans Jatim Koridor 2,” kata Widjaja, Jumat (23/10/2026).
Keberadaan Bus Trans Jatim di Terminal Arjosari memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah melanjutkan perjalanan ke wilayah Malang Raya. Dengan begitu, konektivitas transportasi di kawasan tersebut diharapkan semakin mudah diakses.
“Jadi titik keberangkatan paling ideal ya di Terminal Arjosari Tipe C,” ungkapnya.

Widjaja menegaskan, usulan tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan. Mulai teori transportasi, kondisi lapangan, hasil survei Forum Independen Pengawas Transportasi, hingga respons masyarakat terhadap Bus Trans Jatim.
“Keberadaan Trans Jatim merupakan suatu kebutuhan mutlak bagi masyarakat pengguna transportasi,” ujarnya.
“Tetapi nanti finalnya tentu keputusannya ada di Provinsi Jatim,” imbuhnya.
Baca juga: Hasil Survei: 90 Persen Warga Setuju Operasional Bus Trans Jatim Koridor 2, Angkot Feeder Jadi Usulan
Meski mendukung usulan tersebut, pihaknya tidak mengabaikan keberadaan angkutan kota (angkot) yang berpotensi terdampak operasional Bus Trans Jatim. Sejumlah skema pemberdayaan dan kompensasi telah disiapkan.
Skema itu meliputi pemberdayaan pengemudi angkot menjadi sopir Trans Jatim, kompensasi melalui program angkutan pelajar gratis, BPJS, subsidi pajak angkutan, hingga pemanfaatan angkot sebagai angkutan pengumpan atau feeder.
“Jadi ada lima kompensasi yang diberikan kepada pengemudi angkutan umum,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Organda Kota dan Kabupaten Malang Purwono menilai Terminal Arjosari Tipe C cukup strategis menjadi salah satu titik keberangkatan Bus Trans Jatim.
“Kita harus melihat juga dari sisi kepentingan masyarakat umum. Memang banyak saran masukan masyarakat yang intinya supaya integrasi itu nyambung di Terminal Arjosari Tipe C,” ungkapnya.
Baca juga: Trans Jatim Koridor 2 Lewati Bululawang dan Gondanglegi
Purwono berharap masuknya Bus Trans Jatim Koridor 2 ke kawasan Terminal Arjosari diiringi perbaikan Terminal Arjosari Tipe C yang saat ini dinilai terbengkalai.
“Harapan kami ketika bus Trans Jatim masuk, bisa memberikan warna baru, menjadi lebih baik, kemudian situasinya hidup. Tetapi teman teman angkot yang kesulitan juga diperhatikan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































