Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu menggandeng Universitas Brawijaya (UB) untuk memodernisasi sektor pertanian melalui pengembangan kawasan Smart Integrated Farming (SIF). Langkah ini dilakukan agar pertumbuhan pariwisata tidak menggerus lahan pertanian dan kesejahteraan petani.
Sektor pertanian Kota Batu nantinya dikembangkan berbasis Internet of Things (IoT). Konsep tersebut telah dibahas dalam forum pematangan bersama tim ahli UB.
Wali Kota Batu Nurochman menegaskan transformasi sektor pertanian menjadi hal krusial. Sebab, mayoritas masyarakat Kota Batu menggantungkan penghidupan pada bidang agraris.
“Pertumbuhan pariwisata tidak boleh meminggirkan sektor pertanian. Petin harus tetap kita jaga, dan pertanian juga harus kita siapkan menjadi pilihan bisnis masa depan yang menjanjikan bagi generasi muda,” ujar pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.
Baca juga: Pemkot Batu Perkuat Ketahanan Hulu DAS Brantas
Proyek SIF rencananya dibangun di atas lahan seluas 2,59 hektare yang terbagi dalam 11 zona terpadu. Ekosistem ini menggabungkan berbagai subsektor secara simultan, mulai pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan pascapanen, hingga rantai pemasaran digital.
Teknologi IoT dan sistem pemantauan digital (digital monitoring) diterapkan untuk mengontrol kondisi tanah, tanaman, serta ternak secara real-time.
SIF juga mengusung prinsip sirkular zero waste. Limbah organik dari aktivitas pertanian dan peternakan diolah kembali menjadi pupuk untuk menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Melalui modernisasi tersebut, Pemkot Batu menargetkan peningkatan standar kelayakan mutu (quality control) komoditas lokal. Dengan begitu, produk pertanian diharapkan mampu memenuhi kualifikasi ritel modern dan e-commerce, tidak lagi bergantung semata pada pasar tradisional.
Baca juga: Pemkot Batu Tambah Mitra Program 1.000 Sarjana dengan Universitas Kepanjen
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menambahkan, ekosistem SIF juga akan mengintegrasikan inovasi yang telah dirintis petani muda lokal. Di antaranya teknik kultur jaringan dan teknologi pengolahan pascapanen.
Pemkot Batu berharap sinergi dengan UB segera menghasilkan cetak biru (blueprint) pertanian modern yang aplikatif. Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat regenerasi petani muda (agropreneur) sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batu dalam jangka panjang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































