Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Psikolog Universitas Brawijaya Berikan Psikoedukasi bagi Guru di Universitas Mataram

Redaksi by Redaksi
November 20, 2025 11:58 pm
in Pendidikan
Pengabdian kepada masyarakat Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB). Foto/dok UB

Pengabdian kepada masyarakat Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB). Foto/dok UB

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Universitas Mataram belum lama ini. Kegiatan ini bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif.

Dian Putri Permatasari SPsi MSi, inisiator acara ini mengatakan, pendidikan inklusif merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh peserta didik, termasuk anak-anak dengan disabilitas.

READ ALSO

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Baca Juga: Akademisi Universitas Brawijaya: Jalur Alternatif Candi Panggung Bisa Urai Kemacetan Kota Malang

“Memberikan kesempatan pada siswa disabilitas untuk belajar di sekolah umum bersama dengan teman-teman sebayanya merupakan bagian dari gerakan hak asasi manusia secara global,” kata dia.

Oleh karena itu, menurutnya, membangun lingkungan inklusif di sekolah merupakan hal yang penting untuk memastikan kesejahteraan dan keberhasilan akademik siswa disabilitas.

Pengabdian kepada masyarakat Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB). Foto/dok UB
Pengabdian kepada masyarakat Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB). Foto/dok UB

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 menekankan pentingnya kesiapan tenaga pendidik dalam memahami hak dan kebutuhan siswa disabilitas untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

“Namun, di lapangan masih banyak guru sekolah dasar yang belum memiliki pemahaman dan kesadaran yang memadai terkait pendidikan inklusif, sehingga mengalami kesulitan dalam mengadaptasi strategi pembelajaran yang sesuai,” lanjutnya.

Baca Juga: Universitas Brawijaya Kirim Dokter ke Gaza, Wujud Nyata Kepedulian untuk Palestina

Berbagai faktor seperti kurangnya pelatihan, stereotip, dan resistensi terhadap perubahan turut menjadi tantangan dalam implementasi pendidikan inklusif.

Oleh karena itu, diperlukan program penguatan kapasitas bagi guru sekolah dasar melalui pelatihan dan pendampingan berbasis prinsip pendidikan inklusif guna meningkatkan pemahaman mereka terhadap keberagaman peserta didik serta strategi pembelajaran yang aksesibel.

Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk psikoedukasi.

Tema yang diangkat “Sekolah Ramah Disabilitas: Edukasi Disability Awareness Bagi Guru Sekolah Dasar di Kota Mataram.”

Kegiatan ini diinisiasi oleh Dian Putri Permatasari, S.Psi., M.Si dan Ika Fitria, S.Psi., M. Psi, psikolog yang merupakan dosen psikologi UB dengan menggandeng Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Mataram.

Dalam sesi utama, Dian Putri menyampaikan materi mengenai:

  • Ragam disabilitas yang sering ditemui di sekolah dasar
  • Prinsip-prinsip dasar pendidikan inklusif
  • Peran guru dalam mendampingi siswa disabilitas di sekolah
  • Bentuk dukungan lingkungan belajar yang aman dan ramah di skeolah inklusi.

Materi ini dirancang agar guru memahami bahwa setiap anak memiliki pola belajar dan kebutuhan yang berbeda. Pendekatan belajar responsif dinilai penting agar siswa disabilitas dapat meraih perkembangan akademik dan psikososial yang optimal.

Kegiatan ini diikuti 26 Guru sekolah dasar, yang terdiri dari 10 Sekolah di Kota Mataram. Para peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan yang mereka hadapi di kelas, termasuk keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan, dan kebutuhan akan modul ajar yang lebih inklusif.

Berdasarkan hasil evaluasi, para peserta mengapresiasi secara positif kegiatan ini karena memberikan pengetahuan praktis sekaligus membuka ruang refleksi mengenai pentingnya keberpihakan dalam pendidikan.

Mereka berharap pelatihan berkelanjutan dapat terus dilakukan untuk memperkuat kompetensi guru dalam menerapkan pendidikan inklusif di sekolah masing-masing.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis UB

Editor: Herlianto. A

Tags: Pendidikan InklusifPsikologi UBuniversitas brawijayaUniversitas Mataram

Related Posts

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda
Advertorial

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Jumat, 16 Okt 2026
UIN Malang - Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset
Advertorial

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Jumat, 16 Okt 2026
Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning

Jumat, 16 Okt 2026
Reuni Akbar UIN Malang tahun 2026 dilanjutkan dan pelantikan katan alumin. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

Reuni Akbar UIN Malang 2026, Merajut Ukhuwah Mengukir Inspirasi

Kamis, 15 Okt 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang tegaskan komitmen pembangunan zona integritas. /Foto: Dok. Fakultas Psikologi UIN Malang.
Pendidikan

Fakultas Psikologi UIN Malang Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Kamis, 15 Okt 2026
Tujuh ilmuwan Universitas Brawijaya masuk daftar Top dua persen Researchers tahun 2026 atau peneliti terbaik dunia. Foto: Dok. UB
Pendidikan

7 Ilmuwan UB Masuk Daftar Peneliti Terbaik Dunia 2026

Rabu, 14 Okt 2026
Next Post
Bus Trans Jatim resmi beroperasi di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)

Dishub Optimis Bus Trans Jatim Kurangi Kemacetan di Kota Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.