Tugumalang.id — Berbagai persoalan warga di Kota Malang tidak selalu berhenti pada ruang-ruang formal pemerintahan. Keluhan soal pelayanan publik, lingkungan, fasilitas umum hingga persoalan sosial kerap muncul dari pengalaman warga sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong Rendra Masdrajad Safaat menghadirkan Lapor Ji, sebuah program yang membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai pengaduan yang mereka hadapi.
Program tersebut menjadi salah satu cara Rendra untuk mendengar langsung persoalan warga sekaligus membantu menghubungkan laporan dengan pihak yang memiliki kewenangan untuk menanganinya. Hingga saat ini, Lapor Ji telah menerima sekitar 1.000 laporan masyarakat, dengan sekitar 80 persen di antaranya telah berhasil diselesaikan atau ditindaklanjuti.
Bagi Rendra, angka tersebut bukan sekadar capaian program. Di balik setiap laporan terdapat persoalan warga yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pengaduan masyarakat tidak seharusnya hanya dikumpulkan, tetapi harus memiliki kejelasan mengenai proses dan tindak lanjutnya.
Baca Juga: Angkutan Pelajar Gratis Resmi Beroperasi, Rendra Soroti Keamanan dan Kenyamanan
“Lapor Ji ini kami buat karena banyak persoalan warga yang sebenarnya sederhana, tetapi kadang bingung harus disampaikan ke mana. Kami mencoba menjadi jembatan agar laporan tersebut bisa diteruskan dan dikawal,” kata Rendra.
Laporan yang masuk menjadi gambaran mengenai persoalan yang masih dirasakan masyarakat di lapangan. Mulai dari persoalan fasilitas publik, lingkungan, administrasi pelayanan, hingga berbagai persoalan sosial yang membutuhkan koordinasi dengan pihak terkait.
Menurut Rendra, penyelesaian 80 persen laporan menjadi capaian yang patut disyukuri, tetapi bukan alasan untuk berhenti. Masih adanya laporan yang belum terselesaikan menunjukkan bahwa sejumlah persoalan membutuhkan waktu, kewenangan, anggaran, maupun koordinasi lintas instansi.
“Dari sekitar seribu laporan yang masuk, kurang lebih 80 persen sudah bisa diselesaikan. Tapi bagi saya, yang 20 persen juga tetap penting. Jangan sampai karena sulit ditangani kemudian dianggap selesai. Justru harus dilihat apa kendalanya,” ujarnya.
Baca Juga: Rendra Kunjungi Empat Titik Senam dan Jalan Sehat di Malang
Ke depan, Lapor Ji diharapkan tidak hanya menjadi kanal pengaduan, tetapi juga menjadi salah satu sumber masukan untuk melihat persoalan yang berulang di masyarakat. Jika laporan mengenai masalah yang sama terus muncul, hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk mencari solusi yang lebih permanen.
Rendra menilai, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik. Pemerintah dan wakil rakyat tidak mungkin mengetahui seluruh persoalan di lapangan tanpa adanya informasi langsung dari warga.
“Silakan warga menyampaikan apa yang dirasakan. Tidak harus menunggu persoalan menjadi besar. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula kita bisa mencari jalan keluarnya. Lapor Ji bukan tentang siapa yang salah, tetapi bagaimana persoalan warga bisa mendapatkan solusi,” pungkas Rendra.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Tim Jiren
Editor: Herlianto. A































