Kamis, Juni 25, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Waspada Makanan Pembunuh Senyap, Ini Pemicu AGEs dan Ancaman Serius bagi Liver

Redaksi by Redaksi
November 27, 2025 1:35 pm
in Tugu Sehat
Makanan Pembunuh Senyap

Ilustrasi makanan/pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Pola makan modern yang serba cepat ternyata menyimpan risiko kesehatan jangka panjang yang kerap diabaikan. Dalam sebuah video YouTube berjudul ‘Ini makanan yang bisa membunuhmu perlahan’ dari kanal SB30Health, Dr. Hans, mengingatkan masyarakat mengenai jenis-jenis makanan yang ia sebut sebagai pembunuh senyap atau silent killer, karena dampaknya baru terasa setelah bertahun-tahun dikonsumsi.

Dr. Hans menegaskan bahwa masalah kesehatan kronis yang dipicu oleh makanan tidak terjadi secara instan, melainkan berkembang akibat konsumsi berlebihan, frekuensi tinggi, serta pola hidup yang tidak seimbang. Dampak kerusakan minimal, menurutnya, baru mulai terlihat setelah setidaknya lima tahun.

READ ALSO

Pasca INAS26, PSLC Terus Berkomitmen Bergerak Mendukung Lingkungan yang Lebih Ramah bagi Anak

Kolaborasi PSLC X Avicenna Childhood Hadirkan Seminar Internasional Anak Berkebutuhan Khusus 2026

Makanan Pembunuh Senyap Berpotensi Merusak Tubuh secara Perlahan

Menu sarapan pagi: kombinasi gula dan lemak tinggi

Sarapan cepat saji dan bercita rasa manis menjadi kombinasi yang paling berisiko. Menu favorit seperti kopi kental manis dengan donat, aneka frappuccino, hingga croissant bertopping manis disebut sebagai pemicu utama.

Baca juga: Gagal Ginjal Merenggut 42 Ribu Jiwa per Tahun di Indonesia, Ini 3 Pemicu Utamanya

Dr. Hans menjelaskan, kombinasi gula tinggi dan lemak tinggi dari proses menggoreng donat atau penggunaan butter pada croissant akan menghasilkan senyawa berbahaya bernama AGEs atau Advanced Glycation End Products. Senyawa ini memicu proses karamelisasi atau perlengketan yang menyumbat pembuluh darah dan menjadi penyebab utama gangguan metabolik, seperti hipertensi, hiperkolesterolemia, gangguan gula darah, hingga meningkatkan risiko stroke dan diabetes.

Menu makan siang: daging olahan dan minyak pro-inflamasi

Menu makan siang kerap diisi makanan highly processed yang berbahaya bukan semata karena jenis dagingnya, melainkan karena proses pengolahannya. Beberapa menu yang perlu diwaspadai di antaranya ayam goreng tepung krispi dengan soda, serta bakso, siomai, dan batagor yang dikonsumsi bersama es teh manis.

Makanan seperti bakso dan siomai mengandung tepung dalam kadar tinggi sehingga meningkatkan asupan karbohidrat yang turut berkontribusi pada pembentukan AGEs. Risiko ini semakin meningkat dengan tambahan gula tinggi dari es teh manis. Kondisi diperparah oleh proses deep frying yang menyebabkan lemak teroksidasi dan memunculkan senyawa Acrylamide yang bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.

Menu makan malam: beban gula sintetis dan toksin pada liver

Pilihan makanan ringan pada malam hari justru kerap menyimpan gula dan lemak tersembunyi. Kombinasi seperti burger dan soft drink, kentang goreng yang ditambah ice cream atau puding, termasuk pola konsumsi yang perlu diwaspadai.

Risiko terbesar terletak pada kandungan gula tersembunyi yang tidak terasa manis, seperti dextrose dan maltodextrin, yang memiliki indeks glikemik sangat tinggi. Selain itu, keberadaan HFCS atau High Fructose Corn Syrup secara langsung membebani hati dan menjadi salah satu penyebab utama fatty liver pada banyak orang non-alkoholik.

