Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Gejala dan Cara Mengatasi Toxic Productivity

Redaksi by Redaksi
September 20, 2021 4:24 pm
in News
Ilustrasi Toxic Productivity

Ilustrasi Toxic Productivity. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Keinginan untuk produktif secara berlebihan ternyata tidak baik. Pasalnya, ada banyak hal yang akan diabaikan mulai dari kesehatan fisik dan mental hingga keluarga. Keinginan berlebihan ini biasa disebut toxic productivity, yaitu keinginan produktif yang telah menjadi racun.

Anda pasti sering mendengar slogan-slogan yang selalu mengingatkan untuk selalu produktif. Apalagi di masa pandemi ini, seringkali menjumpai ajakan untuk terus produktif meskipun di rumah saja.

READ ALSO

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Tidak salah apabila seseorang ingin produktif menghasilkan sesuatu yang ingin dicapai. Namun, produktif menjadi tidak sehat apabila dilakukan secara berlebihan hingga mengorbankan yang lainnya.

Toxic productivity, ialah keadaan di mana seseorang ingin terus produktif dengan cara apa pun. Sebetulnya obsesi demikian justru merusak ketimbang membangun. Apakah Anda termasuk, berikut ciri-ciri orang yang terjebak dalam toxic productivity.

1. Terobsesi untuk Produktif

Ciri utama orang yang terjebak dalam toxic productivity ialah selalu terobsesi untuk produktif. Obsesinya itulah yang seringkali mengorbankan segalanya seperti kesehatan dan waktu agar terus melakukan sesuatu. Ini justru membahayakan.

2. Memiliki Ekspektasi Sangat Tinggi

Memiliki ekspektasi terhadap suatu hal memang bagus. Tetapi ekspektasi tersebut akan berujung tidak baik apabila cenderung tidak realistis atau berlebihan. Harapan yang tinggi inilah yang membuat orang terjebak dalam toxic productivity, karena dia selalu berusaha agar ekspektasinya dapat terwujud.

3. Resah Ketika Memiliki Waktu Istirahat

Karena terbiasa melakukan pekerjaan secara penuh, dia resah ketika memiliki waktu untuk beristirahat. Dia merasa bahwa beristirahat akan menyebabkan dirinya menjadi tidak produktif lagi.

4. Tidak Pernah Merasa Puas

Orang yang terjebak dalam toxic productivity selalu merasa kurang puas terhadap apa yang mereka kerjakan. Mereka merasa harus melakukan yang lebih baik dari apa yang sudah mereka lakukan untuk menghasilkan hasil yang lebih baik pula. Padahal, apa yang dikerjakan sudah sangat baik dimata orang lain.

Lalu bagaimana cara mengatasi toxic productivity ini?

Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, jangan khawatir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Berikut cara yang bisa diterapkan.

1. Kesadaran Diri

Langkah utama yang diperlukan ialah kesadaran dari diri. Kesadaran yang dimaksud ialah Anda menyadari kondisinya yang terjebak dalam toxic productivity. Seringkali orang tidak menyadari bahwa dia terjebak dalam kondisi tersebut. Kesadaran dalam akan membuat Anda secara perlahan dapat keluar.

2. Lakukan Self Reward

Ketika Anda berhasil mencapai sesuatu, seperti menyelesaikan proyek hingga mendapat pujian atau memenangkan tender, lakukan self-reward pada diri Anda meskipun  kecil-kecilan. Misalnya, berbelanja barang yang Anda inginkan, menonton film yang belum sempat ditonton atau berjalan-jalan dengan orang yang Anda sayangi.

3. Manajemen Waktu

Pisahkan antara kehidupan profesional dan kehidupan pribadi. Cobalah untuk mengatur waktu mana untuk mengerjakan pekerjaan dan mana waktu untuk kehidupan pribadi. Anda juga memerlukan waktu untuk bersenang-senang dan merasakan kenyamanan tanpa harus dihantui oleh pekerjaan.

Selain itu Anda juga perlu menerapkan budaya kerja secara efektif dan efisien agar tidak terlalu menyita banyak waktu dan tenaga. Misalnya ketika Anda ingin merevisi proposal, Anda dapat melakukan revisi dan menyampaikan pada rekan Anda melalui email tanpa harus melakukan video konferensi.

Nah, itulah ulasan mengenai toxic productivity. Apabila Anda sedang terjebak dalam kondisi tersebut, segeralah untuk mencoba mengatasinya. Tanamkan dalam diri bahwa Anda perlu untuk menjalani kehidupan dengan senyaman mungkin.

Reporter : Anggie Puspita Sari

Editor : Herlianto. A

Tags: Cara Mencegah Toxic ProductivityproduktifToxic Productivity

Related Posts

Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
DH, pelaku fetish mukena. Polisi belum temukan unsur pidana

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana pada Kasus Fetish Mukena

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.