Tugumalang.id – Kementerian Sosial (Kemensos) mendorong sentra terpadu dan sentra rehabilitasi sosial tidak sekadar menjadi tempat pelayanan, tetapi berkembang menjadi pusat layanan unggulan bagi kelompok rentan.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan, penguatan fungsi sentra harus dimulai dengan memastikan tugas pokok dan fungsi rehabilitasi sosial berjalan secara optimal. Menurutnya, keberadaan sentra harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Kemensos Salurkan Santunan Duka untuk 13 Korban Gempa Nagekeo
Dorongan tersebut disampaikan Agus saat memberikan arahan dalam Rapat Pemantauan Kinerja Sentra Lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial (Ditjen Rehsos) di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).
Ia menilai, istilah “memakmurkan sentra” bukan semata-mata berkaitan dengan pengembangan fasilitas, melainkan bagaimana setiap sentra mampu mengoptimalkan perannya dalam memberikan pelayanan rehabilitasi sosial.

“Memakmurkan (sentra) itu bagaimana kemudian tugas-tugas pokok sentra ini bisa dilaksanakan. Kemudian di sentra ini layanannya kelihatan dan itu bisa kemudian kita publikasikan,” ujar Agus.
Menurutnya, pelayanan yang berjalan efektif sekaligus perlu dikomunikasikan kepada publik agar masyarakat mengetahui berbagai layanan yang tersedia di sentra-sentra Kemensos.
Dengan demikian, sentra di bawah naungan Kemensos diharapkan semakin aktif, produktif, dan mampu menjadi garda depan dalam memberikan rehabilitasi sosial bagi kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.
Baca Juga: Tiga Dapur Umum Kemensos Layani Korban Gempa Manggarai Timur
Agus Jabo menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto memiliki sejumlah program prioritas untuk membantu masyarakat yang masuk kelompok rentan maupun miskin. Kemensos pun berperan sebagai penopang atau pendukung dalam melaksanakan program-program prioritas.
“Miskin di sini kita harus memahami tidak hanya miskin secara ekonomi, tetapi juga miskin secara sosial,” ujarnya.
Kemensos membagi kelompok rentan karena faktor ekonomi dan sosial itu ke dalam 12 Penerima Atensi Sosial (PAS). Rinciannya, yakni anak-anak rentan, kelompok difabel, lansia terlantar, masyarakat berpendapatan rendah, korban bencana, afirmasi khusus, warga binaan, korban kekerasan, korban NAPZA dan HIV/AIDS, mereka yang bermasalah sosial, perempuan rentan, dan fakir miskin.
“Mulai dari lansia, korban Napza, TPPO, disabilitas. Itu adalah kelompok masyarakat yang memiliki problem-problem sosial,” jelasnya.
Agus Jabo mengatakan, dalam memberikan layanan rehabilitasi sosial yang tepat sasaran, dibutuhkan data akurat, yakni Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pedoman. Para kepala sentra pun diajak untuk bersinergi dengan berbagai stakeholder terkait dalam pelaksanaannya.
“Berangkatnya sekarang harus DTSEN. Dan disitulah kemudian perlunya kepala-kepala sentra bekerja sama dengan BPS setempat, bekerja sama dengan dinsos setempat gitu loh, supaya bersinergi,” katanya.
Lebih lanjut Agus Jabo meminta para kepala sentra untuk melakukan analisis kebutuhan stratifikasi layanan unggulan. Sehingga dapat memetakan kewenangan/kompetensi spesifikasi pada kluster SDM Pelayanan Sosial serta sarana prasarana di masing-masing sentra.
“Ini kemudian harus menjadi catatan dari hasil pertemuan hari ini, paling tidak dengan apa yang disampaikan oleh kepala sentra-kepala sentra, kita sudah punya peta untuk memakmurkan sentra. Pendukungnya ini, termasuk kemudian kebutuhan-kebutuhan SDM yang unggul, termasuk kemudian tata kelola yang bagus, termasuk kemudian anggaran,” jelas dia.
Agus Jabo pun berharap pertemuan ini dapat memacu semangat baru dari seluruh sentra dalam menjalankan tugas pokoknya memberikan pelayanan rehabilitasi sosial. Sehingga sentra menjadi pusat unggulan dalam pelayanan rehabilitasi sosial.
“Saya pikir yang terpenting bagaimana kita punya visi dan misi yang sama, kemudian bisa menerjemahkan bagaimana memakmurkan sentra. Memakmurkan dalam konteks pelayanan dulu ya, baik itu pelayanan dalam keluarga sampai pelayanan yang residensial dulu,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Dirjen Rehsos Supomo, Plt Sekretaris Ditjen Rehsos Rabiah, serta para kepala sentra terpadu dan sentra di lingkungan Ditjen Rehsos. Di antaranya Sentra Prof Soeharso Surakarta, Sentra Darusa’adah Aceh, Sentra Insyaf Medan, hingga Sentra Mulya Jaya Jakarta.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Kemensos
Editor: Herlianto. A





























