Malang, Tugumalang.id – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat membatalkan rencana retreat bagi seluruh kepala sekolah SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, se-Kota Malang. Keputusan itu menyusul kritik dari berbagai elemen masyarakat, mulai akademisi hingga legislatif, termasuk fraksi partai pendukungnya.
Rencana retreat tersebut digagas setelah kasus dugaan kekerasan fisik yang dilakukan kepala sekolah SMPN 18 Malang mencuat. Di tengah ramainya kasus itu, Pemkot Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) langsung mencopot kepala sekolah tersebut. Sejumlah orang tua siswa juga melaporkan kasus itu ke Polresta Malang Kota.
Baca juga: Wali Kota Malang Pastikan Inspektorat Dampingi Legalitas Lahan Relokasi Pasar Gadang
Kasus tersebut memicu perbincangan mengenai status Kota Malang sebagai kota pendidikan. Dorongan untuk mengevaluasi dunia pendidikan pun menguat setelah kasus itu mencuat. Pemkot Malang kemudian menggagas retreat bagi seluruh kepala sekolah di Kota Malang.
Namun, rencana itu justru menuai kritik karena dinilai membuang-buang anggaran. Sebab, retreat sehari tersebut dianggarkan sebesar Rp 300 juta di tengah terbatasnya anggaran beasiswa.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan retreat tersebut tidak jadi dilaksanakan. Ia mengaku telah menginstruksikan Kepala Disdikbud Kota Malang untuk membatalkan agenda itu.
“Enggak (jadi), saya sudah bilang jangan. Udah mulai awal awal, cuma ramai aja di media, saya sudah ngomong, manggil pak kepala dinas, jangan dilaksanakan,” ucapnya, Selasa (20/10/2026).
Baca juga: Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan
Wahyu mengatakan, evaluasi pendidikan akan dilakukan melalui pembinaan. Pelaksanaannya menyesuaikan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Ya sesuai dengan di DPA-nya. Jadi itu hanya capacity building, peningkatan kemampuan,” ujarnya.
“Jadi ini adalah memang kegiatan yang dilaksanakan oleh OPD. Nanti ada program peningkatan kapasitas, itu saja,” imbuhnya.
Wahyu memastikan evaluasi pendidikan di Kota Malang tetap berjalan. Namun, evaluasi tidak dilakukan melalui retreat, melainkan lewat kegiatan berkala yang dinilai lebih efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko


































