Bekasi, Tugumalang.id – Mensos Gus Ipul mengatakan, Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mempertajam implementasi program tahun 2026 sekaligus mengonsolidasikan rencana kerja 2027 sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto.
“Pertama, datanya makin akurat, sasaran (bansos)-nya makin tepat, dan penyelenggaraan yang semakin baik untuk sekolah rakyat. Tiga ini adalah mandat strategis Presiden yang terus kita matangkan supaya dampaknya juga makin nyata untuk masyarakat,” ujarnya.
Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul, didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, saat memberikan arahan dalam kegiatan Konsolidasi Kinerja SDM Aparatur Kementerian Sosial dalam Pelaksanaan Program Tahun 2026 dan Rencana Program Tahun 2027 di Grand Ballroom Four Points Bekasi, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026).
Selain program prioritas Presiden, Gus Ipul melanjutkan, rumusan program kerja Kemensos harus mengacu pada amanat konstitusi, Undang-Undang Kesejahteraan Sosial, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dan Rencana Strategis (Renstra).
Cara kerja yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan juga menjadi hal penting. Seluruh pelaksanaan program harus memiliki ukuran yang jelas.
Terarah berarti setiap kegiatan dan program menuju satu tujuan, yakni graduasi. Terpadu berarti berbasis pada satu data, satu perencanaan, dan satu evaluasi tanpa ego sektoral. Sementara itu, keberlanjutan diperlukan agar pelaksanaan program tidak berhenti di tengah jalan.
Ketiga hal tersebut harus berjalan beriringan dengan pengawalan masing-masing direktorat, yakni Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Rehabilitasi Sosial (Rehsos), serta Pemberdayaan Sosial (Dayasos). Pelaksanaannya juga didukung manajerial Sekretariat Jenderal dan pengawasan Inspektorat Jenderal.
“Kalau sudah terukur, sudah terarah, sudah terpadu, sudah berkelanjutan, tinggal implementasi kita, konsistensi kita saja terhadap pelaksanaan di perencanaan supaya proses bisnis selesai,” jelasnya.
Gus Ipul mencontohkan, bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) harus berlanjut ke program pemberdayaan agar penerima manfaat pada akhirnya benar-benar mandiri. Penerima manfaat tidak boleh hanya menerima bantuan, kemudian ditinggalkan tanpa proses pendampingan.
Dengan mengacu pada mandat utama, pola kerja, dan indikator hasil yang terukur, Gus Ipul yakin akan ada perubahan nyata dalam kecepatan kerja, kualitas keputusan, ketertiban administrasi, dan pelayanan kepada masyarakat.
Kecepatan kerja, misalnya, akan mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat waktu. Bantuan ATENSI juga diharapkan terdistribusi sesuai perencanaan sehingga tidak menumpuk pada akhir tahun.
“Saya mohon ini momentum kita untuk bekerja, bergerak, dan berdampak,” tuturnya.
Baca juga: Mensos Gus Ipul Ajak RT/RW Semarang Jadi Agen Perlinsos, 8.675 Keluarga Terdaftar
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kemensos M. Hasan Chabibie melaporkan bahwa rumusan pelaksanaan program dan berbagai kendala yang dihadapi telah berhasil diinventarisasi. Hasilnya menjadi dasar untuk mempercepat implementasi program pada akhir tahun ini sekaligus menyempurnakan rencana kerja 2027.
Terkait anggaran yang belum terserap, Kemensos akan mempercepat realisasi anggaran dengan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian dan kualitas pengeluaran. Proses tersebut akan didampingi Inspektorat Jenderal.
“Nanti per masing-masing eselon I akan mengumpulkan persoalan-persoalan utama yang dalam waktu dekat harus diselesaikan untuk kemudian nanti sekaligus menjadi baseline untuk pelaksanaan tahun 2027,” katanya.
Baca juga: Mensos Gus Ipul Ajak Ribuan Pilar Sosial Sulsel Jadi Agen Perlinsos
Hasan juga melaporkan bahwa Kemensos telah menyelesaikan laman decision support system yang dapat diakses secara real time. Sistem ini diharapkan memudahkan pemantauan dan pengambilan keputusan terkait program-program utama Kemensos secara keseluruhan.
“Saya sampaikan pada kesempatan hari ini laman ini sudah jadi Pak Menteri dan Pak Wamen, jadi nanti ini adalah rangkuman dari banyak sekali indikator utama dengan data-data yang ada di Kemensos, kami kumpulkan menjadi satu, mulai penerima manfaat, realisasi anggaran, capaian kinerja, program, kemudian pelaksanaan termasuk program Perlinsos yang hari ini sedang dikerahkan, sehingga bisa kita pantau setiap hari pergerakannya berapa juta penambahannya, programnya sudah jadi,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri staf ahli menteri, staf khusus menteri, tenaga ahli menteri, serta jajaran unit kerja eselon I, II, dan III Kemensos.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: rilis Kemensos RI
editor: jatmiko

































