Malang, Tugumalang.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menggelar dua kompetisi otomotif sekaligus di Kampus 1, Selasa (15/9/2026). Yakni, Mesin S-1 ITN Malang Modifikasi Kontes 2026 dan SMK Skill Contest Yamaha 2026.
Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Ajang ini diikuti ratusan peserta, mulai pegiat dan pencinta modifikasi motor se-Jawa Timur hingga perwakilan puluhan SMK binaan.
Gelaran Skill Contest yang memasuki tahun kedua tersebut bukan sekadar ajang unjuk kebolehan. Kegiatan itu juga menjadi pijakan awal ITN Malang untuk membuka konsentrasi baru di bidang Motorsport pada Program Studi Teknik Mesin S-1.
Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menyambut kedatangan para modifikator dan teknisi muda perwakilan SMK. Dia menegaskan, kolaborasi yang memasuki tahun kedua tersebut menjadi panggung bagi siswa SMK untuk membuktikan keahlian teknis mereka.
“Ini tahun kedua acara kita. Tahun lalu di Kampus 2, kali ini digelar di Kampus 1. Silakan berjuang secara maksimal, tunjukkan bakat dan kemampuannya di bidang motor dan mesin. Harapannya kompetisi ini bisa mengasah skill dan ilmu yang sudah didapat, sekaligus memotivasi adik-adik dalam mengikuti perkembangan otomotif di Indonesia,” ujar Rektor.
Rektor menambahkan, ITN Malang siap mendukung lulusan SMK yang ingin memperdalam ilmu permesinan melalui fasilitas laboratorium modern di Kampus 2, seperti welding center dan berbagai laboratorium.
Dia berharap para juara tahun ini bisa mengikuti jejak pemenang tahun lalu yang kini telah resmi menjadi mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang.
Baca juga: Mahasiswa ITN Malang Bikin Game Horor Roblox Morveil
Sekretaris Prodi Teknik Mesin S-1 ITN Malang Tutut Nani Prihatmi, SS., S.Pd., M.Pd., mengatakan, penyelenggaraan dua acara tersebut menjadi pijakan awal prodi untuk membuka konsentrasi baru di bidang Motorsport.
“Target kami (prodi) nanti kedepannya adalah ingin membangun sebuah konsentrasi Motorsport yang terhubung dengan industri, terutama di Yamaha. Harapannya kolaborasi ini bisa meningkatkan brand secara umum di ITN dan secara khusus di Teknik Mesin,” jelas Tutut.
Selain menjadi ajang unjuk kebolehan, kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa secara aktif dalam pengelolaan acara. Keterlibatan itu untuk mengasah kemampuan event management, memperluas jejaring industri, hingga memahami tren otomotif terkini.
ITN Malang juga menyiapkan apresiasi berupa beasiswa bebas DPP 100 persen bagi pemenang. Selain itu, tersedia beasiswa potongan DPP 50 persen+20 persen bagi 33 SMK partnership Yamaha.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026
Dukungan juga datang dari pihak industri. Service Manager Yamaha Malang M. Khoirul mengapresiasi sinergi yang terus terjalin dengan ITN Malang.
Menurut dia, kompetisi tersebut menjadi ajang evaluasi dan pembuktian bagi sekolah-sekolah binaan Yamaha di wilayah Karesidenan Malang.
“Ada 31 dari 33 SMK binaan Yamaha yang terlibat, mencakup wilayah Malang Raya, Pasuruan, Probolinggo, hingga Lumajang. Ini bentuk ujian untuk menampilkan apa yang diserap di sekolah. Penilaian ini menjadi evaluasi bagi kami. Harapannya ke depan bisa terus berkolaborasi dengan perguruan tinggi,” tutur M. Khoirul.
Khoirul mengatakan Skill Contest terbukti menjadi batu loncatan karier bagi peserta. Salah satu alumni peserta regional Malang berhasil meraih juara dua di tingkat nasional dan langsung direkrut menjadi teknisi resmi Yamaha.
“Juara memang yang terbaik, tapi menyalurkan potensi siswa adalah yang paling utama,” tegas Khoirul.
Melalui sinergi ITN Malang, PT YIMM, dan jaringan SMK se-Jawa Timur, ajang tersebut diharapkan terus menjadi agenda tahunan. Tujuannya mencetak generasi ahli permesinan dan modifikator handal di Indonesia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
redaktur: jatmiko































