Kota Batu, Tugumalang.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mulai melakukan langkah antisipatif untuk menangani potensi lonjakan volume sampah selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2026). Peningkatan aktivitas wisata diperkirakan berdampak signifikan terhadap produksi sampah harian di Kota Batu.
Berdasarkan proyeksi DLH, volume sampah selama Nataru 2026 diperkirakan mencapai sekitar 140 ton per hari. Lonjakan ini merujuk pada pola kenaikan sampah saat akhir pekan yang selama ini tercatat meningkat hingga 50-70 persen dibanding hari normal.
Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, menjelaskan bahwa pada hari biasa, timbulan sampah dari 21 ruas protokol di Kota Batu berkisar 30 ton per hari. Namun, saat memasuki masa libur panjang, jumlah tersebut dapat meningkat hingga 50 ton per hari.
Baca juga: DLH Kota Batu Klaim Bau hingga Timbulan Sampah TPA Tlekung Berkurang
“Lonjakan volume sampah biasanya terjadi di titik-titik padat wisata seperti Alun-alun Kota Batu dan sekitarnya,” ungkap Dian, Senin (22/12/2025).
Optimalisasi Insinerator untuk Tekan Penumpukan Sampah
Mengantisipasi kondisi tersebut, DLH Kota Batu menyusun strategi berlapis dengan mengoptimalkan seluruh unit insinerator yang ada. Salah satu fokus utama adalah memastikan insinerator di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung beroperasi secara maksimal selama periode Nataru.
“Pembakaran pasti lebih besar daripada hari biasa. Kami sudah mulai menyiapkan kesiapan alatnya,” ujar Dian.
Saat ini, TPA Tlekung mengoperasikan tiga unit insinerator dengan total kapasitas pengolahan mencapai 23 ton per hari. Kapasitas ini diperkuat dengan optimalisasi insinerator milik TPS3R Dadaprejo dan Sisir yang mampu mengolah tambahan hingga 15 ton sampah per hari. Langkah tersebut diharapkan dapat menahan laju penumpukan sampah yang berpotensi meningkat tajam selama libur panjang.
Penambahan Big Composter untuk Sampah Organik
Selain insinerator, DLH juga memperkuat pengolahan sampah organik melalui optimalisasi big composter. Saat ini, big composter yang beroperasi memiliki kapasitas sekitar 5 ton per hari, sementara kebutuhan ideal mencapai 15 ton per hari.
“Saat ini, kami sedang finalisasi pembangunan big composter tahap dua yang akan menutup kekurangan kapasitas,” kata Dian.
Unit tambahan ini ditargetkan dapat segera beroperasi. Pasalnya, komposisi sampah selama Nataru diperkirakan tetap didominasi sampah organik sekitar 60 persen, sementara sisanya merupakan sampah anorganik dan residu. Kehadiran big composter baru diharapkan mampu mengurangi beban insinerator sekaligus mempercepat proses pengolahan sampah menjadi kompos.
Perkuat Pengolahan Sampah Berbasis Desa dan Kelurahan
Tak hanya mengandalkan fasilitas di TPA, DLH Kota Batu juga memperkuat sistem pengolahan sampah berbasis desa dan kelurahan. Sebanyak 16 rumah kompos ditargetkan rampung pembangunannya pada bulan ini dan akan difungsikan sebagai sentra pengolahan sampah organik dari sumbernya.
“Garda terdepannya masih tetap dipegang oleh tim kebersihan atau pasukan kuning. Mereka saat ini sedang mendapatkan pelatihan pengoperasian insinerator dan big composter, dengan misi agar sampah yang masuk bisa langsung diproses pada hari yang sama,” imbuh Dian.
Dengan kombinasi kesiapan sarana, prasarana, serta peningkatan kapasitas petugas di lapangan, DLH Kota Batu optimistis pengelolaan sampah selama Nataru 2026 tetap berada dalam kendali. Meski lonjakan wisatawan selalu menghadirkan tantangan tersendiri, pihaknya menegaskan kesiapan menghadapi situasi tersebut. “Meski begitu, kami siap,” pungkas Dian.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


























