Tugumalang.id – PT Tomoland menghadirkan ApartKost Brawijaya sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian mahasiswa pendatang di Kota Malang.
Berlokasi di kawasan Tlogomas yang dekat dengan sejumlah kampus besar, proyek ini menawarkan konsep kos modern dengan fasilitas lengkap dan lingkungan yang mendukung aktivitas belajar maupun bersosialisasi.
Baca Juga: Perkuat Hubungan dengan Warga, PT Tomoland Bagikan Hewan Qurban ke 5 Masjid di Malang
Diketahui, Kota Malang terus menjadi magnet bagi ribuan mahasiswa dari berbagai daerah setiap tahunnya. Tingginya arus mahasiswa pendatang membuat kebutuhan hunian yang nyaman, aman dan mendukung aktivitas belajar semakin meningkat.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Tomoland menghadirkan ApartKost Brawijaya, sebuah konsep hunian vertikal eksklusif yang dirancang khusus untuk mahasiswa dan menjadi alternatif baru dari kos konvensional yang selama ini identik dengan fasilitas seadanya.
Berlokasi di kawasan Tlogomas yang dikenal sebagai Segitiga Emas pendidikan di Malang, ApartKost Brawijaya berada dekat dengan Universitas Brawijaya, UMM dan UIN Malang. Lokasinya juga dikelilingi berbagai kafe, pusat kuliner hingga area perbelanjaan yang menjadi kebutuhan sehari hari mahasiswa.
Staf Pemasaran PT Tomoland, Dewi Erna mengatakan bahwa ApartKost Brawijaya dirancang untuk meningkatkan kualitas hunian mahasiswa. Selain menghadirkan kamar yang nyaman, konsep ini juga mendukung interaksi sosial dan produktivitas penghuni.
Baca Juga: Investasi Kos Tomoland di Malang, Solusi Hunian Produktif Dekat Kampus
“Mahasiswa saat ini membutuhkan tempat tinggal yang tidak hanya nyaman untuk beristirahat, tetapi juga mendukung aktivitas belajar dan bersosialisasi. Untuk itu kami menyediakan communal area di setiap lantai,” jelasnya.
ApartKost Brawijaya berdiri di atas lahan seluas 180 meter persegi dan tersedia dalam dua pilihan. Tipe pertama memiliki 18 kamar dengan bangunan dua lantai seharga Rp 3,9 miliar, sedangkan tipe kedua memiliki 28 kamar dengan tiga lantai seharga Rp 5,2 miliar.

Seluruh kamar telah dilengkapi furnitur dan perangkat elektronik. Penghuni juga dapat memanfaatkan dapur bersama serta area komunal yang tersedia di setiap lantai.
Tak hanya menawarkan hunian modern, Tomoland juga menyediakan sistem pengelolaan operasional secara auto pilot. Mulai dari pencarian penyewa hingga perawatan gedung ditangani langsung oleh manajemen, sehingga investor tidak perlu terlibat dalam operasional harian.
Dewi mengungkapkan, konsep tersebut telah mendapat respons positif dari para investor. Salah satunya datang dari pembeli loyal Tomoland yang sebelumnya telah memiliki unit kos tipe 18 kamar pada proyek terdahulu.
Setelah satu tahun merasakan manfaat pengelolaan yang praktis dan arus pendapatan yang stabil, investor tersebut kembali membeli unit di ApartKost Brawijaya. Menariknya, investor itu langsung memilih tipe terbesar, yakni 28 kamar dengan nilai investasi mencapai Rp 5,2 miliar.
Menurut Dewi, keputusan investor tersebut tidak lepas dari kekuatan lokasi proyek. Selain berada di kawasan padat mahasiswa, akses ApartKost Brawijaya juga sangat dekat dengan Jalan Raya Tlogomas yang menjadi salah satu jalur utama di wilayah Malang Barat.
“Faktor lokasi menjadi pertimbangan utama. Kawasan ini memiliki ekosistem yang sudah terbentuk, dekat kampus, kuliner, pusat aktivitas mahasiswa, sehingga potensi tingkat keterisian kamar sangat tinggi,” ungkapnya.
Diluncurkan sejak Maret lalu, ApartKost Brawijaya menyediakan tujuh unit eksklusif. Saat ini tersisa tiga unit yang masih dipasarkan. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu mewujudkan standar baru hunian mahasiswa yang lebih nyaman sekaligus menjadi pilihan investasi properti yang menjanjikan di Kota Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A


















