Sabtu, Agustus 29, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Kisah Sulaiman, Anak Petani Flores yang Jadi Wali Asuh Sekolah Rakyat

Redaksi by Redaksi
Agustus 29, 2026 10:15 am
in Advertorial
Kisah Sulaiman, Anak Petani Flores yang Jadi Wali Asuh Sekolah Rakyat

Sulaiman Sulang, 42. foto/dok.kemensos ri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Sulaiman Sulang, 42, menemukan pengalaman baru setelah menjadi Wali Asuh di Sekolah Rakyat Kabupaten Malang, Jawa Timur. Anak petani asal Flores itu kini mendampingi siswa dari keluarga paling tidak mampu.

Bagi pria yang akrab dipanggil Sule tersebut, menjadi Wali Asuh bukan sekadar pekerjaan. Ada kedekatan dengan para siswa yang membuatnya betah menjalani tugas tersebut.

READ ALSO

Tomoland Raih Community Care Property Award di Tugu Media Award 2026

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah

“Pak Sule ke mana?” Pertanyaan itu kerap muncul ketika Sulaiman tidak terlihat di lingkungan Sekolah Rakyat. Bahkan ketika sedang libur atau mendapat tugas di luar, para siswa segera menyadari ketidakhadirannya.

“Jadi kalau ketika anak-anak, saya dua hari libur gitu ya, atau ada dinas ke mana, itu anak-anak mencari, Pak Sule ke mana? Kok tidak kelihatan?” kata Sulaiman saat ditemui beberapa waktu lalu di Malang, Jawa Timur.

Kedekatan seperti itu tidak dia temukan dengan cara yang sama selama 15 tahun mengabdi sebagai staf tata usaha di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri.

Selama belasan tahun, Sulaiman terbiasa menangani berbagai kegiatan yang melibatkan siswa usia remaja. Namun, menurut dia, karakter siswa di Sekolah Rakyat berbeda dengan siswa di sekolah umum.

“Ketika saya masuk di Sekolah Rakyat, karena background saya 15 tahun di SMK Negeri, berbeda ya, dengan usia (siswa) yang sama,” ujarnya.

Keputusan untuk mengabdikan diri di Sekolah Rakyat pun membawa Sulaiman pada pengalaman yang sebelumnya tidak pernah dia dapatkan.

Baca juga: Zaahira Merajut Asa di Sekolah Rakyat

Mendampingi Anak dari Keluarga Tidak Mampu

Pada bulan pertama bertugas sebagai Wali Asuh, Sulaiman banyak mengamati cara mendampingi siswa dengan latar belakang keluarga yang beragam. Para siswa tersebut berasal dari keluarga paling tidak mampu pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Rata-rata input siswa kami yang dari Sekolah Rakyat itu memang berasal dari Desil 1 dan 2, artinya rata-rata anak kami itu ada yang sudah putus sekolah,” ungkapnya.

Menurut Sulaiman, para siswa itu tidak sekadar membutuhkan ruang kelas untuk belajar. Mereka juga membutuhkan orang yang mau mendengarkan, mengingatkan, dan menemani.

Karena itu, mendampingi siswa Sekolah Rakyat tidak cukup hanya dengan menerapkan aturan. Pekerjaan tersebut, menurut Sulaiman, harus dilakukan dengan hati dan keikhlasan.

“Sekolah Rakyat itu sungguh luar biasa, karena di situ saya belajar masuk surga. Karena di situ, kita mengajarin anak-anak yang memang tidak mampu. Anak-anak yang sudah tidak ada orang tuanya. Anak-anak yang tinggal sama mbah-nya saja. Anak-anak yang hidupnya sebatang kara,” kata Sulaiman.

Bagi Sulaiman, ada tiga hal yang menjadi komitmen seorang Wali Asuh. Yakni waktu, tenaga, dan pikiran.

“Waktu, kita bimbing mereka, dampingi mereka. Tenaga, ayo kita membantu mereka, kerja bakti, membantu mereka. Pikiran, ide-ide apa yang kita punya, kita transfer ke mereka,” jelasnya.

Baca juga: Sekolah Rakyat, Bupati Mamuju Tengah Serahkan Sertifikat Lahan ke Kemensos

Sulaiman tidak lagi melihat tugas tersebut sekadar sebagai pekerjaan. Dia menganggapnya sebagai kesempatan untuk memberikan sesuatu kepada anak-anak yang mengingatkan dirinya pada masa lalu.

