Malang, Tugumalang.id – Sejumlah SPBU di Kota Malang mengalami kekosongan stok BBM dalam beberapa pekan terakhir. Meski Pertamina menyatakan pasokan terjaga, SPBU kehabisan BBM dan antrean kendaraan mengular masih menjadi pemandangan sehari-hari.
Pertamina diketahui tengah melakukan pembatasan distribusi. Keterbatasan stok ditengarai menjadi salah satu faktornya. Di tengah kondisi tersebut, Pertamina menyatakan pengiriman BBM dari Surabaya ke Malang dilakukan secara bertahap.
Pengiriman dijadwalkan tiga kali sehari, masing-masing diperkirakan tiba sekitar pukul 01.00 WIB, 07.00 WIB, dan 13.00 WIB. Dua pengiriman pertama mencakup Pertamax, Pertalite, dan Biosolar. Sedangkan pengiriman ketiga hanya mencakup Pertamax dan Pertalite.

“Memang ada penyesuaian pola distribusi,” kata Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.
Baca juga: Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
Menurutnya, penyesuaian pola distribusi tidak hanya dilakukan di Malang. Penyesuaian juga terjadi di sepanjang rantai pasok, mulai dari impor maupun kilang hingga ke daerah distribusi. Kondisi global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pembatasan distribusi tersebut.
“Di antaranya fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang,” ujarnya.
Pengiriman BBM Tiga Kali Sehari
Di Kota Malang, SPBU kerap kehabisan stok BBM. Sementara itu, SPBU yang masih memiliki persediaan dipadati kendaraan hingga antreannya mengular ke jalan raya. Kondisi tersebut terjadi di berbagai SPBU dan menjadi perbincangan masyarakat.
“Kondisi ekonomi masyarakat lagi sulit, kenapa cari BBM aja juga sulit,” kata Dika Wiratama, warga Kecamatan Sukun, Selasa (13/10/2026).
Menurut Dika, ketidakstabilan pasokan dan kelangkaan BBM tidak hanya terjadi di SPBU. Ia juga kerap melihat kekosongan stok dan antrean pembeli di sejumlah kios BBM eceran.
Krisis BBM Kota Malang Eceran Ikut Langka
Kondisi tersebut menambah kesulitan warga untuk mendapatkan BBM. Bahkan, kios kelontong yang menjual bensin eceran juga dipadati pembeli.
“Ini kan lucu, di toko kelontong yang jualan bensin eceran itu aja juga antre. Tadi pagi saya sempat beli, ternyata dibelakng saya ada 4 kendaraan antre untuk beli juga,” ungkapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko


















