Minggu, Oktober 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Evolusi Belajar Online Demi Menarik Perhatian Belajar Siswa Bersama Arya Dega

Redaksi by Redaksi
Februari 22, 2021 6:35 pm
in Pendidikan
sekolah daring - Evolusi Belajar Online Demi Menarik Perhatian Belajar Siswa Bersama Arya Dega

Arya Dega. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kebutuhan belajar online di masa pandemi ini menjadi kebutuhan primer karena pelaksanaan belajar mengajar konvensional yang belum bisa diterapkan. Namun, sistem belajar online ini dinilai membuat anak cepat bosan, karena si anak hanya menatap layar laptop atau ponselnya saja.

Oleh karena itu, aktivis drone sekaligus influencer drone, Arya Dega, membuat inisiatif berupa evolusi belajar online untuk menarik perhatian siswa melalui akting dan framing.

READ ALSO

Insentif Guru Swasta dan MI Kabupaten Malang Naik Jadi Rp1 Juta pada 2027?

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam

Awalnya, dia membuat metode ini karena melihat anaknya yang masih SMP tidak bisa berkonsentrasi saat belajar online. “Awalnya saya itu terinspirasi dari anak saya sendiri. Saya lihat anak saya yang SMP kok beda saat belajar online sama belajar konvensional di kelas. Dia kok hanya 25 persen mengerti tentang pelajaran yang dijelaskan gurunya secara online,” terangnya, pada Senin (22/02/2021).

Saat ditanya kepada orang tua murid, ternyata permasalahan ini juga dialami anak-anak lainnya. “Saat saya tanyakan ke orang tua murid lainnya ternyata hampir semua memiliki masalah yang sama. Kendalanya anak-anak ini sulit menyerap pelajaran dari gurunya saat diterangkan secara online,” ujarnya.

Saat dia mengikuti sesi belajar online anaknya, dia akhirnya menemukan akar permasalahan dalam sistem belajar online. “Saya ingin tahu, sambil diam-diam ndengerin di belakang anak saya bagaimana guru itu mengajar. Akhirnya saya mendapat poin-poin yang tidak dimiliki oleh guru. Dan poin-poin ini yang saya dapatkan saat belajar di sanggar Teater Populer peninggalan Alm Pak Teguh Karya, yaitu ilmu akting,” ujarnya.

“Bahwa sebenarnya ilmu akting ini penerapannya sangat luas, tidak hanya untuk menjadi bintang film atau orang terkenal. Tapi akting justru artinya untuk mengenal diri sendiri,” sambungnya.

Membuat sistem belajar daring yang disiarkan live, menurutnya memiliki kesulitan lebih tinggi daripada mengajar lewat YouTube.

“Banyak yang saya lihat orang yang aktingnya bagus di video YouTube atau film, tapi itukan sudah masuk proses editing. Sementara yang terjadi sekarang sudah tidak masuk proses editing, karena live atau disiarkan langsung. Hal-hal seperti itulah yang biasa membuat orang grogi,” tuturnya.

Menurut dia, mencoba menguasai trik-trik akting dan framing kamera itu penting. “Anak-anak K12 (SD-SMP) itu cenderung masih memiliki keinginan untuk bermain, tapi juga memiliki keinginan untuk nonton film atau hiburan dan mereka tau menarik atau tidak itu dari framing, kalau yang mereka lihat itu tidak menarik, yaudah 5 menit mereka ngantuk,” sebutnya.

“”Saya lihat (belajar daring) ini berjalan serentak dari awal, sehingga tidak ada standarisasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, pria yang juga seorang gadget reviewer ini, membuat silabus untuk mengenal apa itu akting dan framing, mengetahui apa yang perlu dilakukan ketika murid bosan.

Selain membuat silabus, Arya Dega juga membuat pelatihan kepada guru-guru terkait akting dan framing dalam mengajar online.

“Awalnya saya itu dikontak salah satu penyelenggara pelatihan di Surabaya. Mereka tanya apa saya bisa mengajar ke guru-guru. Saya kaget, tapi mereka bilang lihat dari YouTube dan Instagram kalau presentasi saya enak. Saya bilang itu karena sudah masuk editing, tapi kalau live nanti pasti beda,” paparnya.

“Tapi mereka bilang dicoba saja, akhirnya waktu dicoba pertama kali acara ini 2 jam nonstop. Semua yang sudah saya terapkan selama ini saya share semua, dan pesertanya full waktu itu dibatasi 20 orang saja. Dan itu dilaksanakan 2 kali dengan peserta yang berbeda,” sambungnya.

“Waktu saya tanya ke panitia, ternyata feedback-nya positif, dan teman-teman peserta itu minta lagi. Akhirnya dilaksanakan lagi karena demand-nya banyak, dan peserta mengatakan banyak perubahan dan murid-muridnya akhirnya mau memperhatikan saat belajar daring,” pungkasnya.

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

Tags: arya degabelajarMerdeka Belajar Kampus Merdeka

Related Posts

Insentif Guru Swasta dan MI Kabupaten Malang Naik Jadi Rp1 Juta pada 2027?
Pendidikan

Insentif Guru Swasta dan MI Kabupaten Malang Naik Jadi Rp1 Juta pada 2027?

Sabtu, 17 Okt 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam
Advertorial

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam

Sabtu, 17 Okt 2026
Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda
Advertorial

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Jumat, 16 Okt 2026
UIN Malang - Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset
Advertorial

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Jumat, 16 Okt 2026
Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning

Jumat, 16 Okt 2026
Reuni Akbar UIN Malang tahun 2026 dilanjutkan dan pelantikan katan alumin. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

Reuni Akbar UIN Malang 2026, Merajut Ukhuwah Mengukir Inspirasi

Kamis, 15 Okt 2026
Next Post
Sutiaji Apresiasi Teknik Electroforming

Sutiaji Apresiasi Teknik Electroforming

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.