Tugumalang.id – Banyak pelajar dan mahasiswa masih kesulitan membangun kebiasaan belajar yang konsisten. Aktivitas yang padat, distraksi media digital, hingga kebiasaan belajar menjelang ujian membuat proses belajar sering tidak teratur. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan belajar sedikit demi sedikit secara rutin lebih efektif dibandingkan belajar sekaligus dalam waktu singkat.
Belajar yang dilakukan secara berulang membantu otak menyimpan informasi lebih baik. Karena itu, membangun rutinitas menjadi langkah penting agar materi lebih mudah dipahami dan diingat.
Mulailah dengan menentukan waktu belajar yang sama setiap hari. Rutinitas yang dilakukan secara berulang akan membuat belajar menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Kajian yang diterbitkan dalam British Journal of General Practice menjelaskan, kebiasaan terbentuk melalui perilaku yang terus diulang dalam situasi yang sama hingga akhirnya berlangsung secara otomatis. Prinsip itu juga berlaku dalam kebiasaan belajar.
Baca juga: 5 Genre Musik yang Cocok Didengarkan saat Belajar dan Bekerja
Bagi Materi Menjadi Beberapa Sesi
Harvard Health Publishing merekomendasikan metode spaced practice, yakni membagi waktu belajar ke dalam beberapa sesi yang dilakukan dalam rentang jam, hari, minggu, atau bulan.
Cara ini memberi kesempatan kepada otak untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajari. Selain lebih mudah dipahami, belajar juga terasa lebih ringan sehingga lebih mudah dilakukan secara konsisten.
Membaca ulang materi belum tentu membuat seseorang benar-benar memahami pelajaran. Karena itu, Harvard Health Publishing menyarankan metode self-testing atau menguji pemahaman sendiri.
Caranya bisa dengan membuat pertanyaan dari materi yang dipelajari, menggunakan flashcard, atau menjelaskan kembali materi menggunakan bahasa sendiri. Metode ini membantu mengetahui bagian mana yang sudah dipahami dan mana yang masih perlu dipelajari.
Suasana belajar ikut menentukan tingkat konsentrasi. Tempat yang tenang, pencahayaan yang cukup, serta mematikan notifikasi ponsel dapat membantu menjaga fokus.
Belajar di tempat dan waktu yang relatif sama juga membantu otak membentuk kebiasaan sehingga rutinitas belajar menjadi lebih mudah dipertahankan.
Membangun Kebiasaan Belajar Tidak Terbentuk Seketika
Kebiasaan tidak terbentuk dalam hitungan hari. Tinjauan sistematis yang dipublikasikan melalui PubMed menunjukkan waktu pembentukan kebiasaan berbeda pada setiap orang. Sejumlah penelitian dalam tinjauan tersebut menemukan median waktu sekitar 59 hingga 66 hari, meski bisa lebih cepat atau lebih lama bergantung pada jenis perilaku dan konsistensinya.
Karena itu, jangan mudah menyerah jika rutinitas belajar belum terbentuk dalam beberapa minggu pertama. Yang terpenting adalah menjaga konsistensi. Belajar sedikit demi sedikit setiap hari akan memberi hasil yang lebih baik daripada belajar lama, tetapi hanya sesekali.
Membangun kebiasaan belajar tidak harus dimulai dengan langkah besar. Menetapkan jadwal belajar, membagi materi ke dalam beberapa sesi, menguji pemahaman sendiri, dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sudah menjadi awal yang baik untuk meningkatkan efektivitas belajar dalam jangka panjang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding/Magang
editor: jatmiko























