Malang, Tugumalang.id – Minuman tradisional kembali mendapat tempat di tengah maraknya minuman kekinian. Salah satunya sinom, minuman berbahan daun asam muda dan kunyit, yang kini semakin mudah ditemukan di bazar kuliner, gerai UMKM, hingga media sosial. Tampil dengan kemasan lebih modern, sinom mulai menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk kalangan generasi muda.
Perubahan tersebut tidak mengubah identitas sinom sebagai minuman herbal tradisional. Bahan utamanya tetap menggunakan daun asam muda, kunyit, gula, serta rempah-rempah yang menghasilkan perpaduan rasa manis, segar, dan sedikit asam. Sejak lama, sinom juga dikenal sebagai bagian dari tradisi jamu di Indonesia.
Bahan-bahan alami yang digunakan dalam pembuatan sinom diketahui mengandung senyawa antioksidan. Karena itu, minuman ini masih menjadi salah satu pilihan masyarakat yang mencari minuman herbal tradisional berbahan alami.
Baca juga: 5 Rekomendasi Jamu Tradisional Bikin Tubuh Tetap Bugar
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jamu merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui berbagai inovasi tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Upaya memperkenalkan jamu kepada generasi muda juga terus didorong agar produk herbal lokal tetap lestari sekaligus mampu bersaing di tengah berkembangnya industri minuman modern.
Perubahan paling mencolok pada sinom terlihat dari cara penyajiannya. Jika dahulu identik dengan botol sederhana, kini banyak pelaku UMKM mengemasnya dalam botol praktis dengan desain yang lebih menarik. Inovasi tersebut menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan pasar.
Peran media sosial turut mempercepat popularitas sinom. Foto, video pendek, hingga ulasan pelanggan membuat minuman tradisional ini lebih mudah dikenal masyarakat. Berbagai bazar kuliner dan festival UMKM juga membuka peluang bagi sinom untuk menjangkau konsumen baru yang sebelumnya belum pernah mencicipinya.
Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap gaya hidup sehat ikut menjadi peluang bagi perkembangan sinom. Di tengah banyaknya pilihan minuman siap saji, sebagian konsumen mulai melirik minuman berbahan alami yang telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner Indonesia.

Kondisi tersebut mendorong pelaku UMKM terus berinovasi. Sinom kini disajikan dalam berbagai cara, mulai disajikan dingin, dikemas dalam botol yang lebih praktis, hingga dipasarkan melalui platform digital. Meski demikian, bahan utama dan cita rasa khasnya tetap dipertahankan agar tidak kehilangan identitas sebagai minuman tradisional.
Baca juga: 6 Rekomendasi Toko Jamu dan Minuman Herbal di Malang yang Wajib Dicoba
Di sisi lain, persaingan dengan beragam minuman modern menjadi tantangan tersendiri. Pelaku usaha dituntut menjaga kualitas produk, mempertahankan konsistensi rasa, sekaligus membangun kepercayaan konsumen agar sinom tetap memiliki daya saing.
Kemasan modern memang mampu menarik perhatian pasar. Namun, pemahaman mengenai sejarah, bahan baku, dan proses pembuatan sinom juga menjadi bagian penting untuk menjaga identitasnya di tengah tren minuman kekinian.
Perjalanan sinom memperlihatkan bahwa warisan kuliner tradisional masih memiliki peluang berkembang di era modern. Melalui inovasi, dukungan pelaku UMKM, dan pemanfaatan media sosial, sinom berpeluang terus tumbuh tanpa kehilangan jati dirinya sebagai salah satu kekayaan kuliner Indonesia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Dwiyana Khusnul Qotimah / Magang
editor: jatmiko





























