Rabu, September 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Alami Perlakuan Buruk, Ini Cara Membuat Anak Terbuka pada Orangtua

Redaksi by Redaksi
September 3, 2021 9:42 am
in Pendidikan, Tips
Anak cenderung tidak terbuka pada orang tua tentang hal-hal buruk yang dialaminya/tugu mlang

Anak cenderung tidak terbuka pada orang tua tentang hal-hal buruk yang dialaminya. (Foto: Pexels)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Salah satu yang dihadapi orangtua saat membesarkan anak adalah sulit membuat anak terbuka. Terutama, ketika sang anak mengalami perlakuan buruk saat mulai sekolah. Berikut beberapa strategi yang bisa digunakan agar anak mau terbuka.

Setiap orangtua pasti ingin mengetahui apa yang dialami oleh anaknya. Namun, kadang pertanyaan orang tua pada anak justru membuatnya tidak nyaman. Rasa tidak nyaman ini ditunjukkan oleh suasana canggung antara orangtua dan anak. Lalu apa yang harus dilakukan para orangtua agar anaknya terbuka mengenai keadaannya?

READ ALSO

ITN Malang Gelar Seminar Deep Learning Bersama Pakar AI Taiwan

10 Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi QS Asia University Rankings 2026

Alkisah, orangtua membagikan pengalamannya di Lifehacker. Sang ayah mengatakan bahwa dia dan istrinya merasa gembira karena anaknya tahun tahun ini akan memasuki taman kanak-kanak.

Tapi, setelah beberapa minggu dia merasa bahwa anaknya mengalami penurunan antusiasme. Sebagai orang yang merasa sulit untuk bersosialisasi disekolah, dia khawatir anak-anak lain menindasnya. Atau bahkan dia mengalami kesulitan menerima kurikulum yang diajarkan.

Ini suatu pengalaman di mana anak tidak mudah terbuka pada orang tuanya. Membuat anak terbuka mengenai dirinya adalah suatu usaha yang tidak mudah bagi orangtua di setiap generasi.

Namun demikian ada beberapa strategi yang bisa digunakan agar anak lebih nyaman terbuka pada orang tuanya. Berikut ulasannya.

1. Anak Butuh Dekompresi

Dekompresi adalah pengurangan tekanan. Sama halnya dengan kita para orangtua, setelah bekerja otak terasa lelah dan butuh dialihkan dari mode kerja ke mode pengasuh atau santai. Tidak bisa kita dijejali pertanyaan beruntun tentang suatu hal yang melelahkan dan bahkan membosankan.

Menurut artikel yang ditulis Meghan Leahy dalam Washington Post, anak-anak juga memerlukan waktu transisi dari sekolah ke rumah. Mungkin karena usia mereka yang terlampau muda, hal ini sulit dikendalikan.

Beberapa anak yang ekstra sensitif belum dapat mempertahankan kedewasaan mereka ketika lelah, dan menunjukkan sikap kewalahan. Salah satu alasan mengapa anak cenderung menghindar dari pertanyaan seperti ini adalah karena tahap pertama perkembangan otak terjadi antara usia dua dan tujuh tahun.

Pada usia ini, neuropsikolog anak Alison Gopnik menulis dalam bukunya, The Philosophical Baby: What Children’s Minds Tell Us About Truth, Love, and the Meaning of Life, bahwa ketika ditanya tentang hari mereka secara umum, anak-anak tidak dapat terlibat karena otak mereka tidak dapat mengingat kenangan dengan cara yang sama seperti orang dewasa atau bahkan anak-anak yang lebih besar.

2. Ceritakan Terlebih Dulu tentang Harimu

Buatlah mereka terpancing dengan kalimat yang Anda dilontarkan. Mereka juga menyukai lawakan. Sara Ackerman menulis dalam The Washington Post, setelah dia menceritakannya lebih dulu, anaknya membalasnya. Menceritakan tentang hal yang anak sukai akan menghilangkan penat yang dirasakan. Sehingga, si anak mau bercerita tentang dirinya pada Anda.

3. Bagaimana Jika Mereka Kena Kasus Bullying?

Data statistik menunjukkan, satu dari lima anak mengalami intimidasi, dan antara 25 hingga 60 persen anak-anak tersebut tidak melaporkan kepada orang tua atau pihak tertentu.  Ketidaktahuan orangtua mengenai keadaan yang sebenarnya, bukan berarti orangtua berhenti bertanya hal yang sensitif tentang anaknya.

Bila orangtua mulai curiga bahwa anak menjadi korban bullying, Huffpost menganjurkan agar orangtua mengajukan pertanyaan sederhana namun tajam. Seperti, ‘dengan siapa si anak bermain?, Permainan yang dilakukan seperti apa?, Apa saja hal yang kau tidak sukai?, dslb.

Apabila cara ini tidak berhasil, coba dengan media buku, film, atau acara televisi yang membahas tentang bullying. Saat Anda memulai percakapan tentang hal tersebut, anak akan menjawabnya bila dia tidak merasakan hal tersebut. Dan, berlaku sebaliknya, saat dia mengalami intimidasi percakapan tidak akan mengalir mulus.

Reporter : Auliya Rahma Maziidah

Editor : Herlianto. A

Tags: anakBullyingMembuat Anak TerbukaOrangtua

Related Posts

ITN Malang Gelar Seminar Deep Learning Bersama Pakar AI Taiwan
Advertorial

ITN Malang Gelar Seminar Deep Learning Bersama Pakar AI Taiwan

Selasa, 29 Sep 2026
10 Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi QS Asia University Rankings 2026
Pendidikan

10 Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi QS Asia University Rankings 2026

Senin, 28 Sep 2026
OSHIKA MABA 2026 Unisma Kenalkan 17 SDGs kepada Ribuan Mahasiswa Baru
Pendidikan

OSHIKA MABA 2026 Unisma Kenalkan 17 SDGs kepada Ribuan Mahasiswa Baru

Senin, 28 Sep 2026
Dosen Informatika Unisma Raih Sertifikasi Kompetensi BNSP Data Analyst
Advertorial

Dosen Informatika Unisma Raih Sertifikasi Kompetensi BNSP Data Analyst

Senin, 28 Sep 2026
15 PTN dengan Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia Versi BAN-PT 2026
Pendidikan

15 PTN dengan Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia Versi BAN-PT 2026

Minggu, 27 Sep 2026
Psikologi UIN Malang Perkuat Sekolah Ramah Anak lewat Asesmen School Well-Being
Advertorial

Psikologi UIN Malang Perkuat Sekolah Ramah Anak lewat Asesmen School Well-Being

Minggu, 27 Sep 2026
Next Post
FEB Unisma

Dekan FEB Unisma: Roadmap Penelitian Harus Bisa Menopang Dunia Industri

BERITA POPULER

  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.