Malang, Tugumalang.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperkuat kerja sama di bidang pembangunan daerah. Kolaborasi tersebut membuahkan hasil, salah satunya keberhasilan Manggarai Timur memperoleh program nasional penanganan kawasan kumuh pada 2026.
Komitmen kerja sama itu dibahas dalam kunjungan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur di Ruang Rapat Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) Kampus 1 ITN Malang, Kamis (15/10/2026).
Rombongan dipimpin Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur Ferdinandus Mbembok, ST. Ia didampingi Kabid Perumahan Albertus Niru, S.KM., Kabid Sumber Daya Air Hironimus Namu, ST., serta jajaran staf. Mereka diterima Wakil Rektor 2 ITN Malang Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT., dan Wakil Rektor 3 Dr. Hardianto, ST., MT.
Bagi Ferdinandus, pertemuan dengan ITN Malang memiliki arti tersendiri. Sebagai alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) angkatan 2000, ia mengenal kultur akademik dan kualitas keahlian yang dimiliki kampus tersebut.
“Kerja sama dengan ITN Malang sebenarnya sudah terjalin lama, bahkan sebelum saya menjabat di dinas. Rekam jejak kinerjanya sangat profesional, responsif, dan akuntabel seperti korporasi. Saya paham betul standar dan kualitas keluarannya karena pernah menempa ilmu di sini, sehingga memperkuat keyakinan kami atas kapasitas akademis ITN Malang,” ujar Ferdinandus.
Baca juga: ITN Malang Siapkan Kawasan Industri Baru di Pasuruan
Ia juga mengapresiasi respons ITN Malang ketika bencana melanda wilayahnya beberapa waktu lalu. Menurut dia, kampus tersebut menjadi pihak pertama yang memberikan bantuan pada masa tanggap darurat.
“Saat masa tanggap darurat tiga hari pertama, kampus yang pertama kali hadir membantu bukan dari mana-mana, tapi dari ITN Malang. Ketika akses air bersih putus, mobil tangki hadir di lokasi rawan. Kontribusi ini luar biasa dan kami sangat merasakan kehadiran ITN Malang,” tambahnya.
Kerja sama penanganan kawasan kumuh
Kemitraan ITN Malang dan Pemkab Manggarai Timur telah menghasilkan sejumlah program yang berdampak bagi masyarakat. Salah satunya penanganan kawasan permukiman kumuh melalui penyusunan dokumen Detail Engineering Design (DED) serta Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKP).
Kabid Perumahan Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur Albertus Niru, S.KM., mengatakan, kerja sama teknis yang terjalin sejak 2023 tersebut membantu daerahnya memperoleh program nasional penanganan kawasan kumuh pada 2026.
“Kami jujur sangat berterima kasih dengan adanya kerja sama dengan ITN. Komunikasi kami terjalin sangat bagus, sehingga terbukti kemarin untuk program nasional Kawasan Kumuh, Manggarai Timur menjadi satu-satunya daerah di NTT yang mendapatkannya di tahun 2026. Hal itu salah satunya berkat bantuan penyusunan dokumen review DED dari teman-teman ITN Malang,” ungkap Albertus.
Keberhasilan tersebut mendorong Dinas PUPR Manggarai Timur menyiapkan kerja sama lanjutan untuk usulan anggaran 2027. Salah satu rencananya adalah menyusun basis data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berbasis spasial, lengkap dengan titik koordinat dan integrasi Web-GIS.
“Untuk menangkap peluang program prioritas nasional 3 juta rumah dari pemerintah pusat, kami di bidang perumahan sedang mengusulkan penyusunan database RTLH. Supaya data rumah tidak layak huni di Manggarai Timur semakin rapi dan akurat, kami berencana membangunnya dalam satu sistem website yang dilengkapi titik koordinat,” jelas Albertus.
Baca juga: ITN Malang Kawal Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Wisata dan Akses Perkantoran di Mahakam Ulu
Ia berharap ITN Malang kembali terlibat dalam penyusunan basis data tersebut, mulai pendampingan konsep kegiatan hingga estimasi anggaran.
“Harapan kami tentu bisa kembali bekerja sama dengan ITN Malang, mulai dari pendampingan penyusunan konsep kegiatan hingga estimasi penganggarannya, sehingga dapat memberikan gambaran utuh saat dikawal ke legislatif,” tambahnya.
ITN Malang siapkan program S2 PWK
Mewakili Rektor ITN Malang, Wakil Rektor 2 Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT., mengapresiasi kepercayaan Pemkab Manggarai Timur terhadap kampusnya. Ia menilai, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan di lapangan merupakan wujud kampus berdampak yang menghadirkan solusi bagi persoalan nyata di daerah.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengabdi di lapangan. Kampus itu tidak akan bisa maju kalau tidak ada tantangan riil. Melalui kolaborasi ini, riset dan kepakaran kami di ITN Malang benar-benar bisa memberikan manfaat nyata untuk pelayanan publik,” tutur Nusa.
Wakil Rektor 3 ITN Malang Dr. Hardianto, ST., MT., juga menyambut peluang kerja sama lanjutan tersebut. Ia sekaligus menyampaikan rencana pembukaan program pascasarjana baru di kampusnya.
“Sebentar lagi ITN Malang akan membuka Program S2 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) yang fleksibel. Ini bisa jadi kesempatan bagus buat teman-teman di daerah untuk melanjutkan studi. Berbagai riset dan perencanaan teknis di bidang infrastruktur, teknik sipil, hingga lingkungan ke depan tentu siap kami kawal bersama,” ujar Hardianto.
Pertemuan tersebut ditutup dengan diskusi teknis antartim ahli untuk memetakan potensi kerja sama pembangunan infrastruktur di Kabupaten Manggarai Timur pada 2027.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
editor: jatmiko

































