Malang, Tugumalang.id – Kasus viral dugaan kekerasan siswa di SMPN 18 Malang menjadi bahan evaluasi Pemkot Malang. Seluruh kepala sekolah SD dan SMP di Kota Malang rencananya akan mengikuti pembinaan melalui retreat ala militer.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, memastikan retreat itu akan diikuti seluruh kepala sekolah jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
“Di Kota Malang ada 225 kepala sekolah negeri dan 120 kepala sekolah swasta baik SD maupun SMP. Semua akan ikut,” ucapnya, Senin (5/10/2026).
Baca juga: Kasus SMPN 18 Kota Malang Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Minta Segera Selesai
Rencananya, kegiatan retreat itu akan dilangsungkan di Graha Purva Praja, Islamic Center Kota Malang. Gedung tersebut dipilih karena memiliki kapasitas yang mumpuni.
Suwarjana menyebut pelaksanaan retreat kemungkinan besar digelar dalam waktu dekat. Ia memastikan kegiatan pembinaan kepala sekolah tersebut selesai pada 2026.
“Kalau tidak bisa bulan ini ya kemungkinan bulan depan lah,” ujarnya.
Baca juga: Enam Orang Tua Siswa SMPN 18 Kota Malang Kembali Laporkan Kepala Sekolah
Retreat akan dilangsungkan selama satu hari dengan menghadirkan instruktur dari unsur militer. Suwarjana memastikan kegiatan pembinaan itu tak sekadar berisi materi di kelas, tetapi juga pola pembinaan fisik ala militer.
“Iya, ada militer militer, kemudian juga ada kelas kelasnya. Kami juga sudah sosialisasi kepada para kepala sekolah terkait hal ini,” kata dia.
Melalui kegiatan retreat tersebut, para kepala sekolah nantinya diharapkan dapat bersikap lebih baik dalam membina siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko


















