Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Tantangan Islamic Studies Pasca Pandemi COVID-19

Redaksi by Redaksi
Agustus 31, 2021 7:16 pm
in Pendidikan
Empat pemateri dari berbagai negara yang menyampaikan paparan di sesi pertama. Foto: Humas UMM

Empat pemateri dari berbagai negara yang menyampaikan paparan di sesi pertama. Foto: Humas UMM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus melaksanakan berbagai kegiatan internasional meski masih berada di situasi pandemi. Salah satu di antaranya yakni webinar internasional yang digelar oleh Fakultas Agama Islam (FAI), pada Selasa (31/8) lalu.

Adapun gelaran yang membahas terkait Islamic Studies in the Post-Pandemic COVID-19 Era: Challenges and Critical Issues ini terbagi dalam dua sesi dan dilaksanakan secara daring.

READ ALSO

Kesempatan Emas bagi Calon Mahasiswa Baru Unisma dapatkan Bantuan Biaya Studi

7 SD Islam di Kota Malang Terakreditasi A: Pilihan Pendidikan Terbaik untuk Anak

Webinar internasional itu turut mengundang para pakar dari berbagai negara. Beberapa di antaranya Assoc. Prof. Dr. Muhammad Ali dari The University of California Riverside-USA dan . Adapula Prof. Dr. Moncef Ben Abdel Jelel dari The University De Saosa, Tunisia dan Prof. Dr. Nadirsyah Hosen dari Monash University- Australia. Juga hadir sebagai keynote speaker, Datin Prof. Dr. Rayhanah Bt Abdullah dari University of Malaya.

Di samping itu, turut hadir para pakar dari UMM seperti Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., Dr. Pradana Boy ZTF, Dr. Rahmat Hakim. M.MA . dan Dr. Abdul Haris, MA .

Membuka acara, Prof. Dr. Tobroni, M.Si selaku dekan FAI UMM menilai bahwa pandemi juga berdampak pada perkembangan kajian keislaman. Maka dari itu, perlu adanya diskusi untuk menemukan formula baru dalam kajian tersebut.

“Di tengah situasi pandemi, semua bidang keilmuan berlomba-lomba mengambil peran untuk memberikan solusi atas masalah-masalah yang ada. Termasuk bidang kajian islamic studies,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini kajian Islamic Studies masih berkisar tentang apa yang terjadi saat ini di masa pandemi. Belum ada kajian yang membahas dengan baik tentang bagaimana peran bidang kajian ini di masa setelah pandemi. Padahal, hal ini sangat dibutuhkan para akademisi untuk dijadikan referensi keilmuan.

“Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya untuk menggali, memetakan dan mendefenisikan kembali keilmuan tentang Islamic Studies khusunya dalam bidang Pendidikan Islam, Hukum Islam, dan Ekonomi Islam,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Ali dalam paparannya menjelaskan terkait Kajian Islam yang ada di Amerika.  Menurutnya, kini Islam tidak hanya dipelajari oleh kalangan muslim saja, namun juga oleh non-muslim.  Bagi para penganut Islam, kajian islam diharapkan dapat membuat mereka menjadi muslim yang lebih baik. Sementara bagi non-muslim, mereka ingin lebih tahu, memahami dan mengapresiasi terkait Islam yang sebenarnya.

“Kajian Islam ini diharapkan dapat menghasilkan muslim-muslim yang lebih memahami Islam. Di samping itu juga dapat memberikan hubungan yang baik antar muslim dan organisasi. Lebih luas juga untuk mengusahakan hubungan baik dengan para non-muslim,” imbuhnya.

Berbeda dengan Indonesia atau Malaysia, Amerika tidak mengatur keharusan atau pelarangan warganya untuk belajar agama. Maka dari itu ada berbagai institusi pendidikan Islam yang bisa ditemui di sana. Beberapa di antaranya adalah Seminar Islam, American Islamic College, Muslim Liberal Arts, hingga yang tersedia di higher education seperti universitas.

Ali juga menjelaskan terkait berpikir kritis dalam kajian Islam. Menurutnya berpikir kritis harus mampu memahami hubungan logis antar ide-ide, menyelesaikan masalah secara sitematis serta percaya pada akal ketimbang emosi sesaat.

“Pun harus ada fakta dan bukti. Di samping itu, dalam kajian Islam kita juga harus open minded terhadap penjelasan alternatif yang ada,” tutur Ali.

Pada kesempatan yang sama, Moncef menerangkan mengenai pengajaran berlapis bahasa Arab di kawasan Muslim. Menurutnya, penggunaan pendidikan daring sudah menjadi keharusan di era pandemi. Akan muncul berbagai tantangan seperti kurikulum yang dituntut interaktif, aksesnya, kemampuan para pendidik, kemampuan siswa berteknologi dan keterjangkauan.

“Pendidikan juga akan lebih efisien jika menggunakan teks, debat, diskusi dan pendekatan kritis,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Moncef juga menganjurkan agar institusi seperti UMM dapat menggunakan dua metode dalam pengajaran bahasa arab. Pertama, yakni memulai kampung  bahasa arab yang diatur oleh kampus. Menurutnya, kampugn tersebut bisa menjadi aset yang baik.

“Penggunaan twin teaching method yang disusun oleh para ahli bahasa arab dan Indonesia juga bisa dilakukan untuk memberikan hasil yang maksimal,” pungkasnya.

Webinar internasional ini dibagi menjadi dua sesi utama. Pada sesi pertama, para pakar mengkaji mengenai “Islamic and Arabic Education in The Global Context: Learning Process, Technology and Characters”. Sementara sesi kedua lebih fokus pada “Maqashid and Sustainable Development Goals”.(*)

Reporter: Lizya Kristanti
Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Mahasiswa Baru Unisma
Pendidikan

Kesempatan Emas bagi Calon Mahasiswa Baru Unisma dapatkan Bantuan Biaya Studi

Rabu, 3 Jun 2026
Daftar SD Islam di Kota Malang
Pendidikan

7 SD Islam di Kota Malang Terakreditasi A: Pilihan Pendidikan Terbaik untuk Anak

Rabu, 3 Jun 2026
Mahasiswa ITN Malang pemenang esai. Foto/dok. ITN Malang
Pendidikan

Borong 8 Medali, Mahasiswa ITN Malang Unjuk Gigi di Malang Edu Fest 2026

Senin, 1 Jun 2026
Prosesi wisuda Universitas Al Qolam Malang. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Pendidikan

Universitas Al Qolam Malang Lepas Hampir 200 Wisudawan, Rektor Ingatkan Ilmu Adalah Anugerah dan Amanah

Sabtu, 30 Mei 2026
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat dan Rektor UB, Prof Widodo menyrpakati kerjasama membangun jaminan sosial untuk mahasiswa dan tenaga kependidikan. (Foto/ist)
Pendidikan

BPJS Ketenagakerjaan dan Kampus UB Bangun Ekosistem Perlindungan Sosial untuk Mahasiswa dan Dosen

Sabtu, 30 Mei 2026
Dindik Jatim
Pendidikan

Pengambilan PIN SPMB 2026 Resmi Dibuka, Dindik Jatim Kerahkan 7.212 Operator

Jumat, 29 Mei 2026
Next Post
BMKG Malang Usulkan Desa Tambakrejo Jadi Komunitas Siap Siaga Tsunami

BMKG Malang Usulkan Desa Tambakrejo Jadi Komunitas Siap Siaga Tsunami

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.