MALANG, Tugumalang.id – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 38 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar kegiatan tanam dan panen sayuran bersama warga di Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Kegiatan edukatif ini merupakan wujud dari praktik pertanian langsung di lingkungan desa tempat mereka melaksanakan KKM. Melalui kegiatan ini KKM 38 UIN Malang belajar langsung bagaimana proses menanam hingga panen sayuran bersama warga setempat.
Kegiatan ini juga sebagai bentuk penguatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Selain itu, juga sebagai salah satu upaya mahasiswa KKM dalam membangun kedekatan sosial dengan warga sekaligus mengembangkan pengalaman belajar lapangan.
Baca Juga: Nostalgia Belajar Bareng: Kepala MAN 2 Bojonegoro Dorong Siswa Lanjut Studi ke UIN Malang
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kelompok 38 UIN Malang, Kivah Aha Putra, M.PD.I menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan produktif, merupakan bagian penting dari proses pembelajaran selama mengikuti program KKM.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyusun program. Tetapi juga hadir dan berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat,” jelas Kivah.
Ia menilai kegiatan pertanian bersama menjadi contoh baik, bagaimana program KKM dapat berjalan searah dengan aktivitas warga.
“Selain memberi pengalaman lapangan bagi mahasiswa, kegiatan semacam ini juga memperkuat hubungan sosial serta membangun kolaborasi yang positif antara kampus dan masyarakat,” terangnya.
Dapat Wawasan Baru Tentang Ketahanan Pangan dan Pemanfaatan Lahan
Melalui kegiatan tanam dan panen sayuran bersama warga Desa Wonomulyo. Mahasiswa KKM 38 UIN Malang memperoleh pemahaman baru tentang ketahanan pangan rumah tangga dan pemanfaatan lahan secara produktif.
Baca Juga: Kunjungi UIN Malang, Tenaga Ahli Kemenag Ungkap Peran Mahasiswa sebagai Motor Moderasi Beragama dan Ekoteologi
Dalam pelaksanaannya mahasiswa terlibat aktif sejak tahap awal. Mulai dari persiapan lahan dan media tanam, pemilihan bibit, hingga proses penanaman. Warga memberikan arahan teknis mengenai cara menanam yang benar agar tanaman tumbuh lebih optimal. Termasuk pengaturan jarak tanam, kebutuhan air, serta cara sederhana mengendalikan hama.
Mahasiswa juga mengikuti proses pemanenan sayuran yang telah memasuki masa panen. Selain memetik, mahasiswa mendapatkan edukasi mengenai cara menentukan sayuran yang siap panen, teknik memanen yang tepat agar hasil tetap segar, serta cara penyimpanan sederhana untuk menjaga kualitas.

Kegiatan ini dinilai memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa, karena proses pertanian tidak hanya memerlukan tenaga, namun juga ketelatenan, kesabaran, serta konsistensi dalam perawatan. Interaksi yang terbangun di kebun menjadi ruang belajar yang efektif, sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Selain berdampak pada aspek edukasi, kegiatan pertanian bersama ini turut mempererat hubungan mahasiswa dengan warga. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berbaur dalam aktivitas keseharian masyarakat. Hal ini menciptakan suasana kebersamaan, saling mengenal, dan menumbuhkan nilai gotong royong.
Kedekatan dengan Warga jadi Modal Penting Pelaksanaan Program KKM
Kedekatan yang terjalin juga menjadi modal penting bagi kelancaran program KKM secara keseluruhan. Mahasiswa dapat lebih memahami kebutuhan warga, kebiasaan setempat, serta potensi desa yang bisa dikembangkan melalui program pengabdian yang relevan.
Melalui kegiatan menanam dan memanen sayuran ini, mahasiswa KKM Kelompok 38 memperoleh pengalaman praktis yang berharga serta wawasan tentang pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk membangun partisipasi mahasiswa dalam aktivitas masyarakat secara berkesinambungan.
Kelompok KKM 38 UIN Malang menyatakan komitmennya untuk terus terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan selama masa pengabdian berlangsung, baik melalui kegiatan edukasi, sosial, maupun program produktif yang mendukung kemandirian masyarakat desa.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