Dari Merantau hingga Menulis 44 Buku

Sulaiman lahir dari keluarga sederhana. Orang tuanya bekerja sebagai petani di Flores, Nusa Tenggara Timur. Dia merasakan sendiri bagaimana tumbuh dalam keterbatasan dan memperjuangkan pendidikan.

“Saya lahir dari keluarga yang enggak mampu, dan bisa sukses, mereka juga harus lebih, mereka harus lebih sukses daripada saya,” pesan Sulaiman kepada siswa Sekolah Rakyat.

Untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, Sulaiman merantau ke Malang. Perjalanan kuliahnya tidak mudah. Dia tinggal menumpang di rumah bibinya dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Namun, Sulaiman tidak sepenuhnya tinggal di rumah bibinya. Setiap sore, dia datang ke rumah salah satu dosen untuk membantu berbagai pekerjaan.

“Tapi saya enggak full murni tinggal di bibi saya. Saya sore itu pasti ke rumahnya dosen. Di situ saya membantu cuci piring, siram tanaman setiap sore hari, nyapu halaman. Itu hanya untuk bisa buat makan. Itu saya lakukan hampir 4 tahun,” ungkapnya.

Dari rumah dosen tersebut, Sulaiman belajar banyak hal. Salah satunya membaca buku dan menulis. Setelah lulus kuliah, dia aktif menjadi penulis buku dan sempat mendapatkan penghargaan di tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Ketika saya lulus dari kuliah, saya bekerja, saya sampai menulis 44 judul buku, dan terbitan semuanya ISBN. Baru-baru 2025 kemarin, saya dapat penghargaan dari Ibu Gubernur Jawa Timur, sebagai penulis buku terbanyak di Jawa Timur,” kata Sulaiman.

Selain menulis buku, Sulaiman aktif dalam kegiatan konservasi lingkungan melalui inovasi pengolahan limbah sampah. Kegiatannya tersebut membuat dia sempat diundang ke luar negeri untuk memperkenalkan inovasinya.

“Saya selalu ikut pelatihan pengolahan sampah, konservasi. Akhirnya, oleh beberapa NGO dari luar negeri itu mengundang saya ke Malaysia, ke beberapa negara, ke beberapa provinsi,” ujarnya.

Pengalaman menulis dan konservasi lingkungan itu ingin dia bagikan kepada siswa Sekolah Rakyat. Sulaiman ingin para siswa tidak mudah menyerah meski berasal dari keluarga yang tidak mampu.

“Saya selalu menyampaikan, ini lah anak petani. Bisa menulis buku sebanyak itu, bisa keliling Indonesia, bisa diundang di beberapa negara. Tanpa uang, tanpa ngeluarin duit. Nah itu motivasi-motivasi yang saya sampaikan ke mereka bahwa jangan mudah putus asa karena kita orang nggak punya,” pungkasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis Kemensos RI
editor: jatmiko

Tags: 44 bukuanak petani Floresjawa timurkabupaten malangKemensosKemensos RIpenulis bukusekolah rakyatSulaiman SulangWali Asuh

Related Posts

Tomoland Raih Community Care Property Award di Tugu Media Award 2026
Advertorial

Tomoland Raih Community Care Property Award di Tugu Media Award 2026

Sabtu, 29 Agu 2026
Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah
Advertorial

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah

Jumat, 28 Agu 2026
BPJS Kesehatan Malang Temukan 46 Ribu Data Warga Tak Valid
Advertorial

BPJS Kesehatan Malang Temukan 46 Ribu Data Warga Tak Valid

Jumat, 28 Agu 2026
Rendra
Advertorial

Rendra Masdrajad Safaat Kenalkan AI kepada Pelaku UMKM Kota Malang

Jumat, 28 Agu 2026
UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU
Advertorial

UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU

Jumat, 28 Agu 2026
ITN Malang Gandeng Perbakin, Lahan Kampus 2 Jadi Fasilitas Latihan Menembak
Advertorial

ITN Malang Gandeng Perbakin, Lahan Kampus 2 Jadi Fasilitas Latihan Menembak

Jumat, 28 Agu 2026
Next Post
5 Cafe Dekat UB Malang yang Cocok buat Nugas

5 Cafe Dekat UB Malang yang Cocok buat Nugas

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.