Malang, Tugumalang.id – Berawal dari rasa “minder” karena lulusan SMA dan belum mempunyai keahlian khusus di bidang teknik, Kevin Nadiian Pratama justru membuktikan diri. Putra asal Kota Malang ini berhasil menyabet predikat lulusan terbaik Program Studi Teknik Elektro S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026.
Kevin menyelesaikan kuliahnya dengan IPK 3,86. Padahal, saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus teknik di Malang itu, ia sempat merasa tertinggal dibanding rekan-rekannya yang berlatar belakang SMK.

“Jujur, masuk elektro sempat ragu karena saya dari SMA dan merasa tidak punya skill praktis sama sekali. Tapi justru karena merasa belum bisa apa-apa, saya jadi haus belajar dan nekat mendekati kakak-kakak tingkat di laboratorium,” cerita alumnus SMA Negeri 9 Malang ini.
Putra tunggal pasangan Sugiono dan Tutik Sumarni itu bisa menempuh pendidikan tinggi berkat Beasiswa KIP-Kuliah. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Kevin memanfaatkan setiap rupiah dana bantuan tersebut untuk menunjang praktikum dan tugas-tugas kuliahnya di Teknik Elektro.
“Uang saku KIP saya pakai betul-betul untuk kebutuhan kuliah. Soalnya di Elektro ini alat dan komponen praktikum lumayan banyak,” tambahnya. Kevin akan mengikuti wisuda pada 19 September 2026 mendatang.
Baca juga: Lulusan Terbaik ITN Malang Ciptakan Mesin Pembersih Karat Otomatis
Kevin membuktikan kualitas akademiknya melalui riset skripsi yang sangat dekat dengan persoalan masyarakat. Berangkat dari tugas kelompok Capstone Design pada semester 6, ia mengembangkan prototipe sistem pemantauan ketinggian air sungai multi-node otomatis.
Inovasi itu dirancang untuk mendeteksi potensi banjir secara real-time di lima titik lintasan sungai sekaligus, tanpa bergantung pada jaringan internet seluler yang sering kali minim di area pelosok. Alat tersebut menggunakan teknologi nirkabel LoRa (Long Range) dan Internet of Things (IoT).
“Sistem pendeteksi banjir yang ada biasanya hanya di satu titik atau masih mengandalkan petugas cek lapangan. Nah, alat yang saya kembangkan bersama tim ini memakai 5 node sensor. Karena di lapangan sering tidak ada sinyal internet, pengiriman data antar-titik sensor ke node pusat memakai jaringan LoRa,” jelas Kevin.
Jika terjadi kenaikan volume air sungai secara tiba-tiba dan melampaui batas aman, sistem langsung bekerja memberikan peringatan dini (Early Warning System) berupa notifikasi otomatis ke aplikasi Telegram warga atau petugas.
Riset yang dibimbing langsung oleh Prof. Dr. Eng. Aryuanto Soetedjo, ST., MT. dan Dr. Michael Ardita, ST., MT. itu terbukti sangat presisi. Hasil pengujian menunjukkan akurasi sensor mencapai 99,85 persen dengan jeda pengiriman notifikasi bahaya ke Telegram kurang dari 3 detik.
Untuk menguji alatnya, Kevin bahkan rela merakit sendiri miniatur lintasan sungai dari talang air dan menyimulasikan arus pasang surutnya.
“Tantangannya memang di pembuatan miniatur sungai. Bagi kami mahasiswa elektro, yang penting kan fungsi jalurnya sistemis, bukan estetika maketnya,” tuturnya berseloroh.
Baca juga: Mahasiswa ITN Malang Diterima Kerja di Anak Perusahaan Pertamina Sebelum Wisuda
Rekam jejak Kevin di ITN Malang terbilang padat. Ia dipercaya menjadi asisten Laboratorium Sistem Pengukuran dan Instrumentasi (SPDI), menjabat Ketua Bidang UKM Lembaga Dakwah Islamiyah (LDI), hingga lolos pendanaan PKM-KC Kemdikbudristek lewat karya alat wireless charging (Wicha) berbasis panel surya.
Tak berhenti di dalam kampus, Kevin juga melatih kepemimpinannya dengan mengabdi sebagai Ketua Karang Taruna Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, periode 2023–2027. Ia juga lolos program MBKM Studi Independen MSIB di Indobot Academy.
Ditanya soal resep membagi waktu antara IPK tinggi, organisasi, dan karang taruna, Kevin memberikan jawaban sederhana.
“Kuncinya tahu skala prioritas, mana yang lebih penting dan lebih bermanfaat. Tugas utama saya di sini kan menuntut ilmu, jadi kuliah tetap nomor satu. Kegiatan di luar itu untuk mengisi waktu luang dan memperluas relasi. Masuk ke lab dan bergaul dengan dosen maupun senior itu bisa membantu membuka jalan,” urainya.
Kini, setelah resmi dinyatakan lulus yudisium, Kevin tak perlu menunggu lama untuk menatap masa depan. Ia sudah dipanggil mengikuti tahap wawancara kerja di salah satu perusahaan industri.
“Alhamdulillah, orang tua sangat bersyukur. Walau beliau berdua tidak begitu paham seluk-beluk dunia perkuliahan, dukungan mereka luar biasa. Sekarang tinggal membuktikan skill ini di dunia kerja nyata,” pungkas Kevin optimis.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
redaktur: jatmiko































