Rabu, September 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Evolusi Belajar Online Demi Menarik Perhatian Belajar Siswa Bersama Arya Dega

Redaksi by Redaksi
Februari 22, 2021 6:35 pm
in Pendidikan
sekolah daring - Evolusi Belajar Online Demi Menarik Perhatian Belajar Siswa Bersama Arya Dega

Arya Dega. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kebutuhan belajar online di masa pandemi ini menjadi kebutuhan primer karena pelaksanaan belajar mengajar konvensional yang belum bisa diterapkan. Namun, sistem belajar online ini dinilai membuat anak cepat bosan, karena si anak hanya menatap layar laptop atau ponselnya saja.

Oleh karena itu, aktivis drone sekaligus influencer drone, Arya Dega, membuat inisiatif berupa evolusi belajar online untuk menarik perhatian siswa melalui akting dan framing.

READ ALSO

Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026

Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa

Awalnya, dia membuat metode ini karena melihat anaknya yang masih SMP tidak bisa berkonsentrasi saat belajar online. “Awalnya saya itu terinspirasi dari anak saya sendiri. Saya lihat anak saya yang SMP kok beda saat belajar online sama belajar konvensional di kelas. Dia kok hanya 25 persen mengerti tentang pelajaran yang dijelaskan gurunya secara online,” terangnya, pada Senin (22/02/2021).

Saat ditanya kepada orang tua murid, ternyata permasalahan ini juga dialami anak-anak lainnya. “Saat saya tanyakan ke orang tua murid lainnya ternyata hampir semua memiliki masalah yang sama. Kendalanya anak-anak ini sulit menyerap pelajaran dari gurunya saat diterangkan secara online,” ujarnya.

Saat dia mengikuti sesi belajar online anaknya, dia akhirnya menemukan akar permasalahan dalam sistem belajar online. “Saya ingin tahu, sambil diam-diam ndengerin di belakang anak saya bagaimana guru itu mengajar. Akhirnya saya mendapat poin-poin yang tidak dimiliki oleh guru. Dan poin-poin ini yang saya dapatkan saat belajar di sanggar Teater Populer peninggalan Alm Pak Teguh Karya, yaitu ilmu akting,” ujarnya.

“Bahwa sebenarnya ilmu akting ini penerapannya sangat luas, tidak hanya untuk menjadi bintang film atau orang terkenal. Tapi akting justru artinya untuk mengenal diri sendiri,” sambungnya.

Membuat sistem belajar daring yang disiarkan live, menurutnya memiliki kesulitan lebih tinggi daripada mengajar lewat YouTube.

“Banyak yang saya lihat orang yang aktingnya bagus di video YouTube atau film, tapi itukan sudah masuk proses editing. Sementara yang terjadi sekarang sudah tidak masuk proses editing, karena live atau disiarkan langsung. Hal-hal seperti itulah yang biasa membuat orang grogi,” tuturnya.

Menurut dia, mencoba menguasai trik-trik akting dan framing kamera itu penting. “Anak-anak K12 (SD-SMP) itu cenderung masih memiliki keinginan untuk bermain, tapi juga memiliki keinginan untuk nonton film atau hiburan dan mereka tau menarik atau tidak itu dari framing, kalau yang mereka lihat itu tidak menarik, yaudah 5 menit mereka ngantuk,” sebutnya.

“”Saya lihat (belajar daring) ini berjalan serentak dari awal, sehingga tidak ada standarisasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, pria yang juga seorang gadget reviewer ini, membuat silabus untuk mengenal apa itu akting dan framing, mengetahui apa yang perlu dilakukan ketika murid bosan.

Selain membuat silabus, Arya Dega juga membuat pelatihan kepada guru-guru terkait akting dan framing dalam mengajar online.

“Awalnya saya itu dikontak salah satu penyelenggara pelatihan di Surabaya. Mereka tanya apa saya bisa mengajar ke guru-guru. Saya kaget, tapi mereka bilang lihat dari YouTube dan Instagram kalau presentasi saya enak. Saya bilang itu karena sudah masuk editing, tapi kalau live nanti pasti beda,” paparnya.

“Tapi mereka bilang dicoba saja, akhirnya waktu dicoba pertama kali acara ini 2 jam nonstop. Semua yang sudah saya terapkan selama ini saya share semua, dan pesertanya full waktu itu dibatasi 20 orang saja. Dan itu dilaksanakan 2 kali dengan peserta yang berbeda,” sambungnya.

“Waktu saya tanya ke panitia, ternyata feedback-nya positif, dan teman-teman peserta itu minta lagi. Akhirnya dilaksanakan lagi karena demand-nya banyak, dan peserta mengatakan banyak perubahan dan murid-muridnya akhirnya mau memperhatikan saat belajar daring,” pungkasnya.

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

Tags: arya degabelajarMerdeka Belajar Kampus Merdeka

Related Posts

Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026
Advertorial

Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026

Selasa, 1 Sep 2026
Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa
Advertorial

Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa

Selasa, 1 Sep 2026
Unikama Gelar Monev RPL Afirmasi, 119 Peserta PG PAUD Dinyatakan Lulus
Advertorial

Unikama Gelar Monev RPL Afirmasi, 119 Peserta PG PAUD Dinyatakan Lulus

Selasa, 1 Sep 2026
Mahasiswa Unikama Bantu Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Talangagung
Advertorial

Mahasiswa Unikama Bantu Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Talangagung

Senin, 31 Agu 2026
Dosen UIN Malang Nur Mahmudah Ikuti Halaqah Ulama Perempuan
Advertorial

Dosen UIN Malang Nur Mahmudah Ikuti Halaqah Ulama Perempuan

Senin, 31 Agu 2026
PBAK Magister Psikologi UIN Malang Bekali Mahasiswa dengan Arah Riset
Advertorial

PBAK Magister Psikologi UIN Malang Bekali Mahasiswa dengan Arah Riset

Senin, 31 Agu 2026
Next Post
Sutiaji Apresiasi Teknik Electroforming

Sutiaji Apresiasi Teknik Electroforming

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.