Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berupaya memperkuat kemandirian fiskal daerah untuk mengurangi ketergantungan pada dana transfer pemerintah pusat. Pada proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027, sebanyak 62,02 persen atau Rp614,20 miliar dari total target pendapatan Rp990,20 miliar masih bersumber dari pemerintah pusat.
Kondisi struktur anggaran tersebut mendapat sorotan dari DPRD Kota Batu. Menjawab catatan tersebut, Wali Kota Batu Nurochman membeberkan lima strategi utama Pemkot Batu. Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menegaskan, penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak ditempuh dengan menaikkan tarif pajak.
Strategi tersebut dilakukan melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, digitalisasi sistem, serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah.
“Upaya ekstensifikasi kami lakukan melalui pendataan objek pajak baru, terutama usaha vila, homestay, dan guest house yang selama ini belum terdata secara resmi,” ujar Nurochman, Senin (28/9/2026).
Baca juga: Pemkot Batu Rilis Perda Insentif Investasi, Pacu Ekonomi Lokal
Dalam kesempatan tersebut, politisi PKB itu merinci langkah terpadu yang disiapkan Pemkot Batu untuk merealisasikan target PAD sebesar Rp365 miliar pada 2027.
Salah satunya dengan memperketat pengawasan terhadap sektor potensial yang telah terdaftar, seperti jasa perhotelan, hiburan, makanan-minuman, dan parkir.
Selain itu, pendataan objek pajak baru pada sektor akomodasi non-hotel, seperti vila, homestay, dan guest house, akan digenjot melalui sinergi antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Untuk mencegah kebocoran penerimaan dan meningkatkan transparansi, pembayaran pajak daerah dilayani secara nontunai melalui QRIS, e-commerce, virtual account, dan perbankan.
Pemkot juga memperluas penggunaan alat rekam transaksi Jatim Tax serta mengoptimalkan aplikasi TaxMapper.
Baca juga: Pedagang Pasar Among Tani Desak Pemkot Batu Buka Data Kios
Sementara itu, sektor pariwisata, UMKM, dan pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Pemkot berfokus pada peningkatan kualitas destinasi wisata, penguatan kapasitas dan jangkauan pasar UMKM, serta otomatisasi teknologi di sektor pertanian.
Tak hanya itu, Pemkot Batu menyiapkan skema tata kelola barang milik daerah melalui penertiban legalitas, pengamanan fisik, serta penawaran Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut ditujukan agar aset daerah memberi dampak ekonomi nyata.
Nurochman menambahkan, rangkaian strategi tersebut diharapkan dapat memperbesar ruang fiskal (fiscal space) Kota Batu sehingga pembiayaan pembangunan daerah makin mandiri dari potensi ekonomi lokal.
“Target peningkatan PAD diharapkan tidak berhenti pada naiknya angka nominal semata, melainkan benar-benar memperkuat kemandirian Kota Batu dalam membiayai pembangunan dari potensi ekonominya sendiri,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































