Tugumalang.id – Universitas Ma Chung Malang bersiap melakukan lompatan baru. Jelang dua dekade usia berdirinya, kampus ini menargetkan diri menjadi trendsetter pendidikan melalui transformasi akademik, penguatan inovasi hingga pembukaan program doktor (S3).
Rektor Universitas Ma Chung Malang, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, MS., M.Sc, mengatakan bahwa transformasi adalah keniscayaan. Ia tak ingin kampus ini hanya menjadi penonton perubahan zaman. Untuk itu, pihaknya membidik misi menjadi kampus trendsetter yang mampu menentukan arah perubahan.
Baca Juga: 2 Prodi Teknik Informatika dan Sistem Informasi Universitas Ma Chung Raih Akreditasi Unggul
“Kami ingin menjadi trendsetter dengan menemukan ilmu pengetahuan baru dalam menciptakan dampak nyata bagi masyarakat luas. Ini sesuai visi kami, memuliakan Tuhan melalui akal pengetahuan dan kontribusi nyata sebagai insan akademik yang berdaya cipta,” tuturnya.
Berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk menatap misi tersebut. Stefanus menekankan bahwa integritas pendidikan tinggi adalah modal dalam mencetak lulusan berkualitas, berkarakter, intelek, berdaya saing dan berdampak.

“Termasuk menghasilkan kontribusi nyata kepada masyarakat, misalnya melalui rekomendasi rekomendasi keilmuan dalam perumusan kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga bersiap memperkuat kualitas pendidikan melalui akreditasi kredibel. Saat ini, dari total 12 prodi yang dimiliki Universitas Ma Chung, sebanyak enam prodi telah berhasil meraih status akreditasi unggul.
Baca Juga: Universitas Ma Chung Malang Siapkan Prodi Hukum Bisnis, Dukung Generasi Muda Jadi Entrepreneur
Rencananya, Universitas Ma Chung juga menyiapkan pembukaan program doktor (S3) di bidang inovasi dan prodi baru di bidang hukum bisnis. Kehadiran program doktor itu akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran kampus sebagai pusat lahirnya pengetahuan baru yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kalau S1 menggunakan ilmu pengetahuan, S2 mengembangkan ilmu pengetahuan, maka S3 menemukan ilmu pengetahuan baru. Kami ingin inovasi yang lahir benar benar bermanfaat bagi kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Fokus selanjutnya mewujudkan kemandirian finansial kampus. Ia menjelaskan, Universitas Ma Chung telah menerapkan prinsip transparansi, efisiensi dan pengelolaan keuangan yang ekonomis. Sehingga kampus ini mampu menjalankan operasional secara mandiri.
“Banyak perguruan tinggi melakukan banyak hal karena kesulitan keuangan. Jadi kami bertekad, kami harus mandiri secara finansial,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, hasil kajian menyebut penyelenggaraan pendidikan tinggi berkualitas idealnya membutuhkan biaya sekitar Rp 18 juta per mahasiswa per tahun, bahkan program kedokteran mencapai Rp 26 juta per tahun. Namun, Universitas Ma Chung mampu menjaga kualitas pendidikan dengan biaya kuliah berkisar Rp 8 juta hingga Rp 12 juta per tahun.
“Efisiensi sudah menjadi budaya kami sejak awal. Untuk itu, dalam tiga tahun terakhir kami sudah mandiri secara finansial untuk operasional sehari hari,” ungkapnya.
Stefanus optimis melalui kualitas pendidikan yang mumpuni, kampus ini akan terus berkembang dan menjadi rujukan generasi dalam menimba ilmu pengetahuan. Di tengah perkembangan perguruan tinggi negeri maupun swasta, baginya kualitas pendidikan dan integritas adalah yang utama.
“Kami yakin masa depan akan berpihak pada kualitas dan integritas,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A























