Malang, Tugumalang.id – Pemkot Malang melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang mulai menyiapkan bibit atlet potensial untuk gelaran Porprov Jatim 2027, 2029, hingga 2031.
Upaya itu dilakukan melalui Bimbingan Pencarian Bibit Atlet Berprestasi Usia Dini yang digelar dalam Bimtek Guru Olahraga SD dan SMP se-Kota Malang, Kamis (10/9/2026).
Kota Malang tengah membidik gerakan regenerasi atlet potensial. Bimbingan seleksi atlet tersebut diharapkan memunculkan calon atlet dari sekolah, baik jenjang SD maupun SMP di Kota Malang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menekankan pencarian bibit atlet dilakukan dengan melibatkan guru olahraga. Sebab, para guru dinilai paling mengetahui kemampuan dan potensi siswa.
“Siswa siswi dari SD dan SMP ini akan menjadi bibit atlet yang nantinya mewakili Kota Malang dalam Porprov. Guru guru olahraga yang paling mengetahui kemampuan siswanya,” kata Wahyu.
Baca juga: KONI Kota Malang Siapkan 1.000 Atlet untuk Porprov Jatim 2027
Untuk mendukung proses pembinaan, guru olahraga diberikan pendampingan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, dan KONI Kota Malang.
Menurut Wahyu, pembinaan atlet tidak cukup hanya dengan melihat kemampuan sumber daya manusia. Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga di sekolah juga menjadi perhatian prioritas.
“Jadi sekolah mana yang masih kurang fasilitasnya. Itu akan ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian dikoordinasikan dengan Disporapar dan KONI,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan sarana dan prasarana yang menunjang pembinaan atlet nantinya dapat diusulkan dalam APBD.
“Kalau memang dibutuhkan untuk mendukung sarana dan prasarana, nanti bisa kami alokasikan dalam APBD,” imbuhnya.
Di sisi lain, Wahyu menegaskan Kota Malang memasang target 222 medali emas pada Porprov Jatim 2027. Target tersebut berdasarkan perhitungan matang KONI Kota Malang.
“Target 222 emas memang harus ada. Tentu kita berupaya, karena KONI sudah melakukan perhitungan yang matang dengan kemampuan yang ada di Kota Malang. Mudah mudahan 222 ini bisa kita dapatkan,” tuturnya.
1.128 atlet masuk Pra-Puslatkot
Ketua KONI Kota Malang Djoni Sudjatmoko mengatakan pembibitan atlet usia dini menjadi bagian penting dari persiapan jangka panjang. Seleksi atlet dari SD dan SMP diproyeksikan dapat menggebrak Porprov Jatim 2029 dan 2031.
“Acara ini rutin kami lakukan melalui kolaborasi dengan guru guru olahraga SD dan SMP. Intinya, atlet atlet Kota Malang semuanya berasal dari sekolah, selain ada juga yang dari kampus,” ujarnya.
KONI masih membutuhkan pendataan dan pembinaan atlet potensial untuk menghadapi Porprov Jatim 2027, 2029, dan 2031. Target jangka panjangnya bahkan membawa Kota Malang menjadi yang terbaik di Jawa Timur.
“Yang 2029 dan 2031 harus kita persiapkan dari sekarang. Target maksimum 2031 kita sudah harus mampu mengalahkan Surabaya. Harapannya, pada 2031 harus mampu menjadi nomor satu di Jawa Timur,” jelasnya.
Untuk Porprov 2027, Djoni mengatakan proses penjaringan atlet sudah dilakukan. Sebanyak 1.128 atlet telah masuk tahap Pra-Puslatkot dan selanjutnya dipersiapkan untuk memenuhi target 222 medali emas.
“Untuk yang 2027, alhamdulillah sudah 1.128 atlet Pra-Puslatkot. Atlet sudah terkumpul, kita tinggal fokus untuk target 222 emas itu,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






























