Tugumalang.id – Upaya percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus melangkah maju.
Terbaru, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat ekspose pembahasan penetapan lokasi pengadaan tanah untuk dua proyek strategis di Mahakam Ulu, bertempat di Ruang Rapat Tepian Lantai 2 Kantor Gubernur Kalimantan Timur, pada Kamis (01/10/2026).
Dua agenda penting yang dibahas dalam satu kesempatan tersebut mencakup penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) Sentra Pariwisata Batoq Tenevang di Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun, serta dilanjutkan dengan rapat ekspose penetapan lokasi pengadaan tanah untuk pembangunan jalan akses menuju Kompleks Perkantoran Kabupaten Mahakam Ulu.
Baca Juga: Pelatihan PLTS ITN Malang Bekali Praktisi Rancang Energi Surya
Dalam dua paket pengerjaan ini, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dipercaya oleh Dinas Pariwisata dan Olahraga serta Dinas PU Mahakam Ulu untuk menyusun dokumen perencanaan. Kampus teknik terbaik asal Malang ini menerjunkan akademisi sekaligus ahli properti yang memiliki kompetensi langka di lingkungan perguruan tinggi.

Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., MMT., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., hadir secara langsung sebagai bagian dari tenaga ahli ITN Malang, didampingi oleh alumni Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan tim difokuskan pada penilaian teknis dan estimasi nilai penggantian properti.
“Pengadaan tanah ini butuh kompetensi khusus sebagai penilai untuk properti. Di ITN Malang, sertifikasi ini kebetulan baru saya yang memegang. Oleh karena itu, kami hadir mendampingi daerah agar seluruh proses perencanaan pengadaan tanahnya berjalan terukur dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Maranatha saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Kamis (08/10/2026).
Baca Juga: ITN Malang Gandeng PT Chint Indonesia Perkuat Ekosistem Ketenagalistrikan dan EBT
Menurut Maranatha, pelaksanaan DPPT di lapangan menyajikan tantangan yang kompleks. Tim survei yang melibatkan kolaborasi tenaga ahli sekaligus dosen dari Prodi Arsitektur S-1, Teknik Sipil S-1, serta Teknik Geodesi S-1, mahasiswa, hingga alumni PWK ITN Malang harus turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi detail.
“Tantangan terbesarnya ada pada penentuan estimasi nilai tanah per meter persegi karena tiap lokasi karakteristiknya berbeda jauh, serta mempertimbangkan banyak pendekatan dan sumber perbandingan dengan rentang perbedaannya yang cukup besar. Kami juga harus menghitung secara rinci kondisi fisik dan tanaman tumbuh warga yang aktif di lokasi, mulai dari jenis tanaman sampai jumlahnya. Datanya harus benar-benar detail dan komprehensif,” tambahnya.
Pertemuan di tingkat provinsi ini dihadiri oleh jajaran Asisten Setda, Biro Hukum Prov. Kaltim, Kanwil BPN, serta Bagian Tata Ruang. Diskusi teknis tersebut memberikan sejumlah masukan terkait penyesuaian luasan serta kelengkapan administrasi sebelum nantinya ditetapkan secara final.
Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini menjadi wujud nyata peran kampus yang berdampak. Melalui pengerahan keahlian terapan dan pendampingan profesional, ITN Malang hadir untuk memberikan solusi atas kebutuhan pembangunan daerah, sekaligus menjadi jembatan bagi percepatan tata ruang dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Mahakam Ulu.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan Pemkab Mahakam Ulu kepada ITN Malang. Harapannya, kerja sama teknis ini dapat terus berlanjut di berbagai bidang pembangunan lainnya,” tutup Maranatha.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
Editor: Herlianto. A


















