Malang, Tugumalang.id – Pakar Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dipercaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengawal penataan ruang laut di kawasan timur Indonesia.
Kepercayaan tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Rekonsiliasi Penilaian Perwujudan Rencana Zonasi (RZ) Kawasan Antarwilayah (KAW) Laut Maluku” di Manado, Sulawesi Utara, Senin-Rabu (28–30/9/2026).
Ir. Gatot Subroto, S.T., M.Ars., IPP., tenaga ahli PWK ITN Malang, hadir sebagai Tenaga Pakar utama. Gatot yang akrab disapa Gatsu didampingi Kevie Desderius, S.PWK., M.MB., alumnus PWK ITN Malang, sebagai Asisten Tenaga Ahli.
Selama tiga hari, tim ahli menyisir dan memverifikasi data spasial maupun nonspasial lintas instansi. Proses tersebut dilakukan untuk mencocokkan dokumen perencanaan dengan kondisi riil pemanfaatan ruang laut di lapangan.
“Penilaian perwujudan rencana zonasi perlu dilakukan dengan melihat kesesuaian antara rencana yang telah ditetapkan dengan kondisi pemanfaatan ruang laut di lapangan. Karena itu, konsolidasi serta verifikasi data menjadi bagian penting untuk menghasilkan penilaian yang lebih akurat,” ujar Gatsu saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp, Jumat (02/10/2026).
Baca juga: Dipercaya Belasan Tahun, Sumba Tengah Bersama ITN Malang Garap Kajian Sekolah Nasional Terintegrasi
Gatsu menambahkan, analisis yang dilakukan tidak sekadar melihat peta batas atau struktur pemanfaatan ruang. Daya dukung lingkungan hingga potensi dampak negatif terhadap ekosistem laut juga menjadi pertimbangan.
“Selain melihat pola dan struktur pemanfaatan ruang, aspek daya dukung dan daya tampung lingkungan serta potensi dampak negatif juga perlu menjadi pertimbangan dalam pengelolaan ruang laut. Hasil rekonsiliasi ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pengelolaan ruang laut yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Forum nasional tersebut dihadiri jajaran pejabat dari berbagai kementerian/lembaga. Di antaranya perwakilan KKP RI, Bappenas, Kementerian ATR/BPN, hingga Kementerian LH.
Hadir pula perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan dari tiga provinsi, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Selain itu, terdapat perwakilan Balai Penataan Ruang Laut Makassar dan Sorong.
Baca juga: ITN Malang Gelar Seminar Deep Learning Bersama Pakar AI Taiwan
Keterlibatan akademisi dan alumni ITN Malang dalam perumusan kebijakan tata ruang laut nasional menjadi bagian dari kontribusi kampus dalam bidang PWK dan analisis spasial berbasis data.
ITN Malang terus memberi sumbangsih dalam pembangunan wilayah dan pengelolaan lingkungan hidup Indonesia yang berkelanjutan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
editor: jatmiko















