Tugumalang.id – Di tengah pesona wisata alam yang dimiliki Malang, Gunung Kawi hadir sebagai salah satu destinasi alam dengan pengalaman berbeda.
Tidak hanya menyuguhkan panorama pegunungan yang asri, gunung ini juga dikenal sebagai tempat wisata religi hingga sejarah yang kental dengan budaya akulturasi Jawa-Tionghoa.
Gunung yang terletak di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini cocok bagi kalian yang sedang mencari tempat untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Baca Juga: Kandang Ayam di Gunung Kawi Ambruk, 1 Pekerja Tewas dan 1 Hilang
Meski lekat dengan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait anggapan sebagai tempat pesugihan, hal tersebut tidak menutupi pesona yang dimiliki Gunung Kawi sebagai destinasi wisata.
Bagi kalian yang memiliki rencana berkunjung ke tempat ini, berikut beberapa spot menarik yang bisa menjadi pilihan untuk menikmati keindahan alam sekaligus merasakan suasana khas yang ditawarkan.
1. Lembah Indah Malang
Lembah Indah Malang merupakan tempat wisata alam yang cocok untuk edukasi dan rekreasi ramah keluarga. Tempat ini menghadirkan perbukitan hijau yang menjulang dengan hamparan kebun teh, hutan pinus, dan taman bunga berwarna-warni yang menyegarkan.
Selain menikmati pemandangan yang indah, pengunjung juga dapat menghabiskan malam dengan berkemah dan glamping. Lokasinya yang relatif aman dan jauh dari keramaian kota memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mencari ketenangan sambil menikmati keindahan alam.
Baca Juga: Cliff Adventure Kawi, Fun Offroad Pertama di Gunung Kawi Malang
Bagi yang tidak ingin repot, tersedia pula penyewaan tenda glamping dengan konsep modern dan nyaman yang sudah disiapkan lengkap dengan fasilitas seperti tempat tidur, listrik, dan kamar mandi pribadi.
Lokasi: Desa Gendogo, Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
2. Pesarean Gunung Kawi
Pesarean Gunung Kawi menawarkan objek wisata ritual dan budaya berziarah ke makam Eyang Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono yang dikenal sebagai sosok ulama dan tokoh spiritual paling dihormati.
Di kawasan ini juga terdapat berbagai destinasi menarik, seperti masjid dengan arsitektur khas Demak, Klenteng Dewi Kwan Im, tempat ibadah Tionghoa seperti Tie Kong, hingga fasilitas ciamsi.
Selain itu, deretan area pertokoan di sekitar pesarean turut mencerminkan keragaman etnis dan budaya yang hidup berdampingan di wilayah tersebut.
Pengunjung juga dapat menikmati pagelaran seni tradisional seperti wayang, karawitan, dan tari-tarian tradisional Jawa lainnya yang hadir pada waktu tertentu.
Kesejukan udara pegunungan serta kekayaan alam di kawasan ini semakin menambah daya tarik wisata, apalagi dengan hadirnya kuliner khas Gunung Kawi seperti aneka umbi-umbian, kacang-kacangan, dan kopi.
Lokasi: Jl. Pesarean, RT.9/RW.05, Sumbersari, Wonosari, Kec. Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
3. Tanaka Waterfall
Wisata Umbulan Tanaka merupakan salah satu destinasi unik yang menawarkan wisata air dengan nuansa Jepang. Di kawasan ini, mengalir sungai dan anak sungai yang menciptakan suasana alami, dilengkapi dengan jembatan yang dirancang menyerupai corak khas Negeri Sakura.
Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas, mulai dari bermain air di sepanjang aliran sungai hingga mencoba river tubing menggunakan ban sambil ditemani pemandangan yang menyejukkan.
Selain itu, terdapat pula kafe unik bernama “Keceh” yang memungkinkan pengunjung bersantai di tengah aliran air yang dangkal. Sensasi menyantap hidangan dengan kaki terendam di air sungai yang segar memberikan pengalaman berbeda dan tak terlupakan, menjadikannya alternatif menarik dibandingkan kafe-kafe pada umumnya.
Lokasi: Dusun Arjomulyo, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Gunung Kawi menjadi bukti bahwa Kabupaten Malang tidak hanya memiliki wisata populer, tapi juga destinasi tersembunyi yang menyimpan kekayaan alam dan spiritualitas.
Perpaduan antara keindahan alam dan nilai budaya menjadikan tempat ini layak untuk masuk dalam daftar kunjungan wisata, khususnya bagi mereka yang mencari pengalaman yang lebih mendalam.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A


















