Tugumalang.id – Badan usaha milik Universitas Brawijaya (UB) yakni Brawijaya Multi Usaha (BMU) mencatatkan pendapatan hingga Rp 49,4 miliar sepanjang tahun 2025. Kini, sektor hospitality, jasa dan food and beverage (F&B) yang menjadi penopang terbesar pendapatan itu menjadi fokus arah pengembangannya.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof Widodo mengungkapkan bahwa evaluasi dalam dua tahun terakhir menunjukkan sektor hospitality menjadi salah satu lini usaha dengan kinerja paling baik. Untuk itu, pengembangan bisnis ke depan akan diarahkan pada sektor jasa dan hospitality yang dinilai masih memiliki ruang tumbuh besar.
“Setelah dicermati, ternyata perusahaan ini sangat kuat di bidang hospitality. Maka kami akan mendorong pengembangan bisnis jasa dan hospitality yang peluangnya masih sangat besar, terutama di Kota Malang, bahkan kami berharap bisa berkembang ke berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Imigrasi Malang dan Universitas Brawijaya Perpanjang Kerja Sama, Perkuat Layanan Keimigrasian
Selain memperluas layanan, Widodo menilai transformasi digital menjadi kebutuhan agar pengelolaan usaha semakin efisien dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Dikatakan, digitalisasi tidak hanya menyentuh sistem operasional, tetapi juga pemasaran dan pengembangan jejaring bisnis.
“Perusahaan harus masuk ke ekosistem digital. Sistem, pemasaran, hingga jaringan bisnis berbasis digital menjadi faktor penting untuk memperluas layanan kepada masyarakat,” katanya.
Direktur Utama PT Brawijaya Multi Usaha, Dr Edi Purwanto mengatakan perusahaan terus melakukan penguatan bisnis sejak resmi menjadi perseroan pada 2024. Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, pendapatan meningkat sekitar 30,4 persen dari Rp 37,8 miliar pada 2024 menjadi Rp 49,4 miliar pada 2025.
Baca Juga: Kolaborasi Universitas Brawijaya – Kantor Imigrasi Malang, Hadirkan Layanan Eazy Passport
“Untuk ukuran perusahaan, pertumbuhan 30,4 persen merupakan capaian yang sangat baik. Umumnya perusahaan bertumbuh sekitar 10 hingga 20 persen, sedangkan kami mampu melampaui angka tersebut,” jelasnya.
Dari sisi pengembangan usaha, BMU juga terus memperluas portofolio bisnisnya. Jumlah unit usaha yang semula hanya ada 7 bertambah menjadi 11 pada 2025 dan meningkat lagi menjadi 14 unit usaha pada 2026. Selain itu, perusahaan kini memiliki satu anak usaha baru, yakni PT Brawijaya Core Indonesia.
Edi mengatakan sektor hospitality masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan maupun laba perusahaan. Selain itu, BMU akan memperkuat pengembangan bisnis food and beverage melalui pembentukan lima Strategic Business Unit (SBU) agar pengelolaan perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.
Pada 2026, pihaknya juga akan mengembangkan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan sivitas akademika, termasuk pengelolaan rumah kos yang mulai dirintis sejak 2025. Program tersebut akan dijalankan melalui sistem yang lebih terintegrasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, perusahaan juga ingin berkontribusi terhadap masyarakat sekitar kampus melalui pengembangan konsep Kampung Lingkar Kampus. Melalui program tersebut, BMU berupaya membantu peningkatan kualitas rumah kos milik warga agar dapat berkembang bersama.
“Kami memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendorong peningkatan kualitas rumah kos di sekitar kampus agar dapat bekerja sama dengan BMU. Jadi keberadaan perusahaan ini bukan hanya memperkuat pendapatan universitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat,” katanya.
Menghadapi 2026, BMU menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 57 persen. Namun, perusahaan belum berencana menambah unit usaha baru dan memilih memaksimalkan unit bisnis yang telah ada melalui peningkatan efektivitas operasional serta evaluasi terhadap unit-unit yang masih mengalami kontraksi.
“Kami fokus meningkatkan produktivitas unit usaha yang sudah ada. Langkah efisiensi dan evaluasi akan terus dilakukan agar pertumbuhan perusahaan tetap berkelanjutan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A























