Malang, Tugumalang.id – Universitas Islam Malang (Unisma) resmi mewisuda 811 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai program Sarjana, Magister hingga Doktor. Prosesi Wisuda Periode ke-79 digelar secara bertahap selama dua hari, Sabtu (27/6/2026) dan Minggu (28/6/2026).
Dalam momentum tersebut, Unisma menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter. Lulusan kampus selawat ini dibekali karakter keaswajaan (Ahlussunnah wal Jama’ah) serta jiwa entrepreneurship berdaya saing global sebagai pembeda dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.
Lulusan Diminta Menjaga Nama Baik Almamater

Rektor Unisma Prof. Junaidi Mistar berharap para lulusan mampu mengemban tanggung jawab atas gelar akademik yang telah diraih ketika terjun di tengah masyarakat. Menurutnya, setiap jenjang pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menapaki karier berikutnya.
Bagi lulusan pascasarjana, pendidikan diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan di instansi masing-masing. Sementara lulusan sarjana didorong terus mengembangkan diri melalui berbagai program nonformal guna memperluas peluang di dunia kerja.
“Kami berharap para lulusan bisa menjaga nama baik almamater dan memantapkan kontribusi positif terhadap agama, bangsa, dan negara,” pesan Prof. Jun.
Baca juga: FH Unisma Lepas 55 Wisudawan 2026, Lahirkan Lulusan Terbaik Tingkat Universitas
Perkuat Karakter Entrepreneur Berdaya Saing Global

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Unisma dr. Erna Sulistyowati menambahkan, selain memiliki karakter keagamaan, lulusan Unisma kini juga dibekali karakter kewirausahaan berdaya saing global. Hal itu sejalan dengan milestone Entrepreneurial University yang terus dikembangkan Unisma melalui pembangunan ekosistem kewirausahaan.
Ekosistem tersebut dibangun melalui berbagai unit kerja seperti LPKIB dan LPH (Halal Center), serta memfasilitasi mahasiswa melalui rekrutmen pembuatan startup, pelatihan pengelolaan keuangan, hingga manajemen bisnis.
Langkah tersebut semakin diperkuat melalui kerja sama internasional setelah kunjungan Rektor ke Eropa. Unisma dipercaya oleh SBDI, lembaga swadaya masyarakat yang didanai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai pilot project global pengolahan singkong (cassava).
Dalam proyek tersebut, Unisma menerapkan penggunaan bio-fertilizer atau pupuk organik herbal untuk budidaya singkong berkualitas tinggi tanpa kandungan bahan kimia berbahaya dengan masa panen kurang dari satu tahun.
Baca juga: Unisma Duduki Peringkat Dunia dalam Times Higher Education Sustainability Impact Ratings 2026
Hasil panen singkong nantinya diolah menjadi berbagai produk pangan inovatif, seperti cassava rice (beras singkong) dan keripik. Bersama mitra industri, Unisma juga mengembangkan mesin-mesin pengolahannya.
“Proyek ini nantinya akan diadopsi oleh beberapa negara mitra di Afrika seperti Nigeria dan Sierra Leone serta Eropa guna mendukung ketahanan pangan (food security). Proyek entrepreneurial ini dipastikan akan melibatkan mahasiswa secara aktif,” papar Erna.
Perkuat Internasionalisasi Lewat Beasiswa KNB

Suasana internasional juga terlihat dalam Wisuda Periode ke-79. Sebanyak lima mahasiswa asing asal Timor Leste dan Libya turut mengikuti prosesi wisuda. Mereka berasal dari Program Studi Agroteknologi, Akuntansi, Manajemen, dan Hukum.
Unisma juga terus memantapkan langkah menuju World Class University. Tahun ini, Unisma resmi dipercaya Direktorat Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi sebagai salah satu perguruan tinggi penerima mahasiswa Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Di Indonesia, hanya terdapat 47 perguruan tinggi yang memperoleh kepercayaan tersebut.
Melalui program KNB, Unisma menerima tiga mahasiswa asing baru yang berasal dari Pakistan pada Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Suriname pada Program Sarjana Peternakan, serta Madagaskar pada Program Studi Biologi.
Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi bagian dari kontribusi Unisma bagi negara-negara berkembang. Upaya internasionalisasi itu juga diperkuat dengan capaian Unisma yang berhasil menembus peringkat 1000–1500 dunia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


















