Malang, Tugumalang.id – Masyarakat yang ingin memulai investasi emas di Pegadaian kerap dihadapkan pada pilihan gramasi kecil atau besar.
Agar tidak bingung menentukan gramasi yang dipilih, Pegadaian memberikan sejumlah panduan yang dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin mencicil emas.
Sebelum mencicil emas, nasabah perlu mempertimbangkan pilihan gramasi sesuai kondisi keuangan. Sebab, gramasi emas tidak hanya memengaruhi nominal pembelian, tetapi juga biaya per gram, fleksibilitas, dan kemudahan saat emas ingin dicairkan.
Berikut penjelasan mengenai gramasi kecil dan besar dalam cicil emas di Pegadaian.
Baca juga: Transaksi Cicilan Emas di Pegadaian Malang Capai 100 Gram per Hari
Pilihan gramasi menentukan besarnya modal dan efisiensi investasi nasabah. Emas gramasi kecil mulai 0,5–5 gram, sedangkan gramasi besar di atas 10 gram.
1. Emas gramasi kecil
Kelebihannya, emas gramasi kecil lebih fleksibel dan likuid. Nasabah dapat menjual sebagian kepingan saat membutuhkan dana mendadak tanpa melepas seluruh aset. Gramasi kecil cocok bagi pemula dan nasabah dengan anggaran terbatas.
Kekurangannya, harga per gram lebih mahal. Persentase spread, yakni selisih harga beli dan jual, juga lebih lebar karena adanya beban biaya cetak serta distribusi.
2. Emas gramasi besar
Kelebihannya, harga per gram lebih murah dan efisien. Persentase spread lebih tipis sehingga nasabah bisa mencapai titik balik modal lebih cepat.
Namun, gramasi besar membutuhkan modal lebih besar dan kurang praktis jika sewaktu-waktu nasabah membutuhkan uang tunai dalam nominal kecil.
Baca juga: Program Cicilan Emas dan Tabungan Emas Pegadaian Cabang Blimbing Dapat Antusiasme Tinggi dari Masyarakat
Pertimbangan memilih cicil emas
Bagi masyarakat yang ingin mencicil emas, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih gramasi kecil atau besar.
1. Tujuan investasi
Jika emas dipersiapkan untuk kebutuhan besar di masa depan, seperti membeli rumah atau aset bernilai tinggi, gramasi besar dapat menjadi pilihan karena nilai aset yang terkumpul lebih signifikan.
Sebaliknya, jika emas ditujukan untuk kebutuhan yang lebih fleksibel dalam jangka pendek atau menengah, gramasi kecil bisa lebih praktis.
2. Kemampuan finansial
Jika kondisi keuangan masih terbatas, memulai dari gramasi kecil dapat menjadi langkah realistis untuk membangun aset tanpa membebani keuangan.
Seiring meningkatnya kemampuan finansial, nasabah dapat menambah kepemilikan emas secara berkala. Dengan cara ini, investasi tetap berjalan tanpa mengorbankan kebutuhan utama maupun kewajiban finansial lainnya.
3. Kondisi pasar
Saat harga emas naik, cicilan dengan harga yang sudah ditentukan sesuai ketentuan produk dapat membantu nasabah memperoleh emas tanpa harus menunggu hingga dana terkumpul sepenuhnya.
Namun, perubahan harga jangka pendek tidak sebaiknya menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Emas lebih tepat dipertimbangkan sebagai aset untuk tujuan keuangan tertentu dengan horizon waktu yang sesuai.
4. Harga emas
Emas gram kecil memiliki harga total yang lebih terjangkau, tetapi harga per gram biasanya lebih tinggi. Pilihan ini cocok bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi dengan dana terbatas dan membangun aset sedikit demi sedikit.
Sementara itu, emas gram besar menawarkan efisiensi harga per gram yang lebih baik karena biaya pencetakan per gram biasanya lebih rendah.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya Ahmad Zaenuddin menyampaikan, masyarakat yang ingin melakukan cicil emas perlu memperhatikan kebutuhan atau tujuan investasi. Dengan demikian, pilihan gramasi dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tidak memberatkan nasabah.
“Mencicil emas sebaiknya mempertimbangkan akan seperti apa kebutuhan investasi di masa depan, sehingga dapat menyesuaikan apakah akan memilih emas dengan gramasi kecil atau langsung gram besar,” tutur Ahmad.
Untuk memulai mencicil emas di Pegadaian, calon nasabah dapat melakukannya melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Lewat aplikasi tersebut, calon nasabah dapat memilih program cicil emas atau tabungan emas dengan tenor yang sesuai kebutuhan.
Untuk diketahui, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy, yakni Deputy Bisnis Area Surabaya 1, Deputy Bisnis Area Surabaya 2, Deputy Bisnis Area Pamekasan, Deputy Bisnis Area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, dan Deputy Bisnis Area Jember.
Sedangkan total terdapat 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko

