Analisis ilmiah mekanisme kerusakan tubuh

Untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh, Dr. Hans memaparkan mekanisme kerusakan yang terjadi hingga tingkat sel:

Senyawa AGEs dan perlengketan pembuluh darah

AGEs bukan sekadar hasil kelebihan gula, melainkan produk karamelisasi yang membuat pembuluh darah menjadi kaku dan tersumbat. Kondisi ini tidak hanya memicu penyakit jantung dan pembuluh darah, tetapi juga membuka jalan bagi penyakit metabolik jangka panjang seperti stroke dan diabetes.

Peradangan kronis akibat minyak teroksidasi

Dr. Hans menekankan bahwa bahaya utama deep frying terletak pada minyaknya. Proses penggorengan menyebabkan lemak teroksidasi yang bersifat pro-inflammatory atau pemicu peradangan. Beberapa minyak sayur populer seperti kanola, kedelai, dan jagung umumnya tinggi Omega-6 yang memperparah peradangan kronis. Suhu ekstrem saat menggoreng juga menghasilkan Acrylamide yang bersifat karsinogenik, terlebih jika digunakan lemak terhidrogenasi atau trans fat.

HFCS dan toksin sebagai beban berat liver

Pada menu makan malam, risiko terbesar terfokus pada organ hati. HFCS sebagai gula fruktosa sintetis secara langsung membebani liver dan memicu fatty liver. Beban ini semakin berat akibat keberadaan berbagai toksin dari makanan olahan seperti MSG, bahan pengawet, perasa buatan, dan penstabil yang memaksa liver bekerja ekstra dalam jangka panjang.

Peringatan Dr. Hans: sehat tidak selalu berarti tidak sakit

Bagi mereka yang merasa tubuh tetap baik-baik saja meski rutin mengonsumsi makanan tersebut, Dr. Hans menyampaikan peringatan khusus:

“Ada perbedaan yang sangat signifikan antara orang sehat dan orang yang tidak sakit. Kebanyakan orang berpikir saya sehat karena saya tidak sakit. Padahal sebetulnya masalahnya belum muncul.”

Ia menegaskan, merasa tidak sakit saat ini bukan berarti tubuh benar-benar berada dalam kondisi optimal. Kesehatan sejati adalah ketika kerusakan belum terjadi dan tidak ada indikasi gangguan fungsi organ. Pola makan yang buruk, ditambah gaya hidup tidak seimbang dan tingkat stres tinggi, akan menuntut dampaknya seiring waktu.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Kanal YouTube SB30Health.

Penulis: Sabrina Rb
redaktur: jatmiko

Tags: Bahaya AGEsDr Hans SB30HealthFatty LiverGula Sintetis HFCSMakanan Olahan BerbahayaMakanan Pembunuh Senyap

Related Posts

inas26
Tugu Sehat

Pasca INAS26, PSLC Terus Berkomitmen Bergerak Mendukung Lingkungan yang Lebih Ramah bagi Anak

Rabu, 24 Jun 2026
PSLC bersama Avicenna Childhood hadirkan event Seminar Internasional Anak Berkebutuhan Khusus 2026. /Foto: Dok. PSLC
Tugu Sehat

Kolaborasi PSLC X Avicenna Childhood Hadirkan Seminar Internasional Anak Berkebutuhan Khusus 2026

Senin, 22 Jun 2026
Clinical Director of PSLC
Tugu Sehat

Pasca INAS26, PSLC Tegaskan Komitmen Dampingi Anak dengan Autisme dan Keluarga

Rabu, 17 Jun 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Medical Check Up Hospital Penawar: Langkah Bijak untuk Mendeteksi Kondisi Kesehatan Sejak Dini

Jumat, 12 Jun 2026
Inas26
Tugu Sehat

Hari Ini Digelar! INAS26 Kontribusi Nyata untuk Mewujudkan Kehidupan yang Lebih Inklusif

Kamis, 11 Jun 2026
Webinar INAS26 Countdown Talk: Ungkap Pentingnya Kolaborasi Orang Tua dan Guru dalam Mendukung Perkembangan Anak ABK
Tugu Sehat

Webinar INAS26 Countdown Talk: Ungkap Pentingnya Kolaborasi Orang Tua dan Guru dalam Mendukung Perkembangan Anak ABK

Senin, 8 Jun 2026
Next Post
UIN Malang

Rektor UIN Malang Terima Penghargaan Visionary Leadership atas Integrasi Kampus dan Pesantren

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.