Tugumalang.id – Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat penanganan darurat bagi warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus memberikan dukungan selama warga berada di pengungsian.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, langkah penanganan dilakukan melalui berbagai upaya, mulai dari distribusi bantuan logistik, pengoperasian dapur umum, penyediaan kebutuhan pengungsian, hingga layanan pendampingan psikososial bagi para korban.
Baca Juga: Kemensos Siapkan Rp13,21 Miliar untuk Penanganan Gempa NTT
Hingga 19 Agustus 2026, nilai bantuan yang telah disiapkan Kemensos untuk penanganan bencana gempa NTT mencapai Rp17,27 miliar. Bantuan tersebut mencakup sekitar 48 ton beras reguler, 7.500 paket sembako, perlengkapan dapur umum dan pengungsian, bufferstock logistik, serta santunan bagi korban meninggal dunia maupun warga yang mengalami luka-luka.
Gus Ipul menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak menjadi hal penting dalam masa tanggap darurat.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Logistik harus terus bergerak, dapur umum harus melayani warga, dan petugas kami harus hadir mendampingi masyarakat di lokasi pengungsian,” ujar Gus Ipul, Rabu (19/8/2026).

Sementara itu, berdasarkan data sementara, bencana gempa tersebut telah menyebabkan 70 orang meninggal dunia dan 665 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 31.220 orang terpaksa mengungsi, sementara jumlah keluarga yang terdampak mencapai 16.411 kepala keluarga (KK).
Kemensos mengingatkan bahwa angka tersebut masih merupakan data sementara. Jumlah korban dan warga terdampak masih berpotensi berubah seiring proses pendataan serta perkembangan kondisi di lapangan.
Gus Ipul mengatakan Kemensos juga menyiapkan santunan bagi 70 ahli waris korban meninggal dunia masing-masing Rp15 juta serta santunan bagi 199 korban luka masing-masing Rp5 juta.
Baca Juga: Bansos Bukan Tujuan Akhir, Kemensos Dorong KPM Naik Level hingga Mandiri
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Untuk mereka yang masih menjalani perawatan maupun berada di pengungsian, kami ingin memastikan negara hadir dan pelayanan terus berjalan,” ujarnya.
Untuk mendukung kebutuhan permakanan, layanan dapur umum disiapkan di tujuh wilayah terdampak. Kapasitas yang tercatat antara lain Nagekeo 4.000 bungkus per hari, Sikka 4.500 bungkus, Manggarai 5.000 bungkus, Manggarai Timur 5.500 bungkus, Ende 1.500 bungkus, dan Ngada 2.000 bungkus per hari. Sementara layanan di Manggarai Barat masih dalam proses asesmen.
Kemensos juga mengalokasikan sembako ke sejumlah daerah, yakni Nagekeo 1.000 paket, Sikka 2.000 paket, Manggarai Timur 500 paket, Ende 2.000 paket, dan Ngada 2.000 paket.
Selain itu, bufferstock yang disiapkan mencakup makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung dan tenda keluarga, family kit, kids ware, kasur, selimut, sandang dewasa dan anak, shower kit, hingga toilet portabel.
Gus Ipul menegaskan penanganan akan terus dilakukan melalui distribusi logistik dan kebutuhan dasar, pengoperasian dapur umum serta fasilitas pengungsian, pendampingan psikososial dan layanan sosial, sekaligus koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kita akan terus menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan di lapangan. Prinsipnya, jangan sampai masyarakat terdampak kekurangan kebutuhan dasar dan jangan sampai ada wilayah yang membutuhkan tetapi terlambat mendapatkan pelayanan,” kata Gus Ipul.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Kemensos
Editor: Herlianto. A





























