Malang, Tugumalang.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menjalin kerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur dan IAI Jawa Timur Komisariat Wilayah (Komwil) Malang untuk memperkuat sinergi pendidikan dan profesi arsitektur.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Sidang Rektorat Kampus 1 ITN Malang, Senin sore (7/9/2026).
Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., yang diwakili Wakil Rektor III Dr. Hardianto, ST., MT., menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan Ketua IAI Jawa Timur Ar. Fafan Tri Afandy, IAI.
Kerja sama kemudian ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITN Malang Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., dan Ketua IAI Jawa Timur Komwil Malang Ar. Armudya Indra Permana, IAI.
Menepis Information Gap, dan Menyiapkan Arsitek Masa Depan
Ketua IAI Jawa Timur Ar. Fafan Tri Afandy menyebut kesenjangan informasi antara kampus dan organisasi profesi menjadi salah satu alasan kolaborasi tersebut dibangun.
Menurut dia, dinamika regulasi dan praktik arsitektur bergerak cepat. Kondisi itu semakin penting dengan terbitnya UU No. 6 Tahun 2017 tentang Arsitek serta terbukanya pasar bagi tenaga kerja asing.
“Banyak hal yang perlu kita sinkronkan, mulai dari pemahaman alur magang, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sertifikasi kompetensi (SKK), hingga kesiapan menghadapi dibukanya kran arsitek asing. Tanpa dukungan perguruan tinggi, organisasi profesi akan pincang. Sinergi dengan ITN Malang ini menjadi langkah penting agar kita punya roadmap yang sama untuk arsitektur Indonesia,” terang Fafan.
Baca juga: Mahasiswa ITN Malang Bikin Game Horor Roblox Morveil
Fafan juga mengapresiasi kiprah alumni Arsitektur S-1 ITN Malang yang selama ini terlibat dalam berbagai program pengabdian dan kepengurusan IAI. 
“Jujur, alumni ITN Malang itu luar biasa. Kiprah mereka di lapangan sangat terasa. Kami bersyukur karena salah satu yang paling kami andalkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ya teman-teman alumni ITN. Lewat legal formal ini, kolaborasi yang tadinya sudah sering berjalan akan jadi jauh lebih solid dan saling menguntungkan,” tambahnya.
Integritas Dokumen PKS: Fokus pada Implementasi Nyata
PKS antara FTSP ITN Malang dan IAI Komwil Malang memuat sejumlah poin terkait implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan mahasiswa
Dekan FTSP ITN Malang Dr. Debby Budi Susanti mengatakan nilai terpenting dari kerja sama terletak pada pelaksanaan program di lapangan.
“Dalam akreditasi, MoU tanpa implementasi nyata itu nilainya nol. Yang paling penting adalah dampaknya. Dengan legalitas ini, mahasiswa mendapat pengalaman langsung di dunia industri, dosen bisa berkolaborasi dalam riset dan pengabdian, serta jalannya Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) maupun pembentukan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Prodi Arsitektur makin terbuka lebar,” ungkap Debby.
PKS tersebut mengatur sinergi dalam tujuh bidang keprofesian IAI. Di antaranya sistem informasi arsitektur, pengkajian dan pelestarian arsitektur, serta pengabdian profesi.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026
Implementasinya tidak hanya untuk Prodi Arsitektur S-1. Kerja sama juga membuka peluang kolaborasi lintas disiplin dengan prodi lain di FTSP, seperti Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Teknik Geodesi, dan Teknik Lingkungan.
Langkah Konkret Menuju Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr)
Kaprodi Arsitektur S-1 ITN Malang Ir. Gaguk Sukowiyono, MT., mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan kurikulum dan rekomendasi pendidikan arsitektur yang relevan dengan standar profesi.
“Sejak awal kita sudah mendiskusikan sinkronisasi antara Tri Dharma dengan bidang-bidang di IAI. Rekomendasi pendidikan arsitektur memang harus disusun bersama antara prodi dan asosiasi profesi. Adanya payung hukum ini membuat program-program bersama yang kita rancang bisa melangkah lebih jauh dan luas,” tutur Gaguk.
Melalui kerja sama tersebut, ITN Malang mengukuhkan perannya sebagai kampus berdampak. Kampus tidak hanya menyiapkan lulusan sarjana berintegritas, tetapi juga memfasilitasi lulusannya menuju jalur Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) untuk meraih gelar profesi dan lisensi resmi arsitek Indonesia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
editor: jatmiko






























