Malang, Tugumalang.id – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mengajak siswa SDN Tanjungrejo 3 Kota Malang melihat sampah dari sudut pandang berbeda. Sampah dipilah dan diolah menjadi karya bernilai guna.
Langkah itu dilakukan melalui Gerakan APIK (Aesthetic, Produktif, Inovatif, Kreatif). Melalui gerakan tersebut, siswa tidak hanya didorong membuang sampah, tetapi juga memilah, mengolah, dan mengubahnya menjadi karya.
Baca juga: Siapkan Calon Guru Profesional, 179 Mahasiswa Ikuti Orientasi PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 di Unikama
Siswa kelas 1, 2, dan 3 diajak membuat tempat sampah sebagai bentuk penerapan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Mereka diharapkan memahami pentingnya menyediakan dan menggunakan tempat sampah sesuai jenisnya.
Sementara itu, siswa kelas 4 diajak melakukan daur ulang kertas. Sampah kertas atau kertas bekas yang sudah tidak digunakan diolah kembali menjadi produk yang lebih bermanfaat. Tujuannya memulai langkah sederhana dalam mengurangi sampah.
Kemudian, siswa kelas 5 diajak memanfaatkan sampah plastik menjadi gantungan kunci. Tutup botol dan bahan plastik bekas dikreasikan menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai guna.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi. Sekaligus belajar bahwa sampah plastik masih dapat dimanfaatkan kembali.
Baca juga: PPG Unikama Gelar Karya, Panggung Kreativitas dan Kompetensi Calon Guru Profesional
Selain pengolahan sampah, Gerakan APIK juga diwarnai dengan pemilihan Duta Lingkungan. Siswa yang terpilih diharapkan menjadi penggerak bagi siswa lainnya dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan, memilah sampah, serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman.
Melalui Gerakan APIK, sekolah diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan sampah, tetapi juga belajar bekerja sama, berkreasi, berinovasi, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































