Kota Batu, Tugumalang.id – Kunjungan wisatawan ke Kota Batu sepanjang Januari–Juli 2026 menembus 6.432.526 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 dan 2024.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Batu, jumlah kunjungan wisatawan Januari–Juli 2025 mencapai 6,01 juta orang. Sementara pada periode yang sama 2024 sebanyak 5,29 juta orang.
Capaian hingga Juli 2026 itu menunjukkan pertumbuhan lebih dari 1,1 juta wisatawan dibandingkan dua tahun lalu.
Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, peningkatan kunjungan tersebut terjadi di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Pemkot Batu mengalihkan fokus kegiatan dari penyelenggaraan acara berskala besar dan berbiaya tinggi ke strategi yang lebih rasional dan efektif.
“Angka ini menunjukkan pariwisata Kota Batu tetap tumbuh di tengah efisiensi anggaran melalui optimasi promosi digital, kolaborasi erat dengan komunitas, dan pengelolaan anggaran yang lebih efektif,” ujar Onny, Senin (31/8/2026).
Baca juga: Libur Sekolah 2026, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Capai 379.628 Orang
Onny mengungkapkan, puncak lonjakan kunjungan terjadi pada Mei dan Juni 2026. Kondisi itu didorong momen libur sekolah.
Destinasi favorit keluarga seperti Jawa Timur Park (Jatim Park), Museum Angkut, Taman Rekreasi Selecta, hingga kawasan agrowisata tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan segmen keluarga.
‘‘Geliat ini memberikan dampak ekonomi luas ke berbagai sektor pendukung. Mulai penginapan (homestay), kuliner, kriya ekonomi kreatif, hingga transportasi lokal,’’ kata dia.
Meski jumlah kunjungan meningkat, industri pariwisata Kota Batu masih menghadapi tantangan. Salah satunya tren lama menginap wisatawan yang masih singkat.
Rata-rata lama menginap wisatawan tercatat 1,04 hari per Juni 2026.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Baru Capai 43 Persen dari Target, Dispar Tetap Optimistis
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi membenarkan fenomena perjalanan one day trip atau pulang-pergi dalam sehari yang kini makin diminati wisatawan.
Menurut dia, kondisi tersebut dipicu pergeseran pola perjalanan dan pemulihan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya optimal.
“Wisatawan memang bertambah, tetapi durasi tinggal belum kembali seperti sebelum masa pandemi. Banyak yang memilih datang pagi, berwisata, lalu malamnya langsung kembali ke kota asal,” terang Sujud.
Sujud menegaskan, tantangan pariwisata Kota Batu ke depan tidak lagi sekadar mengejar jumlah pengunjung. Namun, juga memperpanjang lama menginap.
Dengan begitu, perputaran ekonomi yang dirasakan hotel, restoran, hingga pelaku UMKM lokal dapat lebih maksimal.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko






























