Malang, Tugumalang.id – Harga daging sapi di Pasar Kepanjen dan pasar tradisional lainnya naik sejak awal Agustus 2026. Harganya kini mencapai Rp135-140 ribu per kilogram.
Sebelumnya, harga daging sapi berada di kisaran Rp130 ribu per kilogram.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, drh Agung Suganda, mengakui adanya kenaikan harga daging sapi di Indonesia. Fenomena serupa juga terjadi di negara lain.
“Kenaikan harga daging sapi ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi ini sudah menjadi isu global,” ujar Agung saat ditemui di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, belum lama ini.

Agung menyebut Amerika Serikat sebagai salah satu negara yang mengalami kekurangan pasokan daging sapi. Kondisi tersebut membuat Amerika Serikat meningkatkan impor sapi dari Australia.
“Amerika sekarang sangat kekurangan daging sapi, sehingga yang tadinya tidak impor dari Australia, kini mereka impor dari Australia,” jelas Agung.
Menurutnya, kondisi global tersebut turut memengaruhi dinamika harga daging sapi di Indonesia. Karena itu, kenaikan harga saat ini perlu disikapi secara bijak dan tidak serta-merta dianggap sebagai persoalan produksi nasional.
Baca juga: Daging Sapi di Pasar Kepanjen Naik hingga Rp135 Ribu Per Kilogram
Agung mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan harga daging sapi di lapangan. Fluktuasi harga merupakan hal yang wajar pada komoditas pangan, tetapi kenaikan tidak boleh berlangsung terlalu lama.
Pemerintah juga akan memperkuat ketersediaan sapi lokal bersama para peternak. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan daging sapi di dalam negeri sekaligus meredam gejolak harga.
“Kami juga terus mengambil langkah-langkah bersama dengan para peternak untuk menyediakan sapi-sapi lokal,” katanya.
Baca juga: Harga Daging Sapi di Malang Naik hingga Rp 160 Ribu per Kilogram
Di tengah kenaikan harga daging sapi, Agung menyebut masyarakat memiliki sejumlah alternatif sumber protein hewani. Salah satunya daging domba dan kambing yang harga di tingkat peternaknya relatif lebih murah.
Selain itu, ketersediaan daging ayam saat ini dinilai cukup melimpah. Bahkan, pasokan daging ayam di Indonesia sudah surplus.
“Kita punya komoditas daging domba-kambing yang harga di tingkat peternaknya juga murah, kita punya daging ayam juga yang jumlahnya surplus,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko




























