Minggu, Agustus 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Alami Perlakuan Buruk, Ini Cara Membuat Anak Terbuka pada Orangtua

Redaksi by Redaksi
September 3, 2021 9:42 am
in Pendidikan, Tips
Anak cenderung tidak terbuka pada orang tua tentang hal-hal buruk yang dialaminya/tugu mlang

Anak cenderung tidak terbuka pada orang tua tentang hal-hal buruk yang dialaminya. (Foto: Pexels)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Salah satu yang dihadapi orangtua saat membesarkan anak adalah sulit membuat anak terbuka. Terutama, ketika sang anak mengalami perlakuan buruk saat mulai sekolah. Berikut beberapa strategi yang bisa digunakan agar anak mau terbuka.

Setiap orangtua pasti ingin mengetahui apa yang dialami oleh anaknya. Namun, kadang pertanyaan orang tua pada anak justru membuatnya tidak nyaman. Rasa tidak nyaman ini ditunjukkan oleh suasana canggung antara orangtua dan anak. Lalu apa yang harus dilakukan para orangtua agar anaknya terbuka mengenai keadaannya?

READ ALSO

Olimpiade Insan Permata Dorong Siswa Maksimalkan Potensi Akademik

Polinema Dampingi POS PAUD Asparaga Susun Safety Plan

Alkisah, orangtua membagikan pengalamannya di Lifehacker. Sang ayah mengatakan bahwa dia dan istrinya merasa gembira karena anaknya tahun tahun ini akan memasuki taman kanak-kanak.

Tapi, setelah beberapa minggu dia merasa bahwa anaknya mengalami penurunan antusiasme. Sebagai orang yang merasa sulit untuk bersosialisasi disekolah, dia khawatir anak-anak lain menindasnya. Atau bahkan dia mengalami kesulitan menerima kurikulum yang diajarkan.

Ini suatu pengalaman di mana anak tidak mudah terbuka pada orang tuanya. Membuat anak terbuka mengenai dirinya adalah suatu usaha yang tidak mudah bagi orangtua di setiap generasi.

Namun demikian ada beberapa strategi yang bisa digunakan agar anak lebih nyaman terbuka pada orang tuanya. Berikut ulasannya.

1. Anak Butuh Dekompresi

Dekompresi adalah pengurangan tekanan. Sama halnya dengan kita para orangtua, setelah bekerja otak terasa lelah dan butuh dialihkan dari mode kerja ke mode pengasuh atau santai. Tidak bisa kita dijejali pertanyaan beruntun tentang suatu hal yang melelahkan dan bahkan membosankan.

Menurut artikel yang ditulis Meghan Leahy dalam Washington Post, anak-anak juga memerlukan waktu transisi dari sekolah ke rumah. Mungkin karena usia mereka yang terlampau muda, hal ini sulit dikendalikan.

Beberapa anak yang ekstra sensitif belum dapat mempertahankan kedewasaan mereka ketika lelah, dan menunjukkan sikap kewalahan. Salah satu alasan mengapa anak cenderung menghindar dari pertanyaan seperti ini adalah karena tahap pertama perkembangan otak terjadi antara usia dua dan tujuh tahun.

Pada usia ini, neuropsikolog anak Alison Gopnik menulis dalam bukunya, The Philosophical Baby: What Children’s Minds Tell Us About Truth, Love, and the Meaning of Life, bahwa ketika ditanya tentang hari mereka secara umum, anak-anak tidak dapat terlibat karena otak mereka tidak dapat mengingat kenangan dengan cara yang sama seperti orang dewasa atau bahkan anak-anak yang lebih besar.

2. Ceritakan Terlebih Dulu tentang Harimu

Buatlah mereka terpancing dengan kalimat yang Anda dilontarkan. Mereka juga menyukai lawakan. Sara Ackerman menulis dalam The Washington Post, setelah dia menceritakannya lebih dulu, anaknya membalasnya. Menceritakan tentang hal yang anak sukai akan menghilangkan penat yang dirasakan. Sehingga, si anak mau bercerita tentang dirinya pada Anda.

3. Bagaimana Jika Mereka Kena Kasus Bullying?

Data statistik menunjukkan, satu dari lima anak mengalami intimidasi, dan antara 25 hingga 60 persen anak-anak tersebut tidak melaporkan kepada orang tua atau pihak tertentu.  Ketidaktahuan orangtua mengenai keadaan yang sebenarnya, bukan berarti orangtua berhenti bertanya hal yang sensitif tentang anaknya.

Bila orangtua mulai curiga bahwa anak menjadi korban bullying, Huffpost menganjurkan agar orangtua mengajukan pertanyaan sederhana namun tajam. Seperti, ‘dengan siapa si anak bermain?, Permainan yang dilakukan seperti apa?, Apa saja hal yang kau tidak sukai?, dslb.

Apabila cara ini tidak berhasil, coba dengan media buku, film, atau acara televisi yang membahas tentang bullying. Saat Anda memulai percakapan tentang hal tersebut, anak akan menjawabnya bila dia tidak merasakan hal tersebut. Dan, berlaku sebaliknya, saat dia mengalami intimidasi percakapan tidak akan mengalir mulus.

Reporter : Auliya Rahma Maziidah

Editor : Herlianto. A

Tags: anakBullyingMembuat Anak TerbukaOrangtua

Related Posts

Olimpiade Insan Permata Dorong Siswa Maksimalkan Potensi Akademik
Advertorial

Olimpiade Insan Permata Dorong Siswa Maksimalkan Potensi Akademik

Sabtu, 15 Agu 2026
Polinema Dampingi POS PAUD Asparaga Susun Safety Plan
Advertorial

Polinema Dampingi POS PAUD Asparaga Susun Safety Plan

Jumat, 14 Agu 2026
Junivia, Siswi Sekolah Rakyat Minahasa yang Melaju ke Semifinal OSN
Advertorial

Junivia, Siswi Sekolah Rakyat Minahasa yang Melaju ke Semifinal OSN

Jumat, 14 Agu 2026
5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi
Tips

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Jumat, 14 Agu 2026
Unikama Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Talkshow Karir
Advertorial

Unikama Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Talkshow Karir

Jumat, 14 Agu 2026
Santri Raudlatul Ulum 1 Sekaligus Mahasiswa Al-Qolam Ikuti Konferensi Internasional
Pendidikan

Santri Raudlatul Ulum 1 Sekaligus Mahasiswa Al-Qolam Ikuti Konferensi Internasional di Tiga Negara

Jumat, 14 Agu 2026
Next Post
FEB Unisma

Dekan FEB Unisma: Roadmap Penelitian Harus Bisa Menopang Dunia Industri

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.